Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
BAB 63 PEMBUKAAN SAUNG KANG RENDY



Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, jarak Perjalanan menuju Saung hanya sekitar tiga puluh menit. Sofi pun sudah bersiap diri dan mengeluarkan motornya untuk dipanaskan terlebih dahulu.


Sofi membawa tas selempang kesukaannya lalu mengunci pintu rumah itu. Motor melaju dengan kecepatan sedang menuju Saung tersebut. Sebelumnya Sofi sudah mengabari mertuanya untuk pergi sendiri dan mertuanya pun akan sedikit terlambat datang karena Abah sedang ada urusan panen empangnya.


Tidak lama Sofi pun sudah sampai di halaman parkiran Saung, dan Sofi memarkirkan motornya di bagian parkir motor yang sudah disediakan.


Ini baru pertama kalinya Sofi datang kembali setelah membeli lahan dan membangun Saung ini. Proses finishing dan persiapan Saung hingga proses perekrutan karyawan pun dilakukan oleh Rendy semua.


Sofi pun berjalan menuju arah pintu masuk Saung yang bertuliskan Wilujeng Sumping, ornamen yang dipilih juga bagus yang berbahan kayu dan rotan sehingga bau alam pun menggunggah kebahagian tersendiri bagi Sofi.


Rendy memang mempersembahkan Saung ini untuk Sofi agar Sofi memiliki kesibukan mengurus Saung. Jadi semuanya sesuai dengan kesukaan Sofi.


Sofi melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam, ada ruang tunggu dan beberapa kursi serta lukisan cantik sebagai tempat berfoto pengunjung. Pemandangan langsung berarah menuju danau buatan yang indah, ada permainan bebek uang dikayuh dan ada dua bangunan ditengah danau itu, ada Musholah dan ada satu bangunan untuk pribadi.


Sofi mengedarkan pandangannya dengan sangat takjub. Di sisi kanan ada beberapa Saung yang berdiri kokoh di atas Empang buatan, dibawahnya banyak sekali bibit ikan, bisa juga digunakan untuk memancing.


"Subhanallah... ini bagus sekali." desah Sofi pelan.


Tadi sewaktu diparkiran Sofi pun sudah dibuat takjub dengan lukisan cantik bergambar abstrak yang sungguh indah membuat mata terus saja mengagumi semua karya itu dengan sempurna. Masuk kesini dibuat lebih takjub lagi. Sedangkan di pinggiran kolam, ditanami buah strawberry dan anggur yang tertanam dengan rapi dan terawat.


Sofi pun masuk ke dalam Saung dan duduk disana, masih terlihat sepi, dan karyawan pun belum terlihat. Hanya ada satpam dan dua orang laki-laki yang sedang membersihkan seluruh Saung.


Ada satu orang perempuan menghampiri Sofi.


"Maaf Saung ini belum dibuka, baru hari ini akan dibuka oleh pemiliknya. Jika ingin kemari datanglah jam sembilan pagi akan ada acara open Saung Kang Rendy. Silahkan menunggu di ruang tunggu." ucap Karyawan itu dengan sopan dan lembut.


Karyawan itu tidak mengetahui bahwa Sofi pemilik Saung itu. Sofi hanya menganggukkan kepalanya dan pergi meninggalkan Saung menuju ruang tunggu. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk berdebat. Wajar saja seluruh karyawan tidak mengenalnya karena memang Sofi belum memperkenalkan diri kepada mereka semua.


Setengah jam sudah Sofi menunggu di ruang tunggu dan menikmati keindahan serta kesejukkan hawa di sekitar Saung.


Ada dua lelaki masuk melalui pintu depan menuju Saung, sambil mengedarkan pandangannya ke semua tempat, seperti sedang mencari seseorang.


"Mas Rendy.... " ucap Sofi lirih dari ruang tunggu yang masih setia duduk disana.


Sofi sadar hubungannya dengan Rendy masih belum membaik, perasaan kecewa yang dirasakan Rendy karena sikap cuek dan masa bodoh dari Sofi serta sikap egois yang kurang menghargai Rendy sebagai suaminya.


Terlihat Rendy menanyakan kepada beberapa orang karyawannya, entah apa yang dibicarakannya.


Satu orang pria lagi berjalan menuju arahnya dan duduk di sebelah Sofi. Terlihat guratan senyum bahagia melihat Sofi yang duduk sendiri di ruang tunggu.


"Hai... boleh kenalan?" tanya pria itu pelan, sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Senyuman lebar khas kebahagiaan.


"Waalaikumsalam... boleh silahkan." ucap Sofi pelan dan mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Sofi berusaha untuk tidak kontak dengan siapapun terlebih dengan pria asing yang belum dikenalnya.


"Aku Rangga, teman pemilik Saung ini, Kamu siapa? mau bekerja atau menunggu open Saung disini nanti jam sembilan? atau ingin meliput Saung ini sebagai rekomendasi tempat yang bagus?" ucap Rangga penuh semangat. Hatinya bergemuruh saat melihat Sofi pertama kali. Seperti orang yang sedang jatuh cinta dan dibuat penasaran segala tentang wanita cantik di sampingnya ini.


"Kok ketawa sih? aku kan bertanya?" ucap Rangga kemudian.


Sofi sempat kehilangan pandangan Rendy, sekilas menengok ke samping Rendy sudah berjalan ke arah Sofi dan Rangga.


Sofi tersenyum lebar kepada Suaminya itu. Perasan senang dan bahagia pun tercurah dengan senyuman manis yang mengembang dengan sempurna.


"Kamu disini Fi? Mas cari kamu muter-muter." ucap Rendy pelan.


"Maaf Mas, tadi karyawanmu belum mnegenalku dan aku disuruh menunggumu dan duduk di ruang tunggu." ucap Sofi dengan jujur.


"Oh ya... mereka belum mengenal kamu sayang. Mari ku kenalkan dengan seluruh karyawan disini sebelum acara dimulai." ucap Rendy pelan, dengan menggandeng tangan Sofi dengan lembut.


"Sayang?...." ucap Rangga pelan ke arah Rendy.


"Astaghfirullah.... maaf Rangga. Kenalkan ini Sofi istriku. Akhirnya aku bisa mengenalkan padamu bidadariku ini." ucap Rendy dengan mengejek.


Sofi memang terlihat sempurna, cantik dan manis walaupun kulitnya tidak putih tapi bersih dan mulus. Wajah yang tertutup dengan jilbab segi empat yang membuat tampilannya semakin anggun. Gamis yang berwarna hijau tosca dengan manik mutiara tersebar di seluruh baju membuat kesan mewah pada baju tersebut.


Rendy mengenalkan Sofi sebagai istri dan bidadarinya. Serasa ada batu besar menimpa Rangga, lehernya tercekat membuat kerongkongannya menjadi kering dan sulit berbicara. Wanita yang membuat jatuh hati pada pandangan pertama, ternyata sudah ter-cap halal milik sahabatnya sendiri.


"Maafkan aku, Rangga." ucap Rangga pelan memperkenalkan diri kembali.


"Bukankah tadi sudah bilang namanya Rangga?" ucap Sofi dengan polos.


"Kalian sudah kenalan Fi?" tanya Rendy pelan.


"Tadi Mas Rangga mengajak kenalan, baru memperkenalkan diri, kamu keburu datang, dan aku belum sempat berkenalan." ucap Sofi dengan jujur.


"Ya sudah, ayo kita ke dalam, aku akan mengenalkan nyonya Rendy kepada mereka. Ayo Rangga ikut aku?" ucap Rendy pelan kepada Rangga yang masih terlihat kikuk.


"Kalian duluan, aku masih ingin melihat lukisan ini dan berfoto diri dulu." ucap Rangga pelan. Raut wajahnya terlihat cemas dan panik, ada rasa takut di dalam dirinya karena mengagumi istri sahabatnya sendiri.


"Oke baiklah, kalau mencari ku ada di dalam Ngga." ucap Rendy dengan sopan.


Rendy pun mengajak Sofi berkeliling badan memperkenalkan Sofi sebagai pemilik Saung sekaligus istri dari Rendy. Semua karyawan menunduk dengan hormat dan memperkenalkan diri satu per satu. Jumlah semua karyawan termasuk satpam dan tukang bersih-bersih sekita sepuluh orang, dan akan bertambah seiring kemajuan Saung.


Acara perkenalan pun sudah selesai mereka berdua duduk dipinggiran danau sambil menunggu waktu tepat pukul sembilan untuk pengguntingan pita. Banyak orang sudah berkumpul di halaman depan untuk hadir di acara open Saung Kang RENDY.


"Mas, makasih semuanya, Sofi suka." ucap Sofi pelan sambil memandang wajah tampan Suaminya.


Rendy pun tersenyum mendengar ucapan tulus dari sang istri.


JAZAKALLAH KHAIRAN