
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
"Nak Rendy, sebenarnya bapak melihat Sofi sudah banyak perubahan. Dan perubahan itu membuat Sofi menjadi lebih baik. Sampai bapak bermimpi sholat bersama Nak Rendy. Apa artinya ya Nak?" ucap bapak Sofi pelan.
"Maaf Pak, kalau masalah itu, bukan saya menggurui bapak. Menurut saya bapak juga mendapat hidayah dari Allah SWT. Tapi dikembalikan lagi kepada bapak inginnya seperti apa?" ucap Rendy sambil melirik bapak mertuanya.
"Jujur saya sudah lelah dengan kehidupan yang saya jalani. Saya ingin hidup tenang dan damai, agar saya nyaman menjalani hidup. Saya ingin bahagia dengan keluarga kecil saya, Nak Rendy. Makanya waktu Sofi bilang diundang ke rumah orang tua Nak Rendy, saya semangat, seperti ada yang memotivasi saya, ada yang memberi kebahagiaan tersendiri buat saya." ucap bapak Sofi sedih.
"Bapak, kalau kita menjalani sesuatu hal itu dengan ikhlas dan senang hati, Insya Allah menjadi berkah. Tapi kalau kita menjalani sesuatu dengan tujuan tertentu maka nikmat itu akan dikurangi. Nikmat itu bukan hanya uang atau barang mewah lainnya, tapi seperti yang bapak bilang kenyamanan atau merasa puas." ucap Rendy dengan tenang.
"Betul Nak Rendy, bapak banyak harta, tapi tidak ada waktu untuk keluarga. Disaat usaha bapak sedikit mengalami kerugian sudah pusing tujuh keliling. Ini bapak alami hingga bapak pinjam modal pada orang tua Ronal. Dengan modal itu usaha bapak bangkit lagi dan mendapatkan keuntungan yang banyak bahkan berlipat ganda. Bapak senang dan puas mendapatkan itu semua, tapi di satu sisi bapak tidak tenang bila harus menggantikan kekayaan dan harta bapak dengan Sofi untuk dinikahkan dengan Ronal." ucap bapak Sofi dengan sedikit berkaca kaca.
"Ini yang di namakan jalan hidup atau garis hidup seseorang akan menerima takdir sesuai ketetapan Allah SWT. Kita tidak bisa menolak ataupun mengelak, semua pasti akan kita rasakan. Roda kehidupan itu berputar sesuai dengan tujuan dan keinginan masing masing orang lewat doa yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Ada susah pasti ada senang, ada sakit ada sembuh, ada kaya dan ada miskin, ada atas dan ada bawah. Hanya saja lewat doa kita panjatkan minta yang terbaik untuk diri kita." ucap Rendy dengan pelan dan lembut menjelaskan kepada bapak Sofi.
"Saya senang bertukar pikiran dan pandangan denganmu Nak Rendy. Bapak boleh minta sesuatu, bapak harap kamu mau mengabulkannya." ucap bapak mantap.
"Apa Pak, mudah mudahan saya bisa membantu bapak." ucap Rendy mantap.
"Bantu bimbing bapak ya Nak Rendy? kamu bisa kan?" ucap bapak Sofi mantap.
"Maksud bapak apa?" ucap Rendy sambil menoleh ke arah bapak Sofi.
Semua yang berada di dalam mobil pun menyimak pembicaraan bapak Sofi dan Rendy dari awal. Mereka ikut tegang dengan perasaan was was. Sofi pun semakin membuka lebar telinganya agar tidak ada satu kata pun yang tidak terdengar.
"Saya ingin seperti Sofi, yang nyaman dengan kehidupannya sekarang bersama kamu Nak Rendy." ucap bapak Sofi pelan.
"Apa maksud bapak?" ucap Sofi menyela, yang sedari tadi sudah gereget ingin ikut andil dalam pembicaraan kedua pria di depan.
"Sofi biar bapak menjelaskan dulu, jangan suka menyela orang tua yang sedang bicara." ucap Rendy dengan tegas dan bijak.
"Tidak apa-apa Nak Rendy, mungkin Sofi juga kaget mendengar ini." ucap bapak Sofi pelan
"Maaf Pak, saya takut salah paham, maksud bapak ingin seperti Sofi? bapak ingin mengenal Islam?" ucap Rendy pelan dan berhati hati.
"Iya betul, kami sekeluarga sudah memutuskan untuk berhijrah dari kehidupan kami sebelumnya. Memang tidak mudah, tapi bapak akan belajar. Menurut Nak Rendy bagaimana?" ucap bapak Sofi pelan.
"Bapak ingin belajar dulu, kamu siap Nak Rendy membimbing bapak mertuamu ini? ini syarat kamu bisa menikahi Sofi." ucap bapak Sofi tegas.
"Insya Allah Pak. Saya siap, saya sendiri yang akan mengajarkan bapak. Tapi masalah Ronal bagaimana Pak? bapak belum memutuskan pertunangan Sofi dan Ronal?." ucap Rendy menyelidik.
"Kamu tahu Nak Rendy, sebelum bapak berangkat kemari, beberapa aset bapak sudah bapak jual dan sebagian sudah untuk membayar hutang kepada orang tua Ronal. Cincin itu sudah bapak kembalikan, dengan alasan Sofi tidak mencintai Ronal. Mereka marah dan akan menghancurkan usaha bapak. Tapi mereka tidak tahu semua usaha bapak sudah dijual dan sudah dialihkan ke pemilik yang baru." ucap bapak Sofi menjelaskan.
"Bapak tidak sedang bergurau dengan saya, untuk menyenangkan hati saya?" ucap Rendy dengan wajah kaget.
"Bapak serius Nak Rendy. Mungkin Nak Rendy tidak percaya karena ini terlalu cepat terjadi, tapi memang ini kenyataanya. Bukankan Nak Rendy yang bilang ini semua takdir?" ucap bapak terkekeh untuk mencairkan suasana yang sedikit tegang.
"Bapak bisa aja, mengembalikan kata kata itu kepada saya. Saya ikut senang bila itu kenyataanya. Saya bisa segera menikahi Sofi Pak?" ucap Rendy pelan memohon persetujuan dari bapak Sofi.
"Kamu sudah tidak tahan Nak Rendy?" ucapan bapak membuat seisi mobil yang ikut tegang pun tertawa terbahak bahak.
"Bapak apaan sih, bukan begitu, maksud Mas Rendy biar kita terhindar dari fitnah karena sering bersama." ucap Sofi sedikit kesal.
"Bapak tahu Sofi, bapak hanya ingin menggoda kalian. Kalau kalian siap, bapak hanya mendukung saja." ucap bapak Sofi mantap.
"Bapak serius? gak lagi bercanda kan Pak?" ucap Sofi senang.
Hatinya pun lega dan berbunga bunga. Masa penantiannya pun berakhir dengan restu dari kedua orang tuanya. Semua doa yang Sofi panjatkan bahkan dikabulkan semua, tidak hanya restu bahkan orang tuanya pun mendapatkan hidayah dari Allah SWT.
"Menikahlah Nak, bapak turut senang dan bahagia melihat kalian bersama dan bahagia. Bapak ingin yang terbaik untukmu Sofi. Maafkan bapak, selama ini bapak banyak salah dan egois terhadapmu, ini semua bapak lakukan karena bapak sayang terhadapmu Sofi. Dan untukmu Nak Rendy, jangan buat anak saya Sofi kecewa dan sakit hati, yang pasti jangan poligami. Ingat pesan bapak ini." ucap bapak Sofi tegas dan penuh semangat menjelaskan.
"Alhamdulillah, pasti Pak, sejak awal bertemu Sofi saya sudah mencintainya, hingga saat ini berhijrah, cinta saya pun semakin penuh unik Sofi, tidak ada celah untuk wanita lain. Hanya Sofi dan untuk seorang Sofi." ucap Rendy mantap.
"Makasih banyak ya bapak dan mama, sudah memberikan restu ini untuk kami berumah tangga. Semoga nanti keluarga kami menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Aamiin ya rabbal alamin." ucap Sofi pelan dan mengucap syukur atas nikmat yang tiba tiba diberikan oleh Allah SWT.
---------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚