
SELAMAT MEMBACA
๐๐๐๐๐
Kenapa seorang perempuan hatinya selalu lembut sehingga mudah goyah karena hanya perlakuan baik seorang pria. Padahal perbuatan baik itu hanya sebatas modus dan harapan palsu. Kadang kita meninggalkan yang seseorang tulus demi seseorang yang modus, yang lebih bisa merayu kita. Wanita dengan mudahnya terpikat karena pesona pria, padahal kelebihannya hanya satu, sedang kekurangannya itu lebih banyak. Kenapa wanita lebih mudah terbuai dengan rayuan gombal pria. Kenapa wanita lebih mudah di iming-imingi seperti anak kecil, padahal si wanita tahu janji itu tidak bakal ditepati.
Tapi semua rayuan, gombalan, modus dari para pria selalu membuat seorang perempuan itu senang dan jatuh cinta.
Sungguh pintar, wahai engkau kaum Adam, kamu lekuk lekuk lidahmu untuk berkata rayuan gombal membuat hati perempuan menjadi luluh dan terpikat.
Aku lelah sekali hari ini, tapi aku harus mempersiapkan perjalananku besok pagi, batin Sofi.
Sofi pun mengecek ponselnya untuk mengetahui ada pesan masuk atau tidak. Dibukanya chat pesan masuk. Ada sebuah pesan dari Rendy.
From: My Husband ๐
"Assalamualaikum, sayang sudah selesai acaranya? aku cemburu. Kamu cepat datang ya sayang, kita cari solusi terbaik. I love u...
From: Sofiku๐
"Waalaikumsalam, gak perlu cemburu, bukankah aku sudah menjadi milikmu?. Drama ini harus berakhir, aku pun tak bisa melanjutkan kepura puraanku. Aku terbang jam 2 pagi mungkin jam 12 aku sudah jalan ke bandara. Tunggu kedatanganku. I Love u too ๐
Sofi pun segera membersihkan diri, melepas gaun indah itu dan merapikannya kembali. Diliriknya seserahan dari Ronal begitu banyak. Mungkin ada sekitar 25 parsel.
Buang buang uang saja, batin Sofi.
Sofi mulai membereskan barang barang yang akan dibawanya nanti. Cukup 1 tas sedang berisi pakaian dan 1 tas selempang kesayangannya.
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Aku bawa barang barang ke bawah.
"Sofi memang penerbangan mu jam berapa sayang?" ucap mama pelan namun mengagetkan Sofi.
"Jam tiga pagi mama, karena jam tujuh tepat meeting dimulai. Klienku dari Jepang mama, jadi aku tidak bisa terlambat." ucapku berbohong.
"Kamu senang kan? Ronal sopan sekali, gak liat tuh cap playboy nya, kelihatan tulus dan setia." ucap mama membela Ronal.
"Sofi lagi tidak mau membahas itu ma, dan ini cincinnya mama simpan saja, Sofi gak mau pake." ucap Sofi ketus.
"Sofi! kamu harus menghargai Ronal, biar bagaimanapun dia sudah jadi tunanganmu. Dia yang akan mengantarkanmu ke bandara. Kalau kamu menolak lebih baik kamu resign dari pekerjaanmu." ucap mana tegas.
"Terserah mama, Sofi males berdebat." ucap Sofi datar.
tin...tin...
"Itu Ronal, sana berangkat, papamu sudah tidur." ucap nama pelan.
"Sofi pamit, berangkat dulu." ucap Sofi sambil mencium tangan mamanya dan melenggang pergi.
Sofi pun keluar pintu rumah menuju mobil Ronal.
"Hai sayang, kamu capek ya." ucap Ronal lembut dan perhatian.
"Udah cepetan jalan, biar cepet sampai." ucap Sofi ketus.
"Sofi, sebenarnya letak salahku dimana? kita belum pernah pacaran, dan aku merasa tidak pernah berbuat salah sama kamu? Dulu kita sama sama suka tapi karena sekolah memisahkan kita, sampai sekarang kita tidak punya hubungan spesial. Sekarang kita sudah tunangan, apa kamu tidak mau mencoba semuanya dari awal. Kenapa kamu gak kasih aku kesempatan?" ucap Ronal menjelaskan tanpa emosi.
Benar kata Ronal, dia tidak salah padaku. Dulu dia sering gonta ganti cewek mungkin dia tidak cocok. Kenapa aku begitu membencinya.
"Ronal, ada satu hal yang membuatku tidak bisa bersamamu. Aku gak pernah cinta sama kamu. Suatu hubungan harus didasari cinta dan kasih sayang." ucap Sofi pelan.
"Kenapa kita tidak mencobanya? apa karena Rendy? apa kamu gak bisa memberikan sedikit waktu untukku, agar aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku." ucap Ronal penuh harap.
"Aku sudah terikat dengan rendy, aku gak bisa denganmu Ronal." ucap Sofi pelan.
"Aku ikhlas kamu tetap berhubungan dengan Rendy, tapi kamu juga harus tetap mencoba menjalani hubungan denganku. Sebelum janur kuning melengkung kita masih bisa berusaha Sofi." ucap Ronal pelan.
"Ronal aku tidak mau menyakitimu, tolong hargai keputusanku. Kita jalani kehidupan kita masing masing. Aku udah gak percaya kamu Ronal. Maafkan aku?" ucap Sofi.
"Aku salah apa?" ucap Ronal tegas.
Perjalanan satu jam pun tidak terasa karena mereka masih berdebat tentang hubungan mereka. Sofi yang tegas menolak dan Ronal yang masih dengan merayu berbagai cara.
"Sudah sampai, terima kasih sudah nganter aku ke bandara, biar aku ke dalam sendiri. Aku biasa sendiri." ucap Sofi sambil menutup pintu pelan.
Shiiiitt...... apa yang Sofi ketahui tentangku? sampai dia tidak suka denganku, batin Ronal.
๐๐๐๐๐
"Assalamualaikum, istriku, selamat datang." ucap Rendy sambil mencium pipi Sofi.
"Waalaikumsalam, sayang, kamu udah lama nunggu?" ucap Sofi sambil mencium punggung tangan Rendy.
"Lumayan, tapi mengingat senyummu jadi cepat tuh waktunya." ucap Rendy sambil mengejek.
"Kita kemana?" ucap Sofi.
"Mau kemana? ke hotel dulu, baru ke pantai gimana?" ucap Rendy.
"Okey nurut aja sama pak suami lah" ucap Sofi.
Mereka sudah berada didalam mobil. Ada fasilitas mobil dan rumah dinas untuk pimpinan cabang Bali.
"Umi gimana sehat?" ucap Sofi membuka percakapan.
"Sehat, kamu gak pernah nelepon umi? padahal umi kangen kamu Sofi. Kemarin umi kirim buku nikah kita." ucap Rendy mantap.
"Kamu serius mas? gak cuma bikin aku seneng kan?" ucap Sofi pelan.
"Bener ada di hotel nanti lihat aja." ucap Rendy dengan senyum manisnya.
Mobil pun sudah masuk ke parkiran hotel. Hotel mereka sengaja berbeda dengan hotel tempat menginap Hana dan Rere.
Rendy dan Sofi pun turun dan memasuki hotel menuju lift.
Ting ...
Pintu lift terbuka dilantai tiga.
"Kamar kita kamar 333 sayang." ucap Rendy sambil merangkul bahu Sofi dengan mesra.
"Wah kamarnya keren mas, bagus banget. Aku suka banget." ucap Sofi sambil memeluk dan mencium pipi Rendy.
Sofi sungguh merindukan Rendy yang lemah lembut, berada didekatnya selalu membuat Sofi mejadi nyaman.
"Gimana acara pertunangannya?" tanya Rendy antusias, sambil mendudukkan Sofi di tepi tempat tidur.
"Aku lagi gak mau bahas itu mas Rendy." ucap Sofi ketus.
"Semakin cepat dibahas, semakin cepat kita dapat solusinya Sofi. Kita jangan berlarut larut dalam masalah ini. Kamu mau kan kita bahas ini?" ucap Rendy lembut sambil memegang tangan Sofi, untuk saling menguatkan.
"Baiklah." ucap Sofi pasrah.
"Aku sudah ada ide, Minggu depan aku akan ke rumahmu bersama Abah dan umi melamarmu. Kemudian aku tunjukkan bukti buku nikah kita. Jadi sekarang ikuti saja kata hatimu dan ikut dalam permainannya, dan mencari bukti bahwa Ronal itu bukan pria baik baik.
"Oke suamiku kalau itu sudah jadi keputusanmu aku setuju." ucap Sofi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 pagi, sudah memasuki waktu shubuh. Mereka sholat shubuh berjamaah. Setelah itu sarapan di restaurant hotel kemudian berjalan jalan di pantai.
SUNGGUH NIKMAT ALLAH ITU SEMPURNA....
---------------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
๐๐๐๐๐