
LANJUT YA...
BIAR GAK PENASARAN
JANGAN LUPA TEKAN TANDA BINTANG
HEPPIII READING
πππ
" Sudah selesai? Yuk berangkat sekarang" , tanya Rendy.
"Sudah, yuk", jawab Sofi lembut
Mereka sudah didalam mobil dan mereka pun banyak mengobrol, entah apa saja yang diomongkan.
Perjalanan menuju Cirebon memerlukan waktu 4 jam, baru satu berlalu.
Sofi pun menyalakan musik, sambil melirik Rendy yang sedang fokus menyetir.
"Kenapa ngeliatin terus, ntar jatuh cinta lho sof", ucap Rendy dengan pedenya.
"Aishhh pede banget, emang Rendy kamu itu ganteng, tapi aku ngeliat kamu itu, ini mo lagu apa? Biar aku puterin" ,ucap sofi polos.
"Tuh kan ngakuin aku ganteng, tapi sayang, aku ditolak sedih hatiku... Ku menangis .... ", Ejek Rendy.
" Mulai kan, udah deh aku turun aja", ancam Sofi.
' Yah ngambek nih, bidadarinya Rendy, jangan ngambek dong, ntar jelek lho", ucap Rendy jujur.
Sofi pun memilih lagu dari HP nya. Dia pilih salah satu lagu...
πΆ Biyen aku Jeh betah, suwe suwe wegah, nuruti kekarepanmu sonsoyo Bubrah..... Biyen wes tak wanti wanti Ojo nganti lali, namun kenyataanya pergi. πΆ
" Ekhmm .... Ada yang inget mantan nih.. udah lupain kan ada aku sayang", ucap Rendy.
" Gak usah di bahas Rendy, males dengernya, kamu nih mau ajak aku refreshing apa mau cari ribut?", Ucap Sofi kesal.
Rendy hanya tersenyum tipis dan fokus pada jalanan. Percuma berdebat kalo lagi begini. Sofi bisa marah besar. Lagi lagi Rendy hafal karakter Sofi.
Musik pun di matikan, Sofi mulai jenuh, gimana tidak dari tadi cuma tol sepi yang dilewati. Sofi pun membukaΒ harta Karun ya dari minimarket sebelah kantor. Sofi pun mengambil cemilan keripik singkong dan dua air mineral. Kedua minuman itu dibuka, yang satu dia berikan pada Rendy.
Kemudian membuka plastik keripik singkong, lalu menyuapi Rendy.
Rendy menerima suapan itu, sudah biasa Sofi memang tipe perhatian, dulu sewaktu Rendy sakit Sofi ikut mengurus Rendy, ini yang membuat Rendy jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada Sofi.
Flashback off
" Aku suapi ya rend, kamu harus makan setelah itu minum obat,ini udah aku bawain obat."
Telaten sekali satu per satu sendokan demi sendokan pun disiapkan ke dalam mulut Rendy.
Membuka obat dan meminumkannya.
Membantu ke kamar mandi
Sungguh mulia sifatmu Sofi....
Flashback on
" Kenapa mesam mesem gak jelas gitu?", Tanya Sofi heran.
" Ihhhh enggak kok, salah lihat kali, lagi fokus jalan" ,jawab Rendy cuek.
Semua cemilan habis ludes tak bersisa tapi mulut masih aja pengen ngunyem. Sudah 2 jam berlalu. Sofi membuka hp android nya membuka lagi playlist musik, dinyalakan kembali.
Kali ini Sofi memilih pop
πΆ Suara dengarkanlah aku, apa kabarmu pujaan hatiku, aku disini menunggu nya masih berharap di dalam hatinyaaaa... πΆ
Mereka berdua pun tanpa sadar bernyanyi bersama dengan suara keras.
πΆ Ku cintamu tak berarti bahwa ku harus memiliki mu slamanya...πΆ
Tanpa beban, dan mengalir begitu saja seolah memang mengungkapkan apa yang mereka rasakan saat ini.
πΆ Di saat malam datang ku tahu kesendirianku dan bila pagi datang ku tahu kau tak di sampingku, aku masih disini untuk setia.....πΆ
"Yakin setia, yakin mau nunggu?", Celetuk Sofi.
"Buktikan sendiri Sofi, apa aku pernah mempermainkan mu, pernah aku menyentuh mu, aku mau jaga kamu seutuhnya sampai halal nanti", ucap Rendy mantap.
OMG kuping Sofi salah denger gak nih, adudududu merah nih kayaknya pipi Sofi, malu sumpah maluuuuuu, batin Sofi.
Sofi tidak menjawab, hanya tersenyum manis dan itupun sudah mewakili perasaanya.
" Sof, ke rest area dulu ya, mau sholat ashar dulu, gak papa kan?, Kamu di mobil aja oke, jangan kemana-mana ntar hilang, aku bisa frustasi", ledek Rendy.
Sofi hanya mengangkat jempolnya tanda oke sambil tersenyum.
Tak lama HP Rendy pun berbunyi..
Maryam is calling....
"Assalamualaikum, A Rendy, dimana? Atuh neng teh kangen, kata umi sama Abah, As mau pulang bawa calon istri, atuh enenng bisa frustasi. Eneng bunuh diri aja, Eneng kecewa." Ucap Maryam tanpa tahu yang mengangkat adalah Sofi.
"Waalaikumsalam, ini Sofi, mas rendynya lagi sholat, gimana ada pesan nanti saya sampaikan", ucap Sofi kesal. Siapa sih nih cewek, sok imut banget.
Lho lhoooolooo kenapa kesel Sofi, sadar diri kamu bukan siapa siapa nya Rendy.
" Oh ini jadi yang namanya Sofi, yang mau jadi istrinya Aa Rendy, yang udah jadi PELAKOR, ngerebut cintanya Maryam, diajak gelut nanti kalo sampe sini. Awas keun sia sofii." Ucap Maryam kesal.
Sambungan pun langsung ditutup Maryam.
Ini bukan kali pertamanya Sofi mengangkat panggilan masuk di HP Rendy, Rendy selalu bilang angkat aja, aku gak ada rahasia sama kamu. Pernah suatu saat Sofi mengangkat panggilan masuk ternyata uminya Rendy. Serasa hidup berhenti, jantung berhenti, keringet dingin. Apalagi sebentar lagi berhadapan OMG.....
Rendy pun sudah selesai sholat ashar, Rendy membawa dua minuman kopi dan kebab, ya Rendy tahu Sofi paling suka es cappucino dan kebab. Langsung masuk ke dalam mobil.
" Assalamualaikum, ngalamun aja, ini makan dulu apa mau aku suapin? Hemmm", tanya Rendy.
"Waalaikumsalam, ihh ngagetin aja, iya taruh situ ntar aku makan", ucap Sofi datar. Sambil memalingkan wajahnya ke arah kaca penumpang.
" Kamu kenapa Sof, tadi seneng, sekarang bete, itu kenapa HP ku, ada yang telepon, apa umi telepon?", Tanya Rendy lembut.
Seraya memberikan HP rendy, Sofi pun menjawab " gak, cek aja siapa yang telepon", ucap Sofi kesal.
Rendy pun cek pesan, WA, panggilan masuk...." hemmm ini penyebabnya Maryam", batin Rendy.
" Kamu cemburu sama Maryam?", Tanya Rendy. Sofi hanya diam.
" Mau dimakan gak", tanya Rendy kembali.
" Ya udah kalo diem aja, jalan ya?", Ucap Rendy tenang.
Ini bukan pertamanya juga Sofi cemburu dengan Rendy, sering bahkan. Teman kantornya bahkan ada yang terang terangan nembak Rendy, alhasil Sofi ngambek, gak ngomong seminggu.
Itulah Sofi, yang egois dengan sikapnya padahal batinnya meronta ronta minta dikawinin sama Rendy...
Sudah hampir empat jam perjalanan, sebentar lagi sampai, Sofi masih tertidur pulas dari ngambek tadi.
Alhamdulillah sampai juga, mobil pun masuk garasi rumah kediaman umi dan Abah.
Rendy pun membangunkan Sofi.
" Sof, bangun sudah sampe, itu Abah sama umi udah nungguin", ucap Rendy lembut.
Sofi pun membuka matanya perlahan, masih antara sadar dan tidak, kemudian menegakkan duduknya merapikan rambut dan bajunya. Diambilnya tisu basah untuk mengelap wajahnya dari pulau pulau yang terbentuk.
" Udah cantik, udah gak ada pulaunya", ledek Rendy polos
Sambil membuka pintu mobil dan keluar. Sofi pun mengerucutkan bibirnya tanda kesal ikut membuka pintu dan keluar dari mobil.
Seger banget udaranya, Sofi menarik dalam nafasnya dikeluarkannya pelan pelan. Sofi membalikkan badannya dan melihat Rendy didepannya.
" Yuk, itu Abah dan umi udah diteras.", Ucap Rendy.
Rendy menggandeng tangan Sofi sebagai tanda kepemilikan. Ini kali pertamanya Rendy menggenggam tangan Sofi. Ada perasaan aneh yang menjalar dari kaki hingga ke kepala.
.....
Selamat membaca
πππππ