Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 33 SIAPA RONAL??



SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


"Kita mau kemana lagi Sofi?" ucap Ika pelan.


Ika kelelahan mengikuti Sofi mengelilingi mall. Sofi memang hobby shopping, kadang barang barang yang tidak perlu pun Sofi beli hanya untuk memuaskan nafsu belanjanya.


"Ikutin gue aja Ika, apa loe udah laper? kita makan dulu di Buffet gimana?" ucap Sofi sambil memandang Ika dengan tajam.


"Ya udah ayok makan, gue udah laper, ini kaki gue lemes banget Sofi." ucap Ika merengek.


Ika pun duduk dipojok dekat kaca. Ika lebih dulu mengambil makanannya, kemudian disusul oleh Sofi.


"Loe sering kesini sof?" ucap Ika penasaran.


"Sering, ini favorit Rendy" ucap Sofi datar.


"Loe kangen ya? kenapa loe gak minta pindah ke Bali juga sof?" ucap Ika pelan, sambil mengunyah makanannya.


"Ya pasti gue kangen, gue ngerasa kehilangan, mungkin karena kita sering bareng jadi ya disaat dia gak ada, gue juga jadi kosong." ucap Sofi jujur.


"Kalo loe sama Ronal gimana? loe kan tunangan sama dia?" ucap Ika dengan tingkat kekepoan level akut.


"Rumit, gue lagi males bercerita panjang lebar. Loe hari ini nginep di kontrakan gue ya? Sebenernya sih gue disuruh nginep tempat budenya Rendy, tapi gue gak enak, gue takut Ronal bakal nekat, tadi aja dia ngancem gue." ucap Sofi dengan cemas.


dreeettt dretttttt


📱My husband...


"Assalamualaikum fi dimana? kok berisik?" tanya rendy.


"Waalaikumsalam di mall mas Rendy, kamu dimana?" ucap Sofi pelan.


"Tenang Rendy, Sofi sama gue!!!!" ucap Ika menyela.


"Itu Ika sayang?" tanya Rendy.


"Iya Ika, biasa minta makan gratis." ucap Sofi terkekeh.


"Bohong Rendy, nyodok biar gue nginep di kontrakannya, takut Ronal bertingkah...oppsss kelepasan" ucap Ika asal.


Sofi pun menatap tajam ke arah Ika, dan Ika hanya tersenyum tipis.


"Kenapa Sofi, ada apa sebenarnya? jujur sama aku." ucap Rendy tegas.


"Gak papa mas, kamu gak perlu khawatir ya?" ucap Sofi pelan.


"Kamu bawa mobilku kan? setelah ini kamu sama Ika tidur di rumah bude, gak usah balik ke kontrakan lagi. Kamu denger aku kan Sofi, aku pengen kamu kenapa kenapa." ucap Rendy.


"Iya mas Rendy, tapi aku ijin ke kontrakan sebentar ambil baju ya mas, gimana?" ucap Sofi merayu.


"Aku transfer uang sekarang, beli baju aja, gak usah pulang ke kontrakan lagi. Paham" ucap Rendy dengan nada tinggi.


"Iya udah, gak usah transfer, aku masih ada uang kok, nanti aja kalo aku kehabisan, aku minta kamu mas." ucap Sofi datar.


"Jangan bohongi aku Sofi!!" ucap Rendy tegas.


"Iya mas Rendy, Sofi paham, Sofi belanja dulu ya, assalamualaikum." ucap Sofi sedikit jengkel.


"Iya udah hati hati, waalaikumsalam." ucap Rendy pelan.


Sambungan telepon pun ditutup. Ika dan Sofi dengan cepat menghabiskan makanannya, sesekali mengobrol.


"Iya gue pastiin rahasia loe aman di gue, syok pulang gue cape nih, mau estafet Drakor ntar malem sofi." ucap Ika mantap.


"Ayok cepetan." ucap Sofi juga tidak sabar ingin pulang.


Badannya lelah, pikirannya lagi kacau, hatinya kusut, lengkap sudah penderitaan Sofi hari ini. Sofi dan Ika berjalan menuju pintu parkir lantai bawah.


"Sofi, itu Ronal kan? itu yang pake baju merah? lihat itu?" ucap Ika pelan dengan memberi isyarat. Satu tangannya mengambil ponsel untuk merekam kegiatan Ronal.


Ronal tidak sendiri bersama dua wanita paruh baya dengan gayanya yang manja. Ronal berpakaian rapi, dan lebih terlihat maskulin. Tubuhnya yang tegap, gagah dan atletis membuat kaum hawa bertekuk lutut dengan wajah tampannya.


"Oh iya Ika, bener. Fotoin kalo bisa videoin. Nanti kita ikutin aja Ronal." ucap Sofi penasaran dengan apa yang dilakukan Ronal dengan dua wanita paruh baya yang terlihat ganjen.


Dan fix, Sofi dan Ika mengikuti mobil kedua wanita yang membawa Ronal pergi dari mall itu. Perjalanan cukup jauh dari keramaian kota, dan mereka mencari suatu tempat, dan lagi lagi fix mereka ke hotel.


"Sofi mau ngapain mereka ke hotel? apa perlu gue ikutin masuk? biar kita dapat info tentang Ronal." ucap Ika pelan.


"Ide loe bagus juga Ika, tapi loe yang turun, gue tunggu di mobil ya? kalau gue ikut turun bisa kacau Ika." ucap Sofi mantap.


Ika pun turun dan masuk ke lobby hotel dengan santai. Rambutnya digerai agar tidak dikenali oleh Ronal. Ronal dan kedua wanita paruh baya itu sedang berada di resepsionis untuk memesan sebuah kamar. Setelah mendapatkan kunci kamar, mereka bertiga bergandengan tangan menuju lift. Adegan itu tidak luput dari rekaman video Ika.


Kesempatan gue nih, Ika langsung membututi mereka. Langsung menuju lift yang sama, Ika mengambil posisi dibelakang mereka.


Ronal tidak curiga dengan keberadaan Ika, selain rambut digerai, Ika menggunakan kaca mata hitam dan jaket Levis.


Ronal dan kedua wanita itu menuju kamar 478, dan Ika pura pura tetap jalan lurus ke depan.


Ika kembali menuju lift dan turun ke lobby hotel. Dan segera keluar parkiran menuju mobil Sofi.


"Udah balik loe ka?" ucap Sofi yang kaget dengan kedatangan Ika.


"Udah sof, semua gue rekam dengan baik, ntar gue kirim ke loe. Ayok balik cape gue sof." ucap Ika pelan.


"Gak nunggu Ronal? biar kita tahu kan Ika?" ucap Sofi polos.


"Sofi, loe jangan polos polos amat, mereka itu ngamar udah jelas pasti lama. Mending pulang ntar kita cari tahu lagi. Gimana? gue pasti bantuin loe Sofi." ucap Ika mantap.


"Makasih ya Ika loe emang temen gue paling baik." ucap Sofi lembut.


Sepanjang perjalanan menuju rumah bude Rendy, pikiran Sofi jadi tidak menentu. Sebenarnya apa yang dilakukan Ronal. Pantas aja Ronal itu jarang menghubungi Sofi. Untuk sekedar menanyakan kabar pun enggak pernah. Bukan berarti berharap dihubungi, hanya saja setiap ucapannya selalu meyakinkan bahwa Ronal mencintai Sofi, tapi buktinya enggak ada. Ini bisa aku jadikan alasan untuk memutuskan pertunangan kita Ronal. Dan video itu pun juga bisa dijadikan alasan yang kuat untuk memutuskan pertunangan kita.


dreeettty drettttt


📱My husband....


"Assalamualaikum, fi kamu dimana? kata bude belum pulang." ucap Rendy cemas.


"Waalaikumsalam, aku lagi dijalan menuju rumah bude mas Rendy, aku lagi nyetir mas." ucap Sofi pelan sambil fokus pada jalan.


"Kamu gak lagi bohongin aku kan Sofi?" ucap Rendy menyelidik.


"Demi Allah, mas Rendy, ini Ika lagi tidur, bentar lagi aku sampai rumah bude, nanti ku telepon lagi ya sayang." ucap Sofi lembut.


-------------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚