
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
"Mas, kalau nantinya aku tidak seperti yang kamu harapkan, tolong bantu bimbing aku ya.....Jangan cela aku apalagi membanding bandingkan aku dengan yang lain, karena semua yang aku lakukan adalah usaha yang amat sangat aku upayakan agar menjadi yang terbaik untukmu."
Menunggu adalah hal paling membosankan. Cara ampuh menghilangkan rasa jenuh selain bermain ponsel ya membaca majalah. Ini dia kiat kiat menjadi Istri yang baik.
ceklek.... pintu pun terbuka.
Rendy masuk ruangannya dengan aura wajah yang kesal, dan tidak menyadari ada Sofi sang istri yang sudah beead di ruangannya sedari tadi.
"Assalamualaikum mas Rendy, kamu kenapa? kok mukanya ditekuk gitu." ucap Sofi memberikan salam dan mencium tangan rendy. Sofi pun memeluk Rendy, seakan tidak rela untuk pergi, kemudian mencium kedua pipi rendy yang halus dengan berani.
Rendy melotot kaget, pasalnya ini di knator bukana dirumah. Mulai berani nih Sofi.
"Waalaikumsalam, Sofi sejak kapan kamu disini, nungguin aku dari tadi?" tanya Rendy sambil membalas pelukan dari Sofi, dan membalas mengecup kedua pipi Sofi dengna lembut. Sambil melepaskan pelukannya menggandeng Sofi menuju meja kerja Rendy untuk makan bersama.
"Makan dulu ya sayang, udah aku siapin, apa mau disuapin?" ucap Sofi menawarkan.
"Sofi, ini di kantor, kamu gak malu, katanya kamu gak mau orang tahu tentang hubungan kita, trus kalo mereka tahu kamu meluk dan nyium aku kayak gini gimana? gak takut digosipin?" selidik Rendy sambil menyuapkan makanannya ke mulutnya.
"Gak takut, bodo amat sama gosip, yang aku takut kalo Rere deketin kamu?, aku lihat kamu juga makin asyik nih sama Rere." ucap Sofi cemburu, sambil mengunyah makanannya.
"Sayang, jangan kayak anak kecil, kita sudah menikah, apa yang kamu ragukan lagi. Percaya sama aku, Sofi." ucap Rendy.
"Apa hasil meeting?" tanya Sofi mulai ketus, sambil mengakhiri makannya dan membereskan sampah bekas bungkus makanannya.
"Besok aku berangkat Sofi, aku sebulan disana, mengurus proyek cuma seminggu, sisanya mengurus cabang disana, karena aku di promosikan jadi pimpinan disana? gimana menurutmu?" tanya Rendy penasaran.
"Bagus, selamat ya pak Rendy atas keberhasilan anda, terus asistenmu yang ikut untuk membantu kamu disana siapa?" tanya Sofi menyelidik penasaran. Apakah benar kata Ika.
"Rere" ucap Rendy datar.
"Mantap, si bohay ikut?" ucap Sofi ketus.
Rendy pun terkekeh melihat tingkah Sofi yang sedikit absurd bila cemburu.
"Kamu cemburu sayang? cemburu itu tandanya cinta? senengnya dicemburui istri sendiri." ucap Rendy menggoda Sofi.
"Ih... nyebelin banget suamiku ini!" ucap Sofi ketus.
"Dengerin aku dulu sayang, jangan keburu emosi tiap Sabtu aku akan pulang menemui istriku. Oke. Masalah Rere kamu jangan khawatir karena aku pergi dengan Hana juga, aku sudah ceritakan tentang kita ke Hana, dia akan terus bersama Rere. Kamu paham? Selama aku gak ada dikanyor jaga hati, jaga mata kamu, belajar ngaji, hafalin surat pendek. Terus acara dua Minggu lagi tetap jadi ya. Aku akan ke rumahmu dan meminta restu orang tuamu. Aku pengen buru buru di SAH kan Sofi, kalo bener aku pindah tugas, aku bawa kamu ke Bali juga, dan kamu harus resign." ucap Rendy semangat.
"Iya, aku pasti kesepian sementara ini mas rendy." ucap Sofi melemah sedih.
"Sudah, jangan sedih gitu dong, mending hari ini kita ME TIME. Hari ini kita nonton yuk terus makan udang kesukaanmu, mau? tapi selesaikan dulu kerjaan kamu baru kita pergi, nanti kita bisa ijin Bos untuk pulang lebih awal." ucap Rendy sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Baiklah sayangku, aku terima tawaranmu, aku ke ruangan dulu ya, aku mau nyelesain pekerjaan tanda tanganku. Jangan lupa, pesenin aku tiket pesawat buat Rabu ya sayang, see u." ucap Sofi tersenyum manis sambil meninggalkan ruangan Rendy.
Rendy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Tingkah istrinya itu semakin lama semakin menggemaskan dan lucu dimatanya. Sifat cemburu dan posesif mulai tampak, padahal dulu walaupun sering bareng dia gak ada tuh mengungkapkan rasa cemburunya kayak tadi. Benar benar wanita yang beda, betapa beruntungnya aku bisa memiliki kamu Sofi. Jagalah cinta ini, keluarga kecilku DUNIA DAN AKHIRAT.
Rendy pun mulai membereskan barang barang yang dibutuhkan untuk keperluannya selama di Bali. Satu bulan berada disana, pasti ada hal hal tang bisa dijadikan pengalaman. Hanya saja saat ini perasaannya berat untuk meninggalkan sofi. Ruangannya pun mulai dibereskan dan dibersihkan, karena menurut Pak Jae akan ada yang menggantikan sementara selama satu bulan ini agar pekerjaan dicabang ini tidak terbengkalai. Biasanya Ika dan Sofi dapat diandalkan menjadi serep Rendy bila ada tugas ke luar kota, hanya saja saat ini waktunya agak lama, takutnya Ika dan Sofi malah tidak fokus dengan pekerjaannya. Semua barang barang milik pribadinya disimpan di laci kemudian di kunci.
"Siap Pak, soft file dan hard file semuanya sudah lengkap. Besok kita berangkat jam berapa pak?" tanya Hana untuk memastikan.
"Jam 2 siang Hana, pastikan semua keperluan beres hari ini, besok tetap ke kantor dulu, takutnya ada briefing pagi, dan pastikan Rere selalu bersama kamu, aku gak mau Sofi cemburu denganku, tolong bantu aku ya selama disana dan kita harus jadi tim yang kompak." ucap Rendy tegas.
"Siap pak, saya mengerti keinginan bapak." ucap Hana datar.
💚💚💚💚💚
Mereka pun sudah berada di dalam mobil. Mobil melaju cepat menuju sebuah mall favorit mereka berdua. Tujuan mereka untuk nonton. Tapi entah mengapa Rendy pun jadi malas beraktivitas. Hatinya berat meninggalkan Sofi sendirian. Apalagi mereka pengantin baru. Maunya nempel aja kayak perangko.
"Kita mau kemana sayang? jadi nontonnya? tapi kamu kok kurang bersemangat? apa kita batalin aja?" tanya Sofi.
Rendy pun tidak menjawab, malah menanyakan hal yang lebih penting menurutnya.
"Sofi kamu sudah sholat belum? sholat itu penting lho Sofi, jangan sampai kamu meninggalkan sholat. Aku gak bisa terus-terusan memantau kamu kecuali memang kita sedang bersama. Kamu harus selalu menanamkan niat untuk menjadi lebih baik, ini jadi penilaian aku selama satu bulan. Nilai plus apa yang akan kamu berikan buat aku sebagai suamimu. Hari ini aku emang gak mood buat jalan, aku pengennya beli CD kita nonton dirumah aja dan makan malam dirumah. Pengennya lagi sama kamu aja, gak ada yang ganggu. Gimana?" ucap Rendy setengah memelas.
Sofi pun Ira pura berpikir, padahal itu yang dia harapkan. Cukup dirumah saja, toh bisa nonton, makan malam dan sholat bersama.
"Oke, Aku mau Rendy, tapi kamu nginep di rumah ya, aku janji gak ganggu kamu, gak bikin kamu khilaf, aku cuma takut kangen kamu sayang nantinya, jadi sekarang mau dipuas puasin meluk kamunya." ucap Sofi manja.
Mobil pun sudah sampai di parkiran mall yang dituju. Mereka berdua setuju untuk nonton dirumah dan ME TIME dirumah aja.
"Yuk kita cari film dulu yang bagus, setelah itu kita beli cemilan dan makan malam buat dirumah, sekalian belanja" ucap Rendy.
Selesai sudah acara belanja bulanan. Cukup melelahkan memang, tapi ada perasaan senang, sudah seperti berumah tangga sungguhan. Akhirnya mereka pulang menuju kontrakan.
"Mandi dulu mas, terus sholat itu makanannya sudah siap, kamu mau kopi?" ucap Sofi.
"Iya bawel." ucap Rendy langsung masuk ke kamar mandi.
Sofi pun menyiapkan makanannya di meja, hari ini adalah malam perpisahan mereka sebagai suami istri. Minggu depan baru ketemu lagi.
Ceklek...
"Sudah seger nih, sholat dulu sana, aku tadi sudah, kamu sih ngobrol mulu sama mas aga." ucap Sofi kesel.
"Iya sayang aku sholat dulu ya." ucap Rendy.
Sofi pun sudah beres menyiapkan makanan untuk makan malam dimeja. Film pun sudah diputar. Pilihannya Komedi Romantis, biar terbawa suasana.
--------+++-------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
HIDAYAH HIJRAHKU
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚