
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
" Allah takkan melupakan kebaikan yang kamu beri, kesusahan orang lain yang kamu atasi, dan mata yang hampir menangis, lalu kau buat bahagia."
Hidup bersama dengan orang yang dicintai itu pasti keinginan setiap wanita, tapi pilihan seperti apa yang jangan sampai membutakan hati karena kemodusan.
Kalau memang kebahagiaanku itu bersamamu aku bisa apa rendy, aku akan terima takdirku, batin Sofi.
" Kutunggu janjimu Sofi, aku selalu serius dengan perkataanku, jangan buat keluargaku kecewa." Ucap Rendy tegas.
" Iya Rendy, ta... Tapi bila orang tuaku tidak merestui bagaimana? Bagaimana juga dengan Ronal? Aku bingung Rendy?", Ucap suci terbata bata.
" Kalau boleh mengikuti kata hatiku Rendy, aku pasti memilihmu, tidak ada yang kurang darimu Rendy, untuk perbedaan aku bisa mengalah Rendy asal kamu bisa membimbing dan mengajari ku pelan pelan hingga aku benar benar paham tentang Islam, tapi aku takut jadi anak durhaka, aku takut berdosa Rendy? Seharusnya kamu tahu betapa tersiksanya batinku Rendy, kamu tahu aku memang seorang Nasrani tapi aku hanya sebatas pergi ke gereja setiap minggu tanpa tahu dan mengerti tentang ajaranku karena aku Nasrani dari lahir dan aku dibabtis seperti kebanyakan bayi bayi lain yang dibabtis dan aku hanya belajar agama disekolah, tapi tak sedikit pun orang tuaku mengajariku tentang agama, hanya berbuat baik kepada, menolong sesama, dan jujur, semua agama baik, dan aku pribadi tidak pernah membedakan agama tapi kenapa aku selalu mendapatkan pacar yang berbeda agama, entah apa skenario Tuhan terhadap jalan hidupku, apabila takdirku untuk mengenal Alloh bukankah itu baik. Yang tidak baik itu hanya pandangan orang terhadap kita. Ini semua rahasia Tuhan Rendy", ucap Sofi keras dan menangis, dia lelah dengan semua ini. Perjalanan hidupnya seakan membawa kebimbangan terus menerus.
Rendy tercekat, terhentak, ada rasa nyeri dihatinya, ada rasa sesak di dada nya jantungnya terasa meloncat kaget mendengar penuturan Sofi yang tulus tapi kecewa, terlihat dari nadanya yang berapi api menjelaskan perjalanan hidupnya yang tak jelas dalam hubungan percintaannya.
Rendy menatap Sofi iba dengan kondisi yang seperti ini.
" Sofi, aku mencintaimu tulus, aku akan menunggu sampai kamu benar benar siap dan ikhlas untuk mengikuti ku, aku tidak ingin memaksa, semua ada jalannya masing masing. Lalu lalu itu sudah menjadi takdirnya , sudah menjadi jodohnya Alloh pasti akan memudahkan, ada jalannya. Saat ini tinggal kamu yang ambil keputusan, mau mu seperti apa" ,ucap Rendy tenang.
Sofi kembali terisak, bulir kristal bening di pelupuk matanya tidak bisa dibendung lagi. Deras sekali hingga Sofi tidak dapat melihat sempurna.
Sofi mengambil bantal dan menutupi wajahnya dengan bantal itu.
" Rendy... Boleh aku menjalani keduanya?" Ucap Sofi ragu.
" Maksudmu ?, Tanya Rendy penasaran sambil mengernyitkan dahinya.
" Aku jalani dengan kamu tapi aku juga jalani dengan Ronal, biar waktu yang menjawab mana yang harus ku pilih." , ucap Sofi enteng tanpa rasa berdosa sedikit pun.
" Kamu waras kan Sofi, apa aku perlu cek tingkat kewarasanmu, kamu mau aku dusun juga, aku jalani dengan yang lain, otakmu itu dimana!? PERASAANMU ITU DIMANA SOFI!? APA KSMU SUDAH MATI RASA, TIDAK BISA BERFIKIR JERNIH!?. Kamu kira kaki kaki itu GAK PUNYA HATI DAN PERASAAN, memilih mana yang harus jamu pilih, GILA kamu Sofi, SAKIT JIWA kamu tuch, Ucap Rendy sedikit membentak dengan nada marah.
Suasana pagi yang seharusnya hangat, lembut , sejuk, berubah jadi mencekam, dingin, aura emosi bertebaran. Sofi terhenyak mencerna jelas apa yang dibicarakan Rendy. Biar bagaimanapun Rendy itu laki laki normal, laki laki biasa yang berhak mendapatkan cinta seutuhnya bukan dibagi. Emang aku yang gak waras nih. Aku bingung.........., Batin Sofi.
Rendy keluar kamar dan menutup pintu agak kencang sehingga terdengar ..... Brukkkkk...
Untung rumah sepi, biasanya pagi begini umi ke pasar diantar Abah. Mereka sudah tua tapi tetap kompak. Jarang melihat mereka bertengkar. Liatnya juga adem ayem.
Rendy pun pergi keluar rumah sambil menghirup udara segar, rasa penat di kepalanya seketika hilang akibat dinginnya udara yang masuk ke paru paru, jantung dan otak. Jadi lebih fresh.
Waktu menunjukkan pukul 06.00 wib. Umi dan Abah sudah datang, dan sudah mulai sibuk di dapur mempersiapkan yang baik untuk calon mantunya. Mereka berharap kejadian curhat menyurhat antar umi dan Sofi, membuat Sofi lebih mantap bersama Rendy.
Umi dan abah tidak tahu saja kejadian tadi pagi yang terjadi begitu sangat mencekam. Kalau Rendy emosi, itu kamar udah kayak kapal pecah.
Sofi masih di kamar termenung, matanya bengkak sekali jadi terlihat sipit, mukanya pucat, tangisnya sudah berhenti, Sofi mengingat apa saja yang disampaikan oleh Rendy, Sofi hanya bergumam, bener kata Rendy, mungku aku sakit jiwa, mana ada yang mau diselingkuhin di depan mata. Tiba tiba ide datang.... Ehmmmm kalo selingkuhnya gak ketawan bisa tuh, jalanin keduanya tinggal bagi waktu apa susahnya, terus pilih mana yang bener bener cocok dan baik buat kita. Alih alih Sofi pun gak mau kehilangan Rendy, dia sudah nyaman betul dengan pria tampan itu, senyum dengan lesung pipi yang membuat lupa akan segala permasalahan yang ku hadapi.
Aku harus minta maaf sama Rendy, biar gak diem diem begini juga gak enak banget. Tapi Rendy dimana ya. Aku cari aja ke depan dulu, gumam Sofi.
Sofi pun keluar kamar ingin mencari Rendy, tapi sebelum itu dia berkaca memastikan mukanya gak kusut kayak curut. Lagi pula dilihat umi kenapa, kayak habis mau diperkosa aja.... Whaaatttttt diperkosa ..... Sama rendyy.....ughhhh mauuuuu..... Emang saki jiwa nih Sofi, ngarep diperkosa, ngarep teh dikawin. Aihhhhh hus hus hilang kamu setan setan jangan meracuni pikiranku yang masih polos ini...... Baginya sambil terkekeh.
Sofi bergerak cepat menuju teras rumah, wahhhhhh seger banget..... Sejuk kayak di Bandung. Rendy mana ya sambil celingak celinguk kayak maling wae. Tuh dia lagi di depan pagar, Sofi pun menyusul, eitsssss sama siapa tuh.... Siapa tuhh... Awewe tuh.... Kok hatiku jadi sakit sih ngeliat begituan. Siapa sih itu gak kelihatan mukanya ketutupan pohon jambu, sial sial.... Jeh puguh itu awewe pakai kerudung. Coba geser dikit biar kelihatan itu mukanya kayak gimana. See geser geser.... Hap... Wuihhhhh geulis alamak....... Aku cembuyu cembuyu cembuyu.....
Rendy kenapa kau berhasil mematahkan hatiku, disaat aku ingin menggapai mu.
KENAPA RENDY, batin Sofi berteriak keras.....
Apa yang harus aku lakukan menangis atau tetap memanggil. Kalo menangis berarti aku kalah, kalau tetap memanggil dan pura pura cuek, berarti hatiku tercabik cabik.
🎶 OH TUHAN KUCINTA DIA, KUSAYANG DIA, RINDU DIA, INGINKAN DIA....🎶
Sejak kapan ini cemburuan begini... Sakit tak berdarah.
Jadi aku putuskan tetap .....
----------+++-++++++++++--------