
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
Hari ini meeting bersama dengan klien dari Jepang untuk membahas proyek yang akan dilakukan di Bali. Seminggu lagi proyek itu akan segera ditindak lanjuti. Maka hari ini semua perencanaan dan anggaran harus ACC. Rendy sebagai pimpinan dan Sofi sebagai pemegang kendali anggaran, sedangkan perencanaan diserahkan pada Hana dan Rere sebagai pengganti Rendy sementara. Rendy memang sudah dipromosikan menjadi pimpinan cabang Bali, jadi semua pekerjaan termasuk meeting dengan klien langsung diambil alih oleh Rendy.
"Sofi, perencanaan anggaran sudah beres, jangan sampai ada yang terlupa. Ini meeting penting dan kita sebagai team, tolong jaga kekompakan pada team kita." ucap Rendy tegas.
Semenjak jadi Pimpinan, wibawa Rendy harus dijaga terlebih didepan anak buahnya, tak terkecuali dengan sofi.
"Sudah beres Pak Rendy, bahkan kemarin anda sendiri yang sudah mengotorisasi anggaran itu." ucap Sofi tenang.
"Hana dan Rere bagaimana tugas kalian, semua perencanaan pembangunan dan maketnya sudah kita buat dari dua bulan yang lalu. Hari ini kamu harus presentasi, berikan daya tarik dari proyek itu, agar mereka menyetujui kerja sama ini tanpa perjanjian apapun." ucap Rendy mantap.
"Sudah beres Pak, kami sudah siap untuk presentasi Pak." ucap Hana gugup.
"Oke kita siap meeting pertama kita, SUKSES" ucap Rendy menyemangati.
💚💚💚
"Alhamdulillah semua beres sesuai dengan perencanaan kita. Terima kasih atas team yang solid." Rendy mengucapkan terimakasih kepada semua teamnya termasuk Sofi, Hana dan Rere.
"Kita bisa kembali Pak, atau masih ada yang harus kita lakukan?" ucap Hana pelan.
"Tidak ada Hana, silahkan pulang. Sofi, sepertinya acara kita majukan, kita harus ke rumah orang tuamu sekarang juga. Apa kamu siap?" ucap Rendy lantang, sungguh keberanian yang luar biasa.
Perasaannya sedang bahagia sehingga keberaniannya muncul begitu saja tanpa memikirkan resiko. Buatku yang penting maju dulu baru nanti cari solusi dengan keluarga Sofi, batin Rendy.
Sebenarnya Rendy cemas, gugup, panik, dan takut mau bertemu CALON MERTUA, tapi perasaan itu harus dibuang jauh jauh demi sofi. Dan sebagai bukti keseriusannya pada Sofi.
"Kamu serius kan? gak bercanda? Aku siap, lebih cepat berarti lebih baik. Aku tidak mau kucing kucingan lagi dengan bapak." ucap Sofi mantap.
"Oke kita bersiap, apapun yang terjadi kita tetap bersama mempertahankan hubungan kita." ucap Rendy semangat.
Perjalanan yang melelahkan bagi Sofi, bagaimana tidak Sofi harus bolak balik ke Bandara dan menuju rumahnya dalam waktu sehari. Tapi demi sebuah hubungan dan restu bapak, ini harus Sofi lakukan.
"Masih jauh fi?" tanya Rendy gugup.
Jantungnya semakin berdegup kencang dan tak karuan. Ada perasaan takut yang luar biasa membayangkan sang mertua yang murka.
"Sebentar lagi, gak perlu gugup mas Rendy, kita hadapi berdua. Apapun yang terjadi aku tetap bersamamu mas Rendy." ucap Sofi meyakinkan.
"Hemm iya." ucap Rendy sambil menghela nafas yang panjang dan membuangnya pelan.
Benar benar perasaan gugup yang tidak bisa dikondisikan. Lebih gugup ketemu calon mertua daripada jadi pimpinan meeting. GILA!!!
"Alhamdulillah sampai juga, ayok mas kita masuk, tunjukkan keperjakaanmu hhahahah." ucap Sofi terkekeh.
"Apaan sih kok keperjakaan dibawa bawa. Penasaran belum nyoba ya????" ucap Rendy malah balik menggoda Sofi.
"Salah ngomong, maksudnya keberanian sayang, tuh bercanda biar kamu gak tegang, muka udah kayak tiang listrik aja. Ayok buruan mas." ucap Sofi pelan.
tok..... tokkkk.....tokkkkk
ceklek...
"Sofi.. kamu pulang lagi nak?" ucap mama dengan senyum sumringah.
"Iya mama, kenalkan ini Rendy ma, yang kemarin aku ceritakan. Rendy ini mamaku." ucap sofi pelan.
"Oh iya, mamanya Sofi, pantes Sofi tergila gila denganmu ganteng begini." ucap mama Sofi asal.
"Tante bisa aja, saya uang tergila gila dengan Sofi, anak Tante cantik banget." ucap Rendy membalas candaan mama Sofi.
"Ayok duduk mas Rendy? Bapak mana ma? Sofi mau bicara." ucap Sofi mantap.
"Ada, sebentar mama panggil ya." ucap mama Sofi.
"Tenang ya mas Rendy, mamaku itu ramah kalau bapakku itu tegas tapi baik kok, kalau kamu pintar mengambil hatinya, pasti restu kamu dapatkan." ucap Sofi menenangkan.
"Sofi...kamu pulang membawa kejutan buat bapak?" ucap bapak dengan keras dan lantang.
Panggilan bapak yang begitu lantang membuat aku dan mas Rendy sedikit terlonjak kaget.
Ya Allah, niatku sungguh baik semoga Engkau buka mata hati bapak.
"Bapak, kenalkan ini mas Rendy, dia Pimpinan di cabang Bali." ucap Sofi pelan dan penuh hormat.
"Rendy om." ucap Rendy penuh wibawa. Rendy mencium tangan bapak Sofi dengan hormat.
"Ada keperluan apa kalian datang kemari?" ucap Bapak Sofi.
"Kedatangan saya kesini untuk melamar Sofi om. Saya tahu Sofi tadi malam sudah bertunangan dengan Ronal atas kehendak om dan Tante. Kami berdua sudah merencanakan acara ini jauh jauh hari, kebetulan saya harus mengurus urusan di Bali jadi agak terhambat. Dijari manis Sofi sudah ada cincin bermata hijau, dan kami sudah siap untuk menikah. Saya akan memberikan mahar, apapun yang kalian minta. Jadi saya harap om dan Tante merestui pernikahan saya dengan Sofi." ucap Rendy lantang dan mantap.
Rendy memang sudah tahu bahwa keluarga Sofi itu sedikit matre, semuanya dinilai dengan uang. Jadi jalan satu satunya pun harus diiming-imingi uang agar restu mudah didapat.
Gubrakkkk...
Meja tamu pun digebrak oleh Bapak Sofi.
"Apa kelebihanmu hingga berani melamar Sofi putri saya. Memangnya gaji jamu sebagai pimpinan berapa? dan kamu yakin gajimu itu bisa mencukupi kebutuhan Sofi?" ucap bapak Sofi sambil menimbang-nimbang permintaan Rendy.
"Saya punya usaha tambak ikan Pak di kota C, sekitar 2 hektar. Abah saya juga punya Pabrik penggilingan padi. Ibu saya akan membuka restauran dan sekarang dalam proses pengerjaan." ucap Rendy jujur dan mantap.
"hemm.... Terus kalau kalian menikah Sofi bagaimana kerja atau dirumah?" tanya bapak Sofi spontan.
"Keputusan ada ditangan Sofi, saya tidak akan memaksakan." ucap Rendy bijak.
"Kalian itu kan beda agama, terus kalian mau nikah secara apa?" tanya bapak Sofi penuh selidik.
"Sofi akan masuk Islam Pak, maafkan Sofi tapi sudah sejak lama Sofi ingin menjadi muslimah, ingin memakai kerudung, menurut Sofi, melihat para muslimah yang menggunakan pakaian syar'i itu bisa menjaga diri dan kehormatannya Pak." ucap Sofi lantang.
"Apa kamu yakin dengan keputusanmu Sofi?, apa kamu tidak takut Bapak marah dan menganggapmu sebagai anak durhaka.!!!!" ucap bapak semakin keras.
"Apapun resikonya sofi terima Pak, termasuk Bapak tidak menganggapku sebagai anak lagi. Aku akan tetap menjadi muslimah sesuai keinginanku. Ini bukan permasalahan karena aku ingin menikah dengan mas Rendy aku berpindah keyakinan. Tapi ini masalah hati Pak, Masalah ketenangan dan kenyamanan. Sofi beberapa kali mimpi membaca Al-Qur'an dan sholat. Mimpi itu sering sekali hadir hampir setiap malam. Sofi pikir itu cara Allah SWT menunjukkan jalan kepada Sofi untuk meyakini Allah SWT. Sofi kemudian mencari kebenaran tentang Islam, dan ternyata itu hidayah untuk Sofi. Banyak orang orang mencari hidayah Pak, tapi Sofi mendapatkannya dengan mudah. Selama ini aku sudah menjadi muslimah, ini buktinya Sofi punya mukena dan Sofi sering melakukan sholat 5 waktu dengan tepat waktu. Aku harap Bapak bisa menghargai keputusanku ini. Biarkan Rendy menjadi imam sofi, Pak. Rendy orang yang paham agama. Dia mencintai Sofi dan segala kekurangan Sofi." ucap Sofi dengan terisak.
Rendy pun tertegun mendengar penuturan Sofi, baru kali ini Sofi menceritakan kenapa Sofi begitu ingin belajar Islam. Rendy pikir itu karena kekuatan cinta mereka, ternyata Rendy salah itu karena Allah SWT telah menurunkan hidayah kepada Sofi.
--------------+++---------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚