
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Kesucian Syahadat
Dahsyatnya SHOLAWAT
Angkringan Cinta
Kopi Paste
Ketabahan Aisyah
Amanah Terindah
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
Namun bila selama mengandung, Ibu hamil itu menjalani dengan santai dan tanpa beban, maka kehamilannya pun akan tetap baik-baik saja. Itu semua tergantung bawaan jabang bayi dan kondisi Ibu hamil itu sendiri.
Malam ini adalah malam kebahagiaan bagi Kang Tatang dan Asmah. Mereka melakukan acara lamaran sekaligus tunangan di villa keluarga Asmah. Mereka sepakat akan menikah setelah kondisi Rendy pun stabil dan sadar dari tidurnya pasca operasi. Mungkin tidak akan lama lagi pernikahan itu pun akan terwujud.
Umi dan Abah menjadi saksi pertunangan antara Kang Tatang dan Asmah. Dan seluruh keluarga besar Asmah pun datang untuk menyaksikan keduanya bertunangan.
Tadi siang Umi di ajak oleh Kang Tatang untuk makan siang bersama lalu Kang Tatang pun mengungkapkan niatnya untuk melamar dan bertunangan dengan Asmah.
Umi menyambut niat baik Kang Tatang dan Asmah yang sudah menjemput Umi. Umi pun langsung menuju Villa dan menjadi saksi pengikat cinta keduanya.
Sedangkan Sofi dan Mamanya masih berada di kamar perawatan. Kondisi Sofi sudah lebih baik dan stabil kembali, kemungkinan besar besok Sofi bisa kembali pulang.
Ada rasa rindu ingin melihat Suaminya yang keadaannya sudah mulai membaik. Informasi itu didapat dari Asmah yang menjenguknya tadi. Padahal kenyataannya tidak sesuai dengan informasi yang diberikan kepada Sofi.
Setelah acara lamaran dan pertunangan Kang Tatang dan Asmah. Kang Tatang dan teman temannya pun mengambil alih kasus Rendy. Sudah beberapa saksi dan cctv yang dilihat siapa orang yang menyelundup masuk ke dalam mobil Rendy dan siapa yang ikut terbakar di mobil Rendy.
Dua hari kemudian Sofi pun sudah boleh pulang. Kondisinya sudah betul-betul baik dan stabil. Baby twinsnya pun sudah mulai kuat dan tidak bermasalah. Selama Ibunya tidak stres dan tetap makan makanan yang sehat mudah mudahan semuanya akan baik-baik saja.
Abah, Umi, Kang Tatang dan Mama Sofi pun mengajak Sofi kembali ke kotanya dan meninggalkan Bandung secepatnya.
Menurut informasi yang didapatkan, Sofi adalah target dari rencana mereka yang kedua. Tapi berita duka tentang Rendy pun sudah di viralkan, tentu hanya Sofi yang tidak tahu akan hal ini.
"Umi ... Sofi ingin bertemu Mas Rendy walaupun sebentar." ucap Sofi yang masih terduduk di brankar dan menunggu perawat melepaskan selang infusan yang masih tertusuk di punggung tangannya.
Umi pun mendekati Sofi lalu mengusap punggung menantunya itu dengan lembut.
"Rendy baik-baik saja. Tapi saat ini belum bisa kamu temui. Umi janji akan membawa kamu menemui Rendy nanti. Percaya pada Umi ya sayang ... " ucap Umi dengan suara serak. Suaranya sedikit tertahan di tenggorokannya, karena menahan tangisan agar tidak tumpah di depan Sofi.
Kemarin Umi seharian menemani Rendy di Villa. Keadaannya sudah membaik dan matanya sudah terbuka namun belum mengeluarkan satu suara pun. Hanya anggukan dan gelengan saja. Umi melihatnya pun tidak tega. Apalagi Sofi harus melihat ini semua. Kasihan dengan kedua bayi yang ada dikandungannya.
Sofi tidak berontak dan tidak histeris. Respon ini, di luar dugaan keluarga. Keluarga akan berpikir Sofi akan berontak dan histeris tapi kenyataanya tidak.
Sofi dan semua keluarganya kembali ke kotanya dan meninggalkan kota Bandung dengan sejuta luka dan rasa penasaran. Kang Tatang dan Abah pun masih tinggal di Bandung dengan alasan masih mengurus kasus Rendy.
Satu Minggu kemudian ....
Respon Rendy pun mulai positif sudah bisa mengeluarkan suara walau sangat pelan sekali. Kondisinya pun mulai membaik tapi lengan kanannya sepertinya patah.
Sudah beberapa hari ini setiap malam Rendy pun mengigau nama Sofi berulang kali. Mungkin ikatan batin keduanya sangat kuat.
Kasus Rendy pun mulai ada titik terang. Semua bukti yang sudah dikumpulkan dan mulai dipelajari. Beberapa orang saksi pun mulai di BAP dan sudah menemukan benang merahnya.
Saat ini tinggal menunggu hasil rekan-rekan Kang Tatang menyatukan petunjuk. Semoga saja semuanya tidak sia-sia dan pelaku pun dapat tertangkap.
Ada banyak jejak yang tertinggal sehingga memudahkan polisi mencari petunjuk dan informasi dan mengembangkan kasus ini dengan cepat.
Hanya jenasah ini yang belum diketahui motifnya, jenasahnya sudah diketahui identitasnya dari hasil otopsi pun orang ini sudah mati sebelumnya akhirnya terbakar.
Ada dua kasus yang berbeda tapi korbannya sama. Tersangkanya pun ada beberapa karena mereka melakukan dengan team.
Pelakunya masih dengan santai bergentayangan di jalan. Sesekali mencari informasi dari Sofi yang sudah ada di rumah. Untung saja selama perjalanan ke rumah kemarin Sofi sudah di beritahukan tentang masalah ini. Dan respon Sofi pun mendukung dengan semua saran Kang Tatang.
Ada beberapa orang yang menghubungi Sofi dengan alasan berduka cita. Ada yang datang langsung ke rumah Sofi untuk melihat keadaan Sofi secara langsung. Ada Candra, Ika, Rere, Pak Jae, Rangga, Bella, Adit, Wulan dan Nanda.
"Assalamualaikum Fi ... " ucap Rangga dengan membawakan makanan kesukaan Sofi.
Sofi sudah seminggu hanya rebahan di tempat tidur saja. Semua keperluan sudah siapkan oleh Mama dan Umi. Mulai dari makan, minum susu, mandi dan sebagainya. Sofi malah mirip dengan seorang pesakitan yang lemah dan tidak berdaya.
"Waalaikumsalam ... Mas Angga." ucap Sofi dengan pelan.
"Aku turut berduka cita ya. Aku gak tahu kejadiannya bakal seperti ini." ucap Rangga dengan raut wajah yang sedih dan menyesal.
"Sudahkah Mas Rangga. Ini semua takdir, kita harus bisa menerima kenyataan dengan ikhlas dan lapang dada." ucap Sofi pelan. Tuduhannya mengarah pada Rangga yang sepertinya dengan sengaja melakukan ini semua.
"Apa semudah itu kamu mengikhlaskan Suami yang sudah tiada?" tanya Rangga dengan sedikit heran kepada Sofi.
"Aku tidak ingin membahas itu. Yang lalu biarlah berlalu. Mas Rangga dengan siapa?" tanya Sofi pelan.
"Aku sendiri, mungkin nanti Bella dan teman kantor yang lainnya akan menjenguk kamu dan berbela sungkawa." ucap Rangga pelan.
Tidak ada senyum yang terbit dari bibir Rangga melihat kondisi Sofi yang menurutnya semakin lemah tanpa kehadiran Rendy.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
Terima Kasih ....
💚💚💚💚💚