Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 78 BELLA ITU BUKAN LAWAN



Sofi menoleh arah suara dari koridor dan terlihat Rangga berlari ke arahnya dan memanggil namanya dengan keras.


Nafas Rangga yang terengah-engah pun terdengar bergemuruh dan cepat.


"Ada apa Mas Rangga?" tanya Sofi pelan.


"Oh... itu.... aku mau pesen kue lagu untuk acara keluarga di rumah. Bisa? Acaranya masih satu minggu lagi, pesan tiga macam kue dengan jumlah 300 pcs per item. Bisa kan? Lidah saya sudah cocok dengan kue buatan kamu." ucap Rangga pelan.


"Makasih Mas Rangga, untuk minggu depan hari apa? infoin aja lewat Mas Rendy." ucap Sofi pelan.


"Fi.... kamu ngapain?" tanya Rendy sedikit ketus. Kecemburuannya akhir-akhir ini sedikit menggila. Entah aura apa yang membuat Sofi memang terlihat cantik, anggun dan mempesona.


"Mas Rendy.... " ucap Sofi dengan segera memeluk Rendy. Sofi pun merasa aneh, akhir-akhir ini selalu rindu suaminya, pengen selalu memeluk dan mencium kedua pipinya yang menggemaskan.


Pelukannya semakin erat dan erat seperti ada rasa takut kehilangan. Sofi pun mencari kenyamanan di dada bidang Rendy dan menghirup aroma maskulin dari parfum kesukaannya.


"Kamu kenapa Fi?" ucap Rendy sambil mengusap punggung Sofi dengan pelan.


Rangga yang melihat adegan kemesraan itu pun terlihat kecewa. Jiwa dudanya meronta-ronta, sekalinya move on berlabuh pada cinta yang salah.


Rendy pun tersenyum kemenangan, hal ini juga bisa di artikan wanita ini adalah miliknya, hanya milik Rendy seorang.


"Fi..... kamu kenapa sayang?" ucap Rendy mengendurkan pelukannya dan menangkupkan kedua pipi Sofi dengan tangan Rendy.


Sofi hanya menggeleng dengan manja, matanya mulai berkaca-kaca, ini perasaan apa sih, gumam Sofi dalam hati.


"Heiii Fi.. kenapa nangis?" ucap Rendy pelan sambil mencium pipi kanan Sofi untuk menenangkan.


Rendy pun menatap Rangga seakan meminta penjelasan dari pria itu. Rangga yang mengerti maksud Rendy pun hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mengetahui.


"Aku hanya memesan kue Rendy, untuk minggu ada acara keluarga di rumah." ucap Rangga menjelaskan.


Rendy pun membelalakkan kedua matanya, permintaan aneh yang meluncur begitu saja dari bibir Sofi dengan jujur dan polos.


"Kamu baik-baik saja kan Fi?" tanya Rendy pelan, menanyakan keanehan istrinya.


"Iya Mas Rendy. Dari pagi aku mual dan muntah, aku kepikiran kamu dan rindu sama kamu. Makanya kesini." ucap Sofi lembut.


"Ayok kita masuk ke ruangan." ucap Rendy pelan sambil merangkul bahu Sofi.


Sofi pun menurut dan masuk ke dalam ruangan kerja Rendy. Ada Bella disana sedang membuka berkas untuk ditandatangani oleh Rendy. Sekilas menatap Sofi dengan tajam dan sinis.


"Mas Rendy duduk di sana aja. Aku akan menyiapkan makanan yang sudah aku bawa dari rumah." ucap Sofi lembut. Tangannya dengan cekatan menyiapkan seluruh makanan di piring. Sesekali hidungnya ditutup karena sedikit mual mencium aroma bumbu masakan yang menyengat.


"Fi... kenapa? kok hidungnya sampai ditutup gitu." ucap Rendy pelan. Sedari tadi melihat keanehan pada Sofi yang menutup hidungnya dengan kedua jarinya


"Aku juga gak tahu Mas." ucap Sofi dengan polos.


"Ke dokter ya. Aku antar, gimana?" Ucap Rendy memberikan solusi.


"Kamu mau mengantarkan aku Mas Rendy? setelah makan ya. Aku mau periksa, rasanya juga aneh." ucap Sofi menjelaskan.


"Sini makan dulu, katanya mau di suapi sama aku." ucap Rendy pelan.


"Pangku ya Mas Rendy." ucap Sofi manja dan melirik ke arah Bella yang sejak tadi memperhatikan ke arah Rendy dan Sofi.


"Ekhmmmm Bella... kalau kamu malu, boleh istirahat di luar. Istriku sedang ingin bermanja-manja denganku." ucap Rendy dengan tegas.


JAZAKALLAH KHAIRAN