
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Kesucian Syahadat
Dahsyatnya SHOLAWAT
Angkringan Cinta
Kopi Paste
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
Hari mulai sore tidak ada kabar berita dari Rendy. Hanya saja firasat seorang istri akan selalu tepat. Hatinya tiba tiba cemas pikirannya terus saja tertuju pada Rendy.
Sedari tadi Mama Sofi menyuapi dan mengurus Sofi yang sedang dalam masa mengidam. Umi pun sempat menjenguk Sofi karena diberitahukan oleh Rendy tentang kehamilan Sofi sejak subuh tadi.
"Mah ... sudah mau sore kok Mas Rendy gak ada kabar?" ucap Sofi yang terlihat cemas.
"Mungkin sibuk Sofi. Kamu jangan mikir yang aneh aneh dan tidak baik ya." ucap Mama Sofi pelan.
Ponsel Sofi pun bergetar dan menyala, ada nama Rangga tertera disana. Sofi pun langsung mengangkat sambungan telepon itu.
"Assalamualaikum .. Ya Mas Rangga. Ada apa?. Apa??!!!!!!! Astaghfirullah ALLAHUAKBAR .... Gimana Mas .... keadaan Mas Rendy Bagaimana?. Baik Mas, aku mau kesana Mas. Ijinkan aku ikut!!!!" ucap Sofi bergetar lalu menangis dengan hebat.
Sambungan telepon itu pun sudah putuskan.
"Ada apa Sofi, kenapa wajahmu pucat seperti itu." ucap Mama Sofi yang dengan jelas melihat perbedaan raut wajah anaknya.
Sofi terdiam dan menangis menatap kosong ke arah ponselnya. Mendengar kabar berita buruk dari Rangga sahabat sekaligus atasan Rendy membuat Sofi semakin stres dan pikirannya pun bercabang.
"Mas Rendy Mah .... Dia kecelakaan di perbatasan Bandung." ucap Sofi dengan terbata bata.
"Astaghfirullah .... Sabar Sofi, bisa saja berita itu salah. Kalaupun benar kita doakan semoga Rendy selamat dari kecelakaan itu." Ucap Mama Sofi pelan.
Hatinya pun ikut trenyuh mendegar menantunya kecelakaan. Melihat Sofi yang terlihat kusut dan sembab.
"Mah ... itu ada tamu dari kepolisian mau cari Sofi." ucap Sang Ayah ke dalam kamar putrinya.
"Polisi ???" tanya Sofi pelan.
"Iya Polisi Nak. Ada kabar duka katanya. Ini apa ya." tanya Sang Ayah yang belum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Mama Sofi pun bangkit dan memapah Sofi yang ingin menemui tamunya itu.
Sofi jalan dengan pelan, entah kenapa semua jadi terasa sakit dan ngilu. Terlebih hatinya yang sedang berkobar tidak jelas. Sofi pun duduk di sofa berhadapan dengan ketiga polisi yang datang.
"Selamat Sore dengan Ibu Sofi istri dari Bapak Rendy, Kami dari Polsek Perbatasan." tanya Polisi itu dengan menunjukkan tanda pengenalnya.
"Sore ... Betul saya Sofi istri Pak Rendy." Ucapnya pelan.
"Maaf Ibu kami menyampaikan kabar duka. Pak Rendy di temukan tewas terbakar di dalam mobilnya." ucap Polisi itu terdengar seperti petir yang menyambar kencang.
"Apa Bapak tidak salah memberi kabar?? Tidak mungkin suamiku tewas, anda pasti salah orang Pak. Suamiku masih hidup, Aku yakin suamiku masih hidup." ucap Sofi histeris.
"Tapi Bu Sofi, ada jenasah di dalam mobil yang sudah terpanggang dan tidak bisa di kenali lagi wajahnya. Maafkan kami Bu Sofi. Jenasah suami anda ada di Rumah Sakit Pertiwi. Silahkan jika ingin melihat." ucap Polisi itu tegas dan mantap.
"Aku akan pergi kesana. Dengan Anda semua Pak Polisi, tunjukkan kepada saya letak lokasi kejadiannya." ucap Sofi keras.
Para polisi itu hanya saling berpandangan dan menatap satu sama lain secara bergantian. Karena mereka tidak tahu lokasi kejadiannya, dan merek hanyalah polisi bayaran yang sengaja membuat gaduh situasi rumah Sofi.
Ada yang sedang tersenyum smirk dan tertawa terbahak-bahak dengan adanya kejadian ini. Kejadian bisa ia manfaatkan untuk saling menyalahkan, tanpa tahu penyebab sebenarnya.
Seseorang itu sedang berada di lantai lima kamar hotel berbintang di Bandung. Kehidupannya yang bebas membuat ia bebas bersetubuh dengan siapapun yang ia mau dengan imbalan uang yang sangat banyak.
Hatinya hancur, setelah tahu Rendy memiliki istri dan istrinya sedang mengandung.
Hal ini tidak bisa dibiarkan, kalau aku tidak bisa mendapatkannya maka siapapun tidak boleh memilikinya.
Sofi hanya terdiam sesaat mencerna ucapan para polisi tadi.
"Maaf Bu Sofi kami tidak bisa mengantar Bu. Sofi ke lokasi kecelakaan. Karena tugas kami hanya mengabari Bu Sofi." ucap Salah seorang Polisi gadungan itu.
"Lalu kalian mendapatkan alamat saya dari mana? Bukankah semuanya terbakar habis??? Apa bisa dipastikan jenasah itu adalah jenasah Pak Rendy?? Apakah sudah di otopsi???" ucap Sofi dengan cepat dan menatap tajam ketiganya dengan tatapan seakan membunuh.
Ketiganya hanya menunduk dan tidak bisa menjawab. Mereka bingung dengan posisinya kali ini sebagai Polisi Gadungan.
Sofi hanya menatap ketiganya dengan pandangan aneh dan bertanya tanya. Seperti ada sesuatu buang janggal.
Dalam hatinya hanya bisa berharap yang terbaik, dan kondisi suaminya baik baik saja. Sofi hanya terduduk lemas.
"Maaf Bu Sofi, hanya itu yang bisa kami sampaikan. Kami harus kembali bertugas." ucap salah satunya.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
Terima Kasih ....
💚💚💚💚💚