Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 96 NIKMAT MANA YANG KAMU DUSTAKAN



Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Kesucian Syahadat


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Ketabahan Aisyah


Amanah Terindah


Kalam Hikmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Saya tinggal dulu. Mungkin setengah jam lagi saya cek. Nikmati Bu yang ikhlas." ucap Bidan itu pelan dan tersenyum.


Nikmat melahirkan dan proses akan melahirkan itu sungguh luar biasa. Bahkan nikmatnya tidak ada duanya. Rasa sakit hilang menanti kelahiran bayi yang sudah ditunggu selama sembilan bulan.


Satu jam kemudian pembukaan pun sudah mencapai maksimal yaitu pembukaan sepuluh. Semua sudah lengkap, dan Bidan pun dengan sigap membantu Sofi agar terlihat tenang dan rileks saat melahirkan.


"Siap ya Bu Sofi. Usahakan tenang dan rileks, jangan tegang. Bokong jangan diangkat ketika mengejan karena bisa merobek di sekitar area jalan lahir. Tarik nafas hembuskan pelan. Ikuti aba-aba saya Bu Sofi." ucap Bidan itu dengan ramah dan lembut.


Setiap kata yang terlontar dari Bidan itu seakan membius Sofi mengikuti semua perintah bidan itu. Sabar sekali bidan itu memberi pengertian dan penjelasan. Senyumnya tidak pernah pudar, tidak ada kekesalan atau amarah kepada pasien yang akan melahirkan. Apapun yang dilakukan pasien tentu hanya ditanggapi dengan senyuman.


Tidak lama proses melahirkan sekitar dua puluh menit. Rendy yang menemani Sofi dari awal hingga akhir persalinan bisa menarik napas lega.


Suara tangisan kedua bayi itu seolah-olah membuat semua rasa sakit hilang begitu saja. Tangisan kesakitan pun berganti dengan tangisan kebahagiaan.


Sembilan bulan mengandung baby twins itu tidak mudah. Ada saat-saat Ibu hamil dengan mode malas atau tidak stabil. Itu semua proses dan kenangan indah, kenangan yang bisa dirasakan oleh pasangan suami istri.


Saat detik-detik melahirkan ditemani suami dan keluarga itu juga anugerah terindah. Karena tidak semua orang memiliki waktu yang sama.


Tangisan kedua anak itu begitu nyaring dan merdu. Tangisan yang wajar ketika anak lahir mencari kenyamanan dalam gendongan kedua orangtuanya.


"Fi ... makasih ya. Anak kita sehat dan sempurna. Aku bahagia sekali." ucap Rendy pelan dan sedikit terburu-buru ingin melihat si kembar. Kecupan di kening Sofi pun berkali-kali dilakukan Rendy sebagai ungkapan rasa sayang dan rasa terima kasihnya.


"Anak laki atau perempuan?" tanya Sofi dengan pelan dan lirih. Tenaganya belum pulih kembali, tetapi rasa sakitnya sudah hilang begitu saja.


"Laki dan perempuan, sayang." ucap Rendy yang tampak bahagia dan berbinar.


Bidan dan dua asistennya membantu membersihkan ari-ari dan darah yang ada di lain panjang. Sofi pun sudah memakai pembalut dipakaikan sarung milik Rendy.


Asmah ikut membantu membersihkan kedua bayi itu. Lalu Rendy pun mengadzaninya satu per satu bayinya itu.


Bayi perempuan yang terkahir lebih dulu sepuluh menit. Terlahir dengan kulit sawo matang dan rambut yang berguru lebat. Beratnya hanya 2,5 kg.


Bayi laki-laki yang terlahir terakhir pun terlihat kuat dan tangisannya paling kencang. Kulitnya sama seperti Rendy dengan jambang disekitar telinganya. Beratnya lebih besar daripada kakaknya yaitu 2,8 kg.


Keduanya tertidur pulas setelah dibersihkan dan dibedong hingga terasa hangat dan nyaman.


Keempat kakek neneknya pun berebut melihat kedua cucu kembarnya yang lucu-lucu.


"Siapa namanya?" tanya Mama Sofi kepada Rendy yang masih setia duduk dipinggir ranjang sambil menyuapi istrinya.


"Bulan dan Bintang. Kamu keberatan sayang?." ucap Rendy mantap.


"Aku suka nama itu. Mereka cahaya kita sayang." ucap Sofi pelan.


"Habiskan makanannya baru boleh gendong ya. Kamu bisa langsung susui mereka bergantian." ucap Rendy pelan dan masih menyuapi istrinya hingga nasi dan sayur daun katuk itu habis tak bersisa.


Setelah melahirkan, wajar bukan akan terasa lapar, dan akan makan dalam porsi besar. Apalagi menyusui secara aktif dengan dua bayi kembar.


Keempat nenek dan kakek itu terus saja berisik dan mencolek colek pipi bayi-bayi itu dengan gemas. Hingga tangisan kedua bayi itupun nyaring karena tidurnya terganggu oleh nenek dan kakek mereka.


"Uluhh uluh cucu nenek .... Sini gendong nenek ya. Tang Ting tang tung." ucap Umi menyanyikan lagu tanpa syair agar bayi itu terdiam. Bayi laki-laki itu digendong dan diayun ayun dalam gendongannya.


Begitu juga dengan Mama Sofi yang menggendong Bulan dalam dekapannya.


Mereka adalah keluarga yang hangat dan kompak. Rendy dan Sofi pun hanya menatap kedua nenek itu yang begitu antusias mengurus dan merawat kedua bayinya.


Alhamdulillah semuanya lancar dan bahagia. Setelah badai pasti ada pelangi indah. Karena hidup itu selalu berpasangan.


Ada malam ada siang, ada hujan ada terang, ada bulan ada matahari, ada laki-laki ada perempuan.


Pasangan itu untuk melengkapi bukan untuk dicari kekurangannya dan mencari yang sempurna.


Tidak ada yang sempurna kecuali ikhlas menerima apapun itu.


Rendy dan Sofi adalah sekilas kisah kehidupan perjalanan hijrah yang membuat mereka semakin yakin dengan Allah SWT dengan menerima takdir dengan ikhlas dan legowo.


Perjalanan hijrah seorang mualaf yang meninggalkan semua keduniawian semua menemani sang Suami dari awal berumah tangga.


-END-


Terimakasih semua, akhirnya cerita ini bisa tuntas. Tenang besok aku akan up sekitar 3 extra part buat kalian semua.


Lalu kalau boleh vote... kalian lebih menantikan ceritaku tentang Kang Tatang dengan Asmah atau Bulan dan Bintang... ??


VOTE DI KOLOM KOMENTAR YA....


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....