
"Hai Rendy boleh gabung?, Aku gak ada teman disana." tanya Rangga pelan.
Sofi dan Rendy pun mendongakkan kepalanya menatap ke arah Rangga.
Keduanya saling bertatap tajam, melihat manik mata sahabatnya yang sudah jelas menatap Sofi tanpa berkedip.
"Maaf, kalian saja. Kebetulan Sofi ada perlu dengan Umi. Mas Rendy, aku tinggal dulu ya." ucap Sofi lembut.
Sofi segera bangkit berdiri dan meninggalkan meja makan tersebut. Sofi menjadi serba salah, sebagai perempuan Sofi pasti tahu gelagat aneh dari seorang pria yang kagum terhadap dirinya.
"Umi, teman Umi belum datang?" tanya Sofi pelan.
"Sayang, belum Fi. Ohh itu dia... Kang Tatang namanya. Ayo Fi, Umi kenalin." ucap Umi lembut.
"Assalamualaikum... Abah Ahmad.... Umi Anisa... bagaimana kabarnya? sehat?" tanya Kang Tatang dengan sopan.
"Waalaikumsalam Tatang... wah sudah hebat sekarang. Pakai jas segala." ucap Abah mengejek.
"Abah memang tidak pernah berubah, selalu mengejek saya." ucap Kang Tatang pelan sambil mencium punggung tangan kedua orang tua itu.
Kang Tatang adalah seorang yatim piatu yang ditemukan oleh Abah Ahmad di ujung masjid. Usianya kira-kira masih sekitar 5 tahun. Usut punya usut, Kang Tatang ini, di usir oleh keluarga besarnya karena dianggap anak pembawa sial. Hanya sebatas itu informasi yang didapat oleh Abah Ahmad. Mulai sejak itu, Tatang pun dianggap anak sendiri oleh Abah Ahmad. Usia Rendy saat itu baru sekita dua tahun, walaupun setelah dewasa rahasia itupun dibuka oleh Abah Ahmad biar tidak ada kesalahpahaman.
Setelah dewasa dan menyelesaikan studinya, Tatang pun mencoba peruntungannya membuka usaha kuliner di daerah Bandung. Hasil tabungan dan modal tambahan dari Abah Ahmad pun dapat di kelola dengan baik. Hingga saat ini Tatang sudah menekuni bidang kuliner selama sepuluh tahun. Dan Tatang sukses menjada pengusaha muda yang patut di contoh.
Untuk masalah jodoh, karena sibuknya Tatang pada usaha kulinernya, di usia yang sudah matang pun, Tatang belum memiliki jodoh yang tepat. Karena selama ini banyak wanita mendekatinya hanya karena materi saja, bukan ketulusan dan kasih sayang.
Abah Ahmad mengundang Tatang untuk membantu Sofi dan Rendy dalam membuat sistem di Saung Kang Rendy ini.
Tentu hal ini membuat Tatang sangat berbahagia, karena bisa membalas semua kebaikan Abah Ahmad dan Umi Anisa.
"Kenalin ini Sofi, dia yang akan mengurus Saung Kang Rendy ini." ucap Umi Anisa pelan, tanpa mengatakan bahwa Sofi adalah istri Rendy.
"Assalamualaikum... Saya Tatang... " ucap Kang Tatang memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan kanannya.
"Waalaikumsalam saya Sofi, Kang Tatang." ucap Sofi dengan lembut sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
"Wanita ini sungguh mempesona..." gumam Kang Tatang dalam hati.
"Ayo Abah ajak berkeliling, jangan bengong." ucap Abah pelan.
Ucapan Abah Ahmad menyadarkan Kang Tatang dari lamunannya tentang Sofi. Gadis cantik, mulimah, terlihat cerdas dan penurut, itu menurut penilaian Kang Tatang.
Abah Ahmad pun mengajak Tatang berkeliling Saung, memperkenalkan ke semua karyawan, termasuk chef, waiters, kasir, satpam, dll.
Semua karyawan sudah saling mengenal. Kang Tatang sebagai penanggung jawab Saung Kang Rendy, sebelum Sofi yang mengambil alih semuanya.
Tatang hanya tersenyum, tiga bulan bukan waktu yang lama untuk bisa mengenalmu lebih dalam Sofi. Aku sudah jatuh hati saat berkenalan denganmu. Kamu itu siapa???
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚💚💚
Assalamualaikum.......
Yang Kangen Kang Rendy mana suaranya????
Mulai besok untuk Hidayah Hijrahku, akan UP satu hari dua kali. Pagi dan Malam, saya juga di kejar target untuk segera menyelesaikan novel ini, sama seperti novel saya yang lainnya.
Hari ini UP ny segitu dulu. Mau ngenalin Kang Tatang aja. Gimana part ini....
LIKE DAN KOMENT YA....
KETEMU LAGI BESOK YA....
UP UP UP.......
SEMANGATIN AKU DONG READERSKU !!!!!