
"Kamu Shanti bukan?" tanya Rendy menebak.
Asmah hanya tersenyum tipis.
"Kamu mengingatku Rendy. Gimana kabar Kang Tatang? Maafkan aku, Rendy." ucap Asmah pelan.
"Sudah lupakan semuanya. Kang Tatang ada di sini." ucap Rendy pelan.
"Benarkah. Aku ingin meminta maaf kepadanya dan kepada Umi serta Abah." ucap Asmah pelan.
Sofi sudah sejak tadi berada di ruangan itu, ia sengaja mendengarkan pembicaraan keduanya dari balik tirai. Sekiranya di rasa pembicaraan ban itu kurang penting, Sofi pun keluar dari tempat persembunyiannya.
"Asmah ini .... " ucap Sofi memberikan tempat penampungan air seni dan mulai mengecek dengan testpack.
"Kita tiduran disana, kita coba USG." ucap Asmah pelan.
Memberikan gel ke seluruh area perut Sofi dan mulai menggerakkan alatnya dibatas perut itu.
Asmah tersenyum dengan manis, berbeda dengan Sofi yang masih memikirkan pembicaraan antara suaminya dengan Asmah.
"Kamu kenal Mas Rendy?" tanya Sofi pelan. Tatapannya seolah mengharapkan jawaban dari Asmah.
Rendy yang berada di sebelah Sofi pun ikut mengangkat satu alisnya dengan tatapan aneh kepada Sofi.
"Kenapa Fi... kamu bertanya seperti itu?" tanya Rendy pelan.
"Aku hanya ingin tahu masa lalu kalian. Kalian punya hubungan apa?" tanya Sofi yang semakin penasaran.
Kedua netra Rendy dan Asmah pun saling bertatapan. Saling bertanya lewat pandangan siapa yang akan menjelaskan.
"Fi... kita lihat hasil USG dulu, baru aku ceritakan siapa Asmah atau yang aku kenal Shanti." ucap Rendy pelan.
Sofi pun mengangguk pasrah, hati dan pikirannya sudah dibuat penasaran karena Asmah masa lalu Rendy. Kenapa suamiku harus selalu dikelilingi wanita cantik, gumam Sofi dalam hati.
"Alhamdulillah.... Sofi... selamat kamu akan menjadi ibu dengan baby twins." ucap Asmah yang ikut bersemangat melihat hasil USG ada dua kantong di rahim Sofi.
"Alhamdulillah... Fi... buah kesabaran kita menjadi dua buah hati. Sehat selalu sayang." ucap Rendy pelan lalu mengecup kening Sofi dengan lembut.
Rendy pun mengusap lengan Sofi seakan memberikan energi kebahagiaan yang Rendy salurkan kepada Sofi.
"Lihat itu ada dua kantung, usianya baru empat atau lima minggu. Karena ini kehamilan pertama dan kembar, kamu harus banyak istirahat dan makan makanan bergizi." ucap Asmah pelan menjelaskan.
"Siap Bu dokter." ucap Sofi dengan semangat.
Seakan lupa dengan permintaan Sofi tadi mereka semua malah sibuk membicarakan kehamilan Sofi yang kembar
"Ekhhmmmmm Maaf... Kalian berdua ada hubungan apa di masa lalu." ucap Sofi kemudian.
Rendy tersenyum...
"Masih inget sama pertanyaannya?" goda Rendy kepada Sofi.
"Lalu kalian akan menyembunyikannya dari aku?" ucap Sofi mencebikkan bibirnya.
"Maaf Sofi. Kita berdua tidak ada hubungan apa-apa. Aku dekat dengan Kang Tatang. Waktu itu Kang Tatang melamar Asmah, tapi...... jujur aku mengagumi orang lain karena lelaki itu pintar, tapi setelah aku pergi dan menggapai cita-cita ku, aku merindukan sosok Kang Tatang yang berhati lembut." ucap Asmah pelan.
Sofi melihat kejujuran Asmah pun sampai tetegun mendengarnya. Asmah adalah teman satu kost saat kuliah. Asmah mengambil jurusan kedokteran. Asmah dikenal pendiam dan dingin terhadap laki laki. Hingga suatu saat Asmah memutuskan untuk berhijab agar terhindar dari laki laki yang ingin mendekatinya. Namun siapa sangka, ternyata ada alasan tersendiri tentang itu semua.
"Shanti..... Apa kamu masih mau kembali dengan Kang Tatang?" tanya Rendy kemudian. Mungkin dengan kesediaannya kembali dengan Kang Tatang pun, Rendy bisa bernafas dengan lega, ini salah satu cara menghilangkan pebinor yang akan menggangu rumah tangganya.
Asmah Ashanti adalah nama Asmah. Senyumnya yang terlihat anggun terlihat jelas di sudut bibirnya.
"Asmah... datanglah nanti malam ke resepsi pernikahan kita. Di Saung Kang Rendy. Datang ya Asmah, kalau kamu masih menganggapku sahabat." ucap Sofi memberikan pilihan.
"Demi kamu, dan demi Kang Tatang aku akan datang Sofi." ucap Asmah pelan kemudian memeluk tubuh Sofi dengan penuh kasih sayang.
JAZAKALLAH KHAIRAN