
SELAMAT MEMBACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
"Tidak bisa Sofi, tidak semudah itu kamu membatalkan rencana pertunangan ini yang sudah dipersiapkan bapak dari jauh jauh hari." ucap Bapak dengan nada marah.
"Tapi bapak sama saja seperti menjual Sofi kepada keluarga Ronal pak. Ronal bukan lelaki yang baik, pacarnya banyak pak, Sofi gak mau, Sofi mau dengan Rendy, Rendy mau melamar Sofi pak, Sofi mohon." ucap Sofi dengan memohon, dan derai air mata yang tidak terbendung lagi.
Rambut Sofi yang sudah basah karena keringat dan air mata terlihat lepek, wajahnya pun kusut, jauh dari terlihat kata cantik seperti biasanya. Matanya sipit dan sembab akibat terlalu lama menangis.
"Sudah cukup jangan menangis terus Sofi. CUKUP!!!! patuhi bapak ini yang terakhir kalinya!!!! ucap bapak Sofi dengan gusar dan cemas.
"Baik Sofi akan terima, tapi Sofi ada tiga permintaan dan bapak harus mengabulkan. Yang pertama Sofi tidak ingin buru buru menikah, paling tidak dua tahun lagi dan selama belum menikah jangan pernah mengekang sofi. Yang kedua, bila Ronal terbukti berselingkuh dan Sofi mempunyai bukti, maka pertunangan ini otomatis batal. Yang ketiga, Bapak akan menuruti semua permintaan Sofi apapun itu. Bapak siap, kalau deal kita mulai perjanjian ini." ucap Sofi lantang.
"Baik, Bapak setuju, jadi kamu menerima pertunangan ini." ucap Bapak tegas.
"Semua sudah terekam disini Pak, dan aku menerima pertunangan ini walaupun tidak ikhlas. Sudah jelas? aku ke kamar dulu. Besok aku ada dinas kantor, aku harus ke Padang, ada audit, aku berangkat pagi pagi." ucap Sofi berbohong.
Sofi sengaja mengatakan akan tugas ke Padang, karena kalau Ronal tahu dia ke Bali bisa repot urusannya.
Sofi pun lari ke kamarnya, dikunci kamarnya. Sofi hanya bisa menangis. Satu kata yang dia ucapkan DILEMA. Apa yang harus aku katakan pada mas Rendy. Suatu hubungan harus didasari kejujuran dan keterbukaan. Apapun resikonya. Ya Allah... tunjukkan jalan untukku. Semoga apa yang sudah aku putuskan tidak mengganggu hubunganku dengan mas Rendy.
Aku harus bicara dengan mas Rendy. Aku harus jujur. Aku akan meneleponnya sekarang.
My husband 💖 call
"Assalamualaikum mas." ucap sofi lembut.
Tidak ada sahutan, hanya hening.... terdengar suara sedikit ribut.
"Assalamualaikum mas..." ucap Sofi mengulang.
"Waalaikumsalam Sofi, maaf pak Rendy sedang meeting, ponselnya tertinggal diruangannya. Nanti aku suruh bell balik kalau sudah selesai." ucap Hana pelan.
"Iya Hana, sampaikan karena ini penting." ucap Sofi kemudian.
Bruk... Sofi pun kalut dan melemparkan barang apapun yang dekat dengannya ke sembarang arah agar kekesalannya hilang. Tapi percuma ada juga tambah pekerjaan, lantai jadi berserakan gelas pecah.
Tidak lama ponsel Sofi pun berbunyi.
Dreet dreetttt.......
"Assalamualaikum, Sofi ada apa, tadi kata Hana ada hal yang penting, dan aku harus langsung menelepon mu, ada apa sayang? coba katakan padaku." ucap Rendy cemas.
"Waalaikumsalam, maafkan aku bila aku mengecewakanmu, uangmu sudah aku transfer balik. Lupakan aku mas Rendy, lupakan semuanya." ucap Sofi dengan terisak.
"Ada apa sebenarnya Sofi, tolong jangan buat aku frustasi dan khawatir seperti ini." ucap Rendy kasar.
"Malam ini aku harus bertunangan dengan Ronal. Tadinya bapakku punya hutang dan aku berniat membayarnya, tapi usahaku sia sia. Pertunangan itu tetap harus dijalankan. Karena perjanjian hutang itu dibayar dengan pertunanganku. Ini Gila!!!!! Aku harus bagaimana mas Rendy?" ucap Sofi ketus.
"Aku serius mas Rendy. Aku bingung, aku harus bagaimana? mau tidak mau ini harus terjadi. Aku harus bagaimana!!!!" ucap Sofi frustasi.
"Oke tenang Sofi." Rendy pun menghela nafasnya kasar.
"TENANG KATAMU, HAL SEBESAR INI KAMU BILANG TENANG!!!? KAMU ITU CINTA GAK SAMA AKU!!!!!! ATAU KAMU SUDAH JALAN SAMA RERE, IYAA!!!!? JAWAB RENDY!!!!" ucap Sofi makin kasar dan frustasi.
Berada dalam fase menegangkan seperti ini, semua jadi serba salah, dijawab salah, tidak dijawab pun tambah salah. Pikiran pun jadi kalut dan tidak bisa berpikir jernih. Beginilah jika tidak bisa meredam emosi jiwa sendiri.
"Sofi dengarkan aku dulu. Aku suamimu Sofi, tentu aku mencintai kamu. Sekarang kamu ikuti alur permainan bapakmu, dua Minggu lagi aku tetap ke rumahmu untuk melamarmu. Kamu tahu kan Ronal seperti apa, ya nanti tinggal dibuktikan. Kita cari bukti bahwa Ronal bukan orang baik. Kamu setuju?" ucap Rendy pelan. Lebih baik mengalah dari pada mendengar Sofi berteriak-teriak gak jelas karena frustasi.
"Oke baiklah, aku lanjutkan pertunangannya nih? kamu beneran gak papa? emang kamu gak cemburu, aku dekat dengan Ronal?" ucap Sofi datar sambil mengusap usap sisa air matanya di pipi.
"Yah mau bagaimana lagi kan? tapi kalo dicium jangan mau. Bibirmu itu milikku, ngerti gak?" ucap Rendy ketus.
"Iya, aku ngerti dan paham suamiku sayang. Mas Rendy, mau ngabulin permintaanku gak?" ucap Sofi memohon penuh harap.
"Insya Allah demi kamu aku lakukan. Apa sayang? kamu mau minta apa? mobil? rumah? ayo sebutkan." ucap Rendy menantang. Karena Rendy pikir perempuan pasti mintanya yang berhubungan dengan harta atau uang.
"HAMILI AKU SAJA MAS, BIAR KITA BISA BERSATU!!" ucap Sofi lantang.
"Astaghfirullah... sayang kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan?" tanya Rendy frustasi. Bisa bisanya ini cewek mikir jauh begitu.
"Aku serius, aku siap kok? kan kita udah halal juga jadi kan gak berdosa." ucap Sofi polos.
"Iya memang kita halal, tapi kan restu orang tuamu belum ada. Aku gak berani Sofi, maafkan aku. Jangan buat aku khilaf ya. Aku laki laki normal yang punya nafsu dan birahi. Jangan sekali kali kamu memancing aku, kamu dengar sofi? Aku akan menjaga kehormatanmu Sampai restu mama dan bapakmu kuterima. Tolong hargai keputusanku Sofi." ucap Rendy pelan. Wajahnya gusar dan cemas bila janjinya malah ia langgar sendiri. Apalagi Sofi sering mengajak tidur bareng, aku harus menahan gejolak dalam tubuhku.
"Baik, aku mengerti, tapi kalau kamu menginginkannya bilang padaku, aku takut kamu cari kepuasan di luar sana. Jangan kamu siksa dirimu dan batinmu untuk sesuatu yang sudah dihalalkan. Mungkin dengan cara ini, kita bisa menjelaskan pada orang tua kita bahwa kita sudah menikah. Kamu urus secepatnya buku nikah kita Di KUA." ucap Sofi mantap tanpa keraguan.
"Siap nyonya Rendy, umi sedang mengurusnya. Apa kamu benar benar sudah siap punya anak? atau ingin KB dulu? aku terserah kamu?" ucap Rendy memberi pilihan.
"Kamu gila ya mas, banyak orang ingin punya anak, kamu malah pengen menunda, kamu itu aneh. Aku siap mas Rendy, aku gak perlu KB. Resiko perempuan ya hamil, yang penting hamil ada suaminya, ada yang tanggung jawab." ucap Sofi ketus.
"Iya sayang, jangan ngambek gitu donk. Kan mau tunangan, nanti kalo jelek tunangannya kabur lho...!!??" ucap Rendy meledek.
"Mas rendy, kamu itu nyebelin banget sih. Biarin jelek biar gak ada yang mau. Cukup mas Rendy aja yang mau sama Sofi." ucap Sofi manja.
"Iya sayang. I love u, udah dulu ya, mau makan siang sama klien dulu, besok aku jemput dibandara persiapkan dirimu untuk honeymoon." ucap Rendy dengan terkekeh.
"Dasar gila. I Love u too. assalamualaikum." ucap Sofi dengan senyum mengembang.
"waalaikumsalam." Rendy pun menjawab pelan sambil menutup sambungan video callnya.
--------------------------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚