
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Kesucian Syahadat
Dahsyatnya SHOLAWAT
Angkringan Cinta
Kopi Paste
Ketabahan Aisyah
Amanah Terindah
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
"Aku sendiri, mungkin nanti Bella dan teman kantor yang lainnya akan menjenguk kamu dan berbela sungkawa." ucap Rangga pelan.
Tidak ada senyum yang terbit dari bibir Rangga melihat kondisi Sofi yang menurutnya semakin lemah tanpa kehadiran Rendy.
Rangga sudah pulang, saat ini ada Bella dan beberapa teman Rendy yang menjenguk Sofi dan mengucapkan rasa bela sungkawa.
Awalnya Sofi ragu menerima tamu walaupun niat mereka baik untuk berbela sungkawa. Firasat seorang istri dan seorang perempuan itu lebih tajam dan lebih peka. Entah mengapa banyak orang yang datang itu malah membuatnya makin mengesalkan bukan malah memberikan ketenangan jiwanya.
"Sofi ... Kenapa?" tanya Ika yang hadir menjenguk Sofi. Ika jauh dari Ibu kota bersama Rere rela bersusah payah datang menjenguk Sofi.
Sofi hanya menggeleng dengan cepat. Sofi tidak ingin ada yang mengetahui tentang kondisi Rendy dan keberadaannya saat ini.
Tadi baru saja video call dengan Asmah tentang kondisi terkini Rendy. Wajahnya sudah terlihat segar dan tidak pucat, hanya saja masih belum bisa bicara ataupun memanggil nama nama orang di sekitarnya. Kemungkinan memang Rendy mengalami cidera kepala yang mengakibatkan kehilangan memorinya untuk sesaat. Ini hilang ingatan sesaat bukan permanen, bantu pasien mengingat siapa dirinya sebenarnya.
Seharusnya Sofi ada disana menemani suaminya. Mungkin dengan cara itu, Rendy suaminya bisa mengingat kembali dengan cepat atau malah sebaliknya??
"Nanti akan ada waktunya ketemu. Kamu sehat dulu sama baby twinsnya biar bisa ketemu Ayah Rendy." Hanya itu ucapan Asmah dan tersenyum ramah kepada Sofi sambil memperlihatkan Rendy yang sedang tertidur.
-Di Villa Asmah-
Sudah berkumpul, Kang Tatang dan beberapa rekannya yang menyelidiki kasus Rendy. Semua petunjuk sudah bisa di ungkap. Alurnya pun jelas, ada dua pelaku namun berbeda, bisa ikan satu team. Ini petunjuk pertama.
Petunjuk yang kedua, mereka semua teman kantor Rendy.
"Kalian sudah yakin dengan semua petunjuk itu?" tanya Kang Tatang pelan.
Semuanya pun mengganggukkan kepalanya dengan tegas dan mantap.
"Kami sudah menyelidiki sejauh ini Pak Tatang. Hanya saja, pelakunya memang terlihat santai dan tidak ada rasa takut sedikitpun." ucapnya dengan pelan.
"Aku ingin tahu. Coba berikan alur petunjuk itu kepadaku." tanya Kang Tatang dengan tegas.
"Untuk Kasus Pertama ... Ini berkaitan dengan teman kerja Sofi dan Rendy di Ibu kota. Awalnya orang ini ingin menyingkirkan Sofi dengan menjadi sahabat karibnya. Dibalik itu semua karena orang ini menginginkan mantan tunangan Sofi yang bernama Ronal. Sahabatnya ini pun mengetahui keberadaan Sofi dan berusaha melenyapkan Sofi. Namun sayang, orang ini juga di manfaatkan oleh Ronal yang tidak mau kehilangan Sofi. Dan Ronal pribadi ingin menyingkirkan Rendy sebagai rivalnya. Ronal menghancurkan karir Rendy hingga Rendy pun akhirnya memilih resign dari perusahaan itu. Ini juga ada keterlibatan Pak Jae sebagai Direktur Perusahaan tersebut.
Untuk Kasus Kedua ini berlainan namun saling berkaitan. Tersangkanya adalah sahabat Rendy sendiri yang menjebak perusahaannya dengan klien palsu dengan identitas palsu pula. Ada orang dalam dari perusahaan yang membantu agar rencananya ini berjalan dengan lancar dan sukses. Orang tersebut, orang yang diam namun memiliki dendam pribadi kepada Rendy di masa lalu sewaktu sekolah dan ingin melenyapkan Rendy seolah-olah dengan terjadinya tragedi kecelakaan. Orang dalam yang membantunya adalah rekan kerja Rendy sekaligus saudara jauh dari pelaku.
Kasus Ketiga ini muncul karena saling terkait namun tidak ada kaitannya dengan permasalahan Rendy. Pembunuh jenasah yang ada di dalam mobil Rendy itu sudah diketahui identitasnya. Di bunuh dengan di beri racun saat acara pesta pernikahan Rendy dan Sofi. Korban tidak sadarkan dan dimasukkan ke dalam bagasi mobil sambil meletakkan beberapa barang yang memang milik Rendy. Kalau ini terekam jelas di cctv parkiran Saung Kang Rendy. Namun jenasah ini dimasukkan ke dalam kantong baju jas yang dipinjam Rendy di salon.
Itu semua hasil analisis kami. Dan ini saling berkaitan satu sama lain. Lebih hebatnya semua terstruktur dengan baik dan semua rencana dilakukan di hari yang sama. Tapi setelah diselidiki ketiga pelaku tidak saling mengenal satu sama lain." ucap salah satu tim analisis kasus tersebut.
Kang Tatang pun tampak tercengang dengan alurnya, saat ini yang membuat Kang Tatang penasaran adalah siapa tersangka tersebut.
"Lalu siapa orangnya? Aku ingin mengetahuinya." ucap Kang Tatang dengan raut wajah penuh kekesalan dan amarah.
"Maaf Pak Tatang ... ini semua masih dirahasiakan hingga semuanya benar-benar terungkap jelas oleh pihak kepolisian." ucap Salah satu tim analis bayarannya itu.
"Polisi itu lambat. Aku ingin kalian yang mengungkap tabir tragedi Rendy!!" ucap Kang Tatang tegas dengan sorot matanya yang tajam dan seperti ingin membunuh.
"Tapi Pak Tatang?? Kami tidak punya kekuasaan itu." ucap mereka pelan.
"Lalu?! Kami hanya menelan mentah-mentah kebenaran itu?? Tanpa tahu kapan lagi bisa terungkap semuanya?" ucap Kang Tatang dengan sengit.
"Kami sudah berikan bukti dan petunjuk itu kepada pengacara. Tapi ... " ucapan mereka pun terhenti seperti ada sesuatu yang mengganjal.
"Tapi apa?!" ucap Kang Tatang dengan suara keras dan semakin murka.
"Mereka pun membayar hakim dan jaksa untuk memenangkan kasus ini." ucap mereka pelan.
"Astaghfirullah ... lalu kerjaan polisi itu apa?!! Sepertinya aku sendiri yang harus turun tangan mengurus ini semua. Kalian kenapa begitu cemas dan takut seperti itu." ucap Kang Tatang tegas.
"Bodyguard bayaran mereka banyak Pak Tatang. Sepertinya kita tidak bisa bergerak leluasa. Ibu Sofi akan menjadi target selanjutnya, karena jenasah itu adalah Ronal. Pelaku bisa menghabisi nyawa Ibu Sofi kapan saja. Ini yang seharusnya kita pikirkan. Hati-hati dengan tamu yang datang, yang ditakutkan mereka akan meletakkan alat penyadap. di rumah Sofi. Maka keberadaan Rendy pun bisa terlacak oleh mereka." ucap salah satu tim tersebut memberikan penjelasan lain yang sangat masuk akal sekali.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
Terima Kasih ....
💚💚💚💚💚