Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 92 SIASAT BARU



Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Kesucian Syahadat


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Ketabahan Aisyah


Amanah Terindah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Bodyguard bayaran mereka banyak Pak Tatang. Sepertinya kita tidak bisa bergerak leluasa. Ibu Sofi akan menjadi target selanjutnya, karena jenasah itu adalah Ronal. Pelaku bisa menghabisi nyawa Ibu Sofi kapan saja. Ini yang seharusnya kita pikirkan. Hati-hati dengan tamu yang datang, yang ditakutkan mereka akan meletakkan alat penyadap di rumah Sofi. Maka keberadaan Rendy pun bisa terlacak oleh mereka." ucap salah satu tim tersebut memberikan penjelasan lain yang sangat masuk akal sekali.


"Apa kita pindahkan Sofi dari sana?" ucap Kang Tatang dengan lantang.


"Itu lebih baik Kang Tatang. Aku setuju dengan pendapatmu." ucap salah satu tim tersebut menyela.


"Baiklah ... Kalian urus semua. Jangan ada keluarga yang terlibat, beritahu Umi dan kedua orang tua Sofi bila Sofi dipindahkan ke tempat yang aman untuk menghindari hal-hal buang tidak diinginkan." titah Kang Tatang pelan tapi terdengar sangat tegas.


"Saya paham maksud Anda. Mungkin sekarang juga saya dan tim harus bergerak, mengungkap semuanya." ucap teman Kang Tatang tegas.


-Di Rumah Sofi-


Kondisinya stabil namun pikirannya tetap tertuju kepada Suaminya. Ingatannya sempat hilang namun Asmah berhasil membantu mengingat satu per satu hal-hal yang membuat Rendy bahagia.


Sedikit demi sedikit menurut informasi Asmah, Rendy pun semakin baik dan dinyatakan sembuh. Hanya lengannya yang masih perlu perawatan. Sesekali histeris mengingat itu semua, hanya saja tetapi yang diberikan Asmah pun bisa mengembalikan situasi dan kondisi Rendy menjadi normal kembali.


"Assalamualaikum ... Sofi ... Ada teman Kang Tatang dari Bandung yang akan membawa kamu kesana, ada Abah juga kok." ucap Umi pelan.


"Waalaikumsalam ... iya Umi. Umi ikut ya ... Biar Mama dan Bapak Sofi disini atau kembali ke rumah." ucap Sofi pelan dan mengiba.


"Iya sudah Umi ikut. Kamu sudah beresin baju?" tanya Umi pelan kepada Sang Menantu.


"Sudah Umi tadi Mama yang membereskan. Katakan pada supir Umi. Besok antarkan orang tua Sofi ke Stasiun ya." ucap Sofi pelan.


Umi pun menganggukan kepalnya dengan pelan lalu mengecup kening Sofi dan mengambil koper yang sudah disiapkan disana agar di bawa ke mobil secepatnya.


"Mama dan Bapak, terima kasih sudah menemani Sofi. Doakan yang terbaik buat Sofi dan Rendy, restu dan ridho Mama dan Bapak tetap Sofi pinta untuk kelanggengan rumah tangga Sofi dan Rendy." ucap Sofi pelan dan lembut ke arah kedua orangtuanya.


"Iya sayang. Mama dan Bapak tetap mendoakan kamu. Tetap Istiqomah dengan agamamu yang sekarang. Berbakti kepada Suami kamu. Mama dan Bapak hanya bisa mendoakan kalian dari jauh. Jaga kesehatan dan kandungan kamu, jangan banyak pikiran dan stres. Pasti pelakunya akan ditangkap secepatnya."ucap Mama Sofi dengan mantap.


Mama Sofi pun memeluk Sofi dan mengusap punggung anaknya pun dengan lembut. Tetesan air mata seorang ibu yang harus meninggalkan anak gadisnya itu melawan ujian yang cukup berat tanpa orang tu disisinya.


Ada tiga orang teman Kang Tatang yang menemui Sofi ke dalam kamarnya.


"Malam Bu Sofi, bagaiman sudah sehat. Ada hal aneh yang Ibu rasakan saat bertemu teman-teman Pak Rendy?" tanya salah seorang pria bertubuh tegap itu dengan tegas.


Sofi hanya menggelengkan kepalanya pelan dan menggenggam tangan Mamanya dengan erat.


"Tidak ada Pak." jawab Sofi pelan.


"Baiklah Bu Sofi. Malam ini kita harus memindahkan Bu Sofi ke Bandung. Malam ini kami akan menjebak pelakunya. Ada informasi mereka akan datang untuk menghabisi nyawa anda. Kamu sudah mengantongi nama pelakunya, karena ini menyangkut kematian Ronal." ucapnya tegas.


"Ronal?! Dia sudah meninggal?! Aku tidak salah dengar?!" tanya Sofi pelan.


"Mari saya antar ke mobil. Sudah tidak ada waktu lagi Bu Sofi. Nanti saya jelaskan, bila kasusnya sudah selesai." ucap salah seorang tim tersebut dengan tegas.


Sofi, Umi dan Abah pun sudah ada dalam mobil untuk melakukan perjalanan ke kota Bandung. Ada Satu polisi dan satu orang tim yang mengawal perjalanan.


Di dalam mobil, mereka pun menceritakan yang sebenarnya. Di rumah beberapa orang sudah siaga. Semua mengatur rencana dan siasat untuk menangkap satu pelaku yang sudah jelas dalam perjalanan menuju rumah Sofi.


Ponsel Sofi pun berdering kencang. Satu panggilan masuk dari sahabatnya Ika.


"Assalamualaikum ... Ika ... Iya .... main aja aku di rumah. Iya oke siap. See u." ucap Sofi yang agak gemetaran mengangkat telepon.


Entah apa hubungannya kasus ini dengan Ika sahabatnya. Yang jelas bila ada yang menanyakan keberadaan Sofi, ada dirumah.


Orang tua Sofi pun di pindahkan ke rumah Umi. Rumah Sofi dibiarkan kosong gelap dan tidak berpenghuni. Tapi ada beberapa orang yang dengan siap untuk menangkap pelaku utama malam itu juga.


Ponsel Sofi pun mulai berdering kencang. Satu panggilan masuk pun berbunyi tanpa ada nama tertera hanya nomor yang muncul.


"Assalamualaikum ... iya siapa? Oh Nanda .... iya ... aku ada di rumah. Siap. Oke." ucap Sofi pelan mengakhiri pembicaraannya.


"Siapa Nak?" tanya Umi pelan.


"Sahabatnya Mas Rendy. Namanya Nanda." ucap Sofi pelan.


Kenal saja tidak, tidak mungkin kan itu pelakunya, Sofi pun membatin.


"Malam ini tiga pelaku harus tertangkap, sudah kita incar selama beberapa hari ini di dukung bukti dan fakta-fakta yang ada." ucap salah seorang tim tersebut.


"Betul ... terkadang yang kita duga malah tidak bersalah namun yang tidak ada kaitannya merekalah dalang sebenarnya." ucap polisi tersebut singkat.


Malam ini sepertinya semakin menakutkan dan mencekam. Rasa cemas dan was-was bila mengetahui siapa pelaku percobaan pembunuhan dalam kasus ini.


Kalau sudah diungkap dan ternyata orang terdekat kita, lalu sikap kita harus bagaimana?


Sunyi dan hening perjalanan malam itu. Semoga saja semua berjalan lancar dan mudah.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


💚💚💚💚💚