Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 7 RASA BAHAGIA



Hepii reading ya....


Jangan lupa like dan KOMENTNYA


πŸ’šπŸ’šπŸ’š


----------------


Segemuk gemuknya ikan pasti akan ada tulangnya.


Sekurus kurusnya ikan pasti ada dagingnya.


Sebaik baiknya orang pasti ada buruknya.


Seburuk buruknya orang pasti ada baiknya.


Selamat pagi dunia, batin Sofi yang baru saja terbangun dari tidurnya yang nyenyak hingga pulas tanpa mimpi dan tanpa gangguan ingin ke kamar mandi. Pagi ini, entah kenapa hati Sofi tenang dan bahagia. Apa ini efek mau refreshing atau memang hatiku sedang senang karena Rendy. Ahaaaa Rendy, tanpa terasa melamunkan pria macho seperti Rendy, terlihat dingin tapi ternyata tidak, bahkan sikap hangat dan penyayang terasa bila didekatnya.


Sofi pun bersiap siap, membereskan baju ke dalam tas besarnya, ada beberapa potong yang Sofi masukkan tentunya baju baju sopan yang menutup aurat tubuhnya sesuai pesan Rendy. Setelah dirasa cukup, dimasukkannya peralatan mandi, handuk dan terakhir peralatan make up beserta parfum kesayangan.


"Beres juga nih, buat sarapan ah sekalian buat Rendy roti bakar rasa coklat keju dan kopi hitam special," gumam Sofi.


Sofi beranjak ke arah dapur memulai dengan memasak air dan mengolesi roti dengan selai dan dimasukkan ke alat pemanggang. Diambilnya kopi hitam special sachet instant dimasukkannya ke dalam gelas seduh air panas dan aduk....hemmmmm harum banget.


Tingg.... Roti pun sudah matang, siapkan di meja.


Sofi kembali ke kamarnya mengambil ponselnya, lalu menghubungi Rendy.


Rendy memanggil.....


"Assalamualaikum ganteng, calon kekasihku yang harus menunggu, udah bangun belum", ledek Sofi sambil terkekeh.


"Waalaikumsalam, cantik, calon istriku tanpa penolakan, baru bangun, belum sholat lagi, kenapa udah kangen ya sama Aja Rendy", jawab Rendy membalas ledekan Sofi tak kalah terkekeh juga.


"Mandi, sholat subuh, langsung kesini aku udah buat sarapan nih, cepet, pengen liat nih serius gak nih sama aku. Kalo tepat bisa diperhitungkan lah cintanya....hahahaha ....cepet ya," ucap Sofi tegas.


" Iya bidadariku bye...", Ucap Rendy


Mandi terus sholat, untung udah packing jadi santai.tumben Sofi bikin sarapan, apa sudah mulai sadar ya mau jadi istri belajar buat sarapan. Duh bener bener nih istri kesayangan.


Jam 06.00 wib, Rendy sudah didepan kontrakan Sofi.


Assalamualaikum, Sofi....


"Waalaikumsalam masuk gak dikunci ren, aku lagi dandan." ucap Sofi berteriak dari dalam rumah.


Mendengar teriakan dari dalam Rendy pun membuka pintu dan masuk. Langsung duduk di sofa sambil menyalakan tv dengan remote ditanganya.


Waahhhhh ini thio sarapannya, batin Rendy.


"Rendy, itu roti bakar kesukaanmu dan kopi hitam special pake rasa sayang lhooo....." Ucap Sofi sambil terbahak bahak.


Sofi pun keluar dengan rok kulot panjang dan batik model payung, ditangannya sudah ada tas besar. Tersenyum manis, aku sudah siap.


Rendy hanya melongo sesemangat itu Sofi diajak ke kampungnya, sambil mengunyah roti bakar. Kamu cantik Sofi, ucapnya pelan.


Sambil menyanyi... Pagi pagi udah gombal......., Ucap Sofi


" Oke kalo gak percaya", sambil menyeruput kopi hitamnya dengan nikmat. Enak nih tiap hari begini, disiapin sama orang disayang, batin Rendy.


"Gak ah...takut... Kalau berduaan yang ketiganya setan, mending berangkat sekarang, biar kerjaan beres, kita bisa ijin bos berangkat lebih cepat, aku udah gak sabar Rendy," ucap Sofi merajuk.


"Duh segitunya mau ketemu Abi dan umi, mau cepet minta dinikahin ya? Bentar ngabisin kopi dulu mubazir dibikinin calon istri kan tumben tumbenan ini,", goda Rendy sambil tersenyum.


Mereka berdua sudah didalam mobil dan perjalanan menuju kantor.


Sesampai di kantor, mereka pun menuju ruangan mereka. Tidak ada pembicaraan lain, mereka sama sama berpikir untuk cepat mengerjakan tugasnya dengan baik. Mereka pun berkutat pada pekerjaan masing masing.


"Huff beres juga nih laporan, biarsenin pagi tinggal kirim ke pusat",gumam Sofi.


" iPhone Rendy lah udah beres belum ya." Sambil mengangkat gagang telepon dan menekan tombol extention 4 menuju ruangan rendy. "Hallo ren, kamu udah selesai belum", tanya Sofi.


" Sudah sof, tapi aku jum'atan dulu ya, selesai jum'atan kita langsung pergi. Tadi udah ijin bos udah ACC, karena bos juga mau pulang cepat ada urusan dirumah, kamu mau nunggu dikantor apa di cafe.", Ucap Rendy.


"Ya udah nanti langsung ke kafe aja, aku beresin dulu berkas berkas dimeja sembari nunggu kamu jum'atan, ke ren bye", ucap Sofi senang.


Kebahagiaan hatinya membuncah, entah kenapa dia sungguh bahagia. Seperti ingin ketemu orang tuanya di kampung. Sudah lama Sofi tidak pulang, terakhir pulang adiknya di khitan. Entah apa yang membuat Sofi tidak betah di tanah kelahirannya, seperti tidak nyaman dengan semuanya.


Yang membuat tidak nyaman adalah saudara ibunya, ya Tante maya selalu saja membandingkanku dengan kakakku yang berjodoh dengan laki laki kaya, S1 dan seiman walaupun tidak tampan.


Sedangkan aku, dulu 6 tahun pacaran dengan orang sederhana, beda iman , cuma tamatΒ  SMA dan gak ganteng pula, bener bener gak ada yang bisa dibanggakan. Tapi itu masa lalu. Sudah tidak ada Fathan lagi. Fokus perubahan hidup aja dulu.


Jalani dulu aja DECH, mengenal banyak pria tanpa status dulu ntar juga keliatan mana yang MODUS mana yang TULUS.


Seusai membereskan berkas berkas nya mengunci brankas dan merapikan letak alat tulis. Sofi pun melenggang keluar dan absen.


Sofi berjalan menuju kafe dekat kantor. Sofi sudah memesan makanan untuknya dan Rendy tidak lupa jus alpukat kesukaan Rendy, tidak lupa tadi Sofi mampir ke minimarket sebelah kantor, membeli beberapa cemilan untuk menemani dalam perjalanan.


Pesanan pun datang. Sofi pun mulai makan makanannya, sambil menunggu Rendy.


"Assalamualaikum sof", sapa Rendy


"Waalaikumsalam rend, yuk makan udah aku pesenin nih", ucap Sofi.


"Tahu aja nih lagi pengen steak sama kentang goreng, pake telapati ya", ucap Rendy


"Rendy, kita mengenal sudah lama, bahkan sudah tidak ada rahasia diantara kita, apa yang gak aku ketahui dari kamu, gajimu aja yang privasi itu aku tahu, karena kamu sering meninggalkan struk gajimu. Nama mantanmu dari a sampai z aku pun tahu." Ucap suci tenang.


" Terus..", tanya Rendy sambil menatap Sofi intens.


"Terus apa?", Tanya Sofi, mengerutkan dahinya.


"Kenapa kamu menolakku, kalau kamu sudah tahu aku, Sofi? ", Tanya Rendy.


Sofi pun tersenyum, menghela nafasnya dalamdan mengeluarkannya perlahan sambil menetralisir jantungnya yang akan meloncat dari wadahnya. Ini bukan pertama kali Rendy mengungkapkan perasaan nya bahkan berulang kali, tapi Sofi kembali diam jika pertanyaan ini di ajukan kepadanya.


"Rendy, lihat aku, apa pernah aku berbohong padamu, aku sayang kamu, tapi aku gak mau menyakiti dan mengecewakan orang tuaku, sebisaku berjuang membahagiakan mereka. Dan aku gak mau menyakiti kamu, aku nyaman sama kamu, tapi kita kan sama sama sadar perbedaan kita gak bisa menyatukan kita kalau diantara kita tidak ada yang mengalah. Apa harus aku yang berkorban demi kamu, aku juga butuh keseriusanmu. Aku gak mau setahun dua tahun menikah dan bercerai, dan hidupku berantakan karena sudah mengorbankan diriku untukmu ternyata aku yang tersakiti. Aku belum bisa memilih anatara orang tuaku dan kamu, karena aku gak siap salah satunya akan membenciku. Biarkan kita seperti ini dulu, aku sedang berpikir keras mencari cara bagaimana kita ke depannya. Kasih aku waktu.", Ucap Sofi.


" Aku ngerti Sofi, tapi kalau kita diam ditempat tanpa berjuang itu tidak akan menyelesaikan masalah, kita hadapi berdua, datang ke orang tuamu, bagaimana sikap orang tuamu padaku. Aku siap menunggu kalau itu semua pasti.," Ucap Rendy dengan senyum tipisnya.


Mereka tenggelam dalam makanannya masing masing, khidmat dan tenang tanpa suara, bahkan dentingan pisau dan garpu nya pun tidak terdengar suaranya....


.........


SEGINI DULU YA...


πŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’šπŸ’š