
Mobil sudah berhenti di rumah minimalis mereka berdua. Rendy dan Sofi pun turun dan masuk ke dalam rumah. Sofi langsung menuju kamar untuk mengganti bajunya, rasa panas dan gerah membuat tubuhnya menjadi tidak nyaman.
"Mau makan? biar aku siapin." tanya Sofi lembut.
Rendy pun langsung memeluk Sofi yang sedang mengganti bajunya dari arah belakang.
"Maafin aku, selalu membuat kamu kesal Fi. Aku hanya takut kehilangan kamu karena aku pengangguran. Makanya Mas mencoba mencari pekerjaan." ucap Rendy jujur.
"Mas, kita lagi berjuang, alhamdulillah kamu dapat pekerjaan. Kita syukuri aja.. Sofi pengennya juga kerja. Tapi mengurus Saung pasti juga akan menguras waktu, tenaga dan pikiran." ucap Sofi pelan, menatap kearah cermin di depannya.
Tubuh Sofi pun dibalik menghadap Rendy. Rendy pun mendekatkan wajahnya ke wajah Sofi, lalu dengan pelan Rendy mulai mencium bibir Sofi dengan lembut dan semakin dalam.
Mereka berdua pun larut dalam ciuman berhasrat itu. Sofi pun melepaskan ciuman itu .
"Mas.. kamu kan mau kerja, nanti malam aja, ini masih siang." ucap Sofi lembut.
Rendy pun terkesiap, belum puas mencium tapi sudah dilepas oleh si pemilik bibir.
"Aku tunggu janjimu sayang, nanti malam ya." ucap Rendy mengingatkan, sambil mencubit pipi Sofi dengan gemas.
"Mulai deh. Mau makan apa mau kerja?" tanya Sofi pelan.
"Aku berangkat aja ya. Ini hari pertamaku kerja. Aku ingin Rangga menikahiku baik." ucap Rendy pelan.
"Ya sudah, aku akan istirahat Mas." ucap Sofi datar.
"Nanti Umi kesini, bawa asisten nemenin kamu disini. Kamu gak keberatan kan?" tanya Rendy pelan.
"Iya Mas. Makasih ya, kamu selalu memberi yang terbaik buat aku." ucap Sofi pelan.
"Karena aku, suamimu. Aku selalu ingin yang terbaik buat kamu." ucap Rendy pelan sambil mengecup kening dan mata Sofi.
"Ya sudah, berangkat Mas. Kasian Mas Rangga pasti sudah nungguin anak buahnya yang lagu buncin." ucap Sofi pelan, sambil mengatakan Rendy ke teras rumah.
"Mas mau kerja dulu, baik baik dirumah. Kalau terima pesanan kue jangan sampai capek." ucap Rendy pelan.
Rendy pun memasuki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan sedang. Sofi menutup pintu rumah kembali setelah kepergian Rendy. Hari ini ada dua pesanan kue ulang tahun yang dipesan dari medsos. Sofi tidak kenal tapi pembayaran sudah lunas ditransfer oleh pembeli.
Sofi pun menuju dapur dan menyiapkan bahan bahan kue yang akan ia buat. Yang satu black forest full cokelat dengan tulisan anniversary dan yang satu kue ulang tahun untuk anak kecil dengan anime Tayo.
Dengan telaten dan cekatan Sofi pun membuat dan menghias kue tersebut sesuai dengan pesan pelanggan. Cukup lama juga, sudah dua jam Sofi berkutat dengan kue buatannya dan akhirnya selesai. Nanti tinggal mengantar saja.
"Assalamualaikum.... Sofi... ?" panggil Umi Anisa pelan dari teras depan.
"Waalaikumsalam Umi...." jawab Sofi sopan sambil membukakan pintu rumahnya.
Sofi pun mempersilahkan Umi Anisa masuk dan duduk di sofa. Dengan cekatan Sofi segera ke dapur untuk membuatkan minuman untuk kedua tamunya.
"Diminum Umi." ucap Sofi dengan sopan.
"Makasih Fi. Sofi ini ada Bik Karsih yang akan bantu bantu kamu disini. Dia dan anaknya Mutiara akan tinggal di sini. Ini rekomendasi Umi sayang." ucap Umi Anisa pelan.
"Iya Umi, Sofi senang sekali. Ada yang bisa membantu Sofi. Sofi baru saja selesai membuat kue pesanan. Rencananya mau nunggu Mas Rendy pulang untuk mengantarkan tapi takut waktunya bentrok." ucap Sofi pelan.
"Biar sama Kang Mamat diantar Fi?" ucap Umi Anisa pelan.
"Biar Sofi naik taksi online saja Umi. Dekat kok, kasihan Kang Mamat." ucap Sofi pelan.
"Okelah kalau begitu, ayo Bik Karsih kita ke belakang, kamarnya ada dibelakang Sofi?" tanya Umi Anisa pelan.
"Iya Umi. Maaf sampai lupa, ayok Bik Karsij, Sofi antar Bik Karsih ke kamar. Mutiara kemana Bik?" tanya Sofi yang baru sadar tentang Mutiara yang tidak ada bersama mereka.
"Panggil saja Tiara Non Sofi, Tiara bekerja di salah satu konter Hp di pasar." ucap Baik Karsih pelan.
"Jadi Bik, untuk kamar utama, biar Sofi yang membersihkan, Sofi tidak ingin ada yang masuk siapa pun itu, kecuali Sofi yang menyuruh." ucap Sofi tegas.
"Di ingat Baik baik Bik Karsih, bilang Tiara jangan ke kamar Non Sofi dan Den Rendy." ucap Umi Anisa mengingatkan.
"Iya Nyonya Umi, pasti bibik kasih tahu Tiara." ucap Bik Karsih pelan.
"Ya sudah Bik, silahkan bereskan pakaian bibik dan kamar Ninik, setelah itu boleh kerjakan yang menurut bibik harus didahulukan." ucap Sofi pelan.
Sebenarnya Sofi kurang suka dengan Kedatangan Bik Karsih dan Mutiara. Seperti memasukkan ayam ke kandang singa.
Bik Karsih adalah istri mantan pegawai Abah di Empang. Suaminya telah meninggal dua tahun yang lalu karena jantung. Sejak itu Bik Karsih bekerja panggilan sebagai butuh Cuci Gosok. Karena tidak memiliki rumah, Bik Karsih pun mencari pekerjaan rumahan, agar bisa tinggal. Mutiara adalah anak semata wayang Bik Karsih, Mutiara adalah hadis yang baik dan pintar, dia berhasil menyelesaikan SMK dengan nilai terbaik. Bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup, Mutiara pun menjadi salah pergaulan semenjak bekerja di konter HP. Gaya hidupnya menjadi tinggi dan royal. Mutiara pun berubah menjadi perempuan yang ambisius dengan tingkat obsesi yang sangat tinggi.
Umi Anisa dan Sofi kembali ke depan dan mengantarkan Umi yang berpamitan untuk pulang karena akan ada pengajian bulanan.
"Fi, Umi pulang dulu. Kamu jangan cape cape biar cepat dapat momongan ya. Besok berarti mulai menghias Saung untuk acara resepsi kan?" ucap Umi Anisa dengan lembut.
"Iya Umi, salam untuk Abah dan Zahra, suruh main kesini Umi, Sofi kangen sama Zahra." ucap Sofi lembut, kemudian mencium tangan Umi Anisa dengan sopan.
Kepergian Umi Anisa membuat suasana rumah kembali sepi dan sunyi. Hanya ada Bik Karsih dan Sofi saja. Sofi pun berniat mengantarkan kue pesanan milik pelanggannya. Tidak lupa memesan taksi online untuk mengantar ke alamat yang dituju. Sofi pun bersiap dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih sopan.
"Bik.... Saya mau pergi dulu mengantar pesanan Kue Ulang Tahun. Kerjakan saja yang belum saya kerjakan Bik." titah Sofi lembut.
"Baik Non Sofi, bibik akan mencuci pakaian, tadi bibik lihat ada tumpukan pakaian kotor di halaman belakang." ucap Baik Karsih pelan.
"Oh Iya Bik. Tadi saya ada acara belum sempat mencuci pakaian. Saya tinggal Bik." ucap Sofi berpamitan.
Taksi online pesanan Sofi pun sudah datang dan dengan cepat Sofi pun menaiki taksi online itu dengan membawa dua kardus kue pesanan.
Pesanan Kue Black Forest Anniversary dikirim untuk seorang wanita bernama Wulandari Septiani atau Wulan. Alamatnya tidak jauh sekitar lima belas menit dari rumah Sofi.
Taksi online pun sudah tepat berada di titik alamat yang di tulis oleh Sofi, Rumah Minimalis dan sederhana tampak asri dan nyaman. Sofi pun turun dan mengetuk rumah tersebut.
"Assalamualaikum.... " ucap Sofi sambil mengetuk pintu rumah.
"Waalaikumsalam... iya dari mana?" tanya Wulan sedikit gugup.
"Saya Sofi dari Bakery Online. Ini pesanan Black Forest nya." ucap Sofi pelan.
"Silahkan masuk Kak Sofi, maaf saya jarang menerima tamu. Boleh saya lihat pesanannya?" tanya Wulan pelan.
Kue Black forest itu tampak cantik dan sempurna, sepertinya rasanya pun sama dengan tampilan yang cantik.
"Silahkan dilihat, sesuai pesanan ya kakak? ini ada tester bolu pelangi boleh dicicipi sekarang." ucap Sofi pelan.
"Baiklah, akan saya cicipi. Ummmmm ini enak dan lembut Kakak. Saya suka, berapa ongkirnya? ini sekalian tips dari saya, saya puas dengan hasil kue ini." ucap Wulan dengan senang.
Sofi pun menerimanya dan berpamitan pulang, karena masih ada satu tugas lagi untuk mengantarkan Kue Ulang Tahun berbentuk Tayo.
Taksi online pun menuju alamat yang kedua. Kalau yang ini jaraknya sekitar dua puluh menit, Perumahannya pun kawasan elite. Mobil pun berhenti pada titik koordinat sesuai alamat yang dituju.
Sofi pun turun tepat di rumah yang sangat Bu megah dan mewah. Kakinya melangkah pasti dan memencet bel yang ada di dekat pintu pagar. Ada satpam yang menghampiri dan menanyakan tujuan kedatangan Sofi. Satpam pun sibuk menghubungi Bos nya dan kemudian mempersilahkan masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum... " ucap Sofi pelan dan sedikit gugup.
"Waalaikumsalam... eh Sofi?" ucap seseorang dibalik pintu.
Sofi terkejut melihat siapa yang menjawab salamnya dan membukakan pintu rumah untuknya. Sungguh dunia ini memang sempit, menjauhi tapi malah dekat. Semoga tidak ada niatan buruk, dan semua berjalan baik baik saja. Untung taksi online masih menunggu sehingga ada alasan untuk cepat cepat pulang.
Kebahagiaan ku adalah bersamamu, bukan dengan yang lain. Bila ada yang mencoba untuk ikut membahagiakan aku itu semua adalah ujian dan cobaan untuk rumah tangga kita.
JAZAKALLAH KHAIRAN