
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
Setelah kajian itu selesai, mereka mampir untuk makan malam dan kemudian pulang.
Malam ini Ika pun kembali menginap di rumah bude Rendy. Hatinya sudah bulat ingin membuka semua tentang Ronal yang ia ketahui.
"Sekarang kita udah dirumah Ika, dari tadi aku sudah penasaran. Coba ceritakan tentang Ronal." ucap Sofi pelan sambil mengambil posisi duduk di kasurnya.
"Maafkan aku bila mungkin akan membuatmu kecewa Sofi." ucap Ika sedikit cemas.
"Aku menghargai kejujuranmu Ika. Aku berjanji tidak akan kecewa." ucap Sofi datar.
Hatinya makin tidak tenang, Apa yang sebenarnya terjadi antara Ika dan Ronal.
"Jujur aku dulu mantannya Ronal sewaktu aku tugas di Pusat. Aku berhubungan dengan Ronal sekitar satu tahun, dan aku hamil. Aku minta pertanggung jawaban Ronal tapi dia tidak mau. Kemarin yang kita lihat di hotel itu bukan pertama kalinya, aku sudah beberapa kali memergoki Ronal bersama dengan tante-tante. Bukan aku ingin meracuni pikiranmu tapi ini fakta yang terjadi sama aku Sofi. Semenjak lihat kamu berhijrah, aku jadi malu sendiri, aku jadi ingat dosa. Hatiku tergerak untuk mengikuti jejakmu." ucap Ika terisak.
"Kandunganmu?" ucap Sofi pelan mengarah ke perut Ika.
"Aku keguguran Sofi, waktu itu aku kelelahan bekerja. Dan aku terjatuh di terminal sewaktu menunggu angkot. Waktu jatuh saya cuma berasa nyeri diperut sampai rumah ada darah. Aku ke bidan ternyata aku keguguran. Waktu itu usia kandunganku baru empat Minggu. Allah SWT baik Sofi, aibku ditutup rapat oleh Allah SWT." ucap Ika lirih.
"Terus tadi Ronal?" ucap Sofi.
"Dia mengancam ku bila menceritakan hal ini padamu. Aku takut Sofi, Ronal itu nekat bahkan sangat nekat." ucap Ika terlihat cemas dan takut.
"Ada aku Ika. Dulu Ronal pun mengancam ku, tapi aku gak cerita sama Rendy. Ini yang membuatku ingin segera resign. Entahlah aku sudah mantap dengan Rendy. Sekarang kan aku sudah menjadi tanggungjawab Rendy. Bila bapak tidak merestui, mungkin aku akan pergi bersama Rendy. Aku sudah memasrahkan diriku untuk Rendy, Ika." ucap Sofi tegas dan mantap.
"Aku salut sama kamu Sofi. Kamu itu perempuan hebat, bisa menjadi contoh baik buat teman teman, termasuk aku. Sejak kamu berhijrah, berapa orang kantor mengikuti jejakmu. Ada Hayu, ada Festi, ada Sasa dan masih banyak lagi. Kamu itu menjadi inspirasi mereka. Melihatmu menjadi baik, lembut, dan rajin. Mereka pun seperti terhipnotis, termasuk aku Sofi." ucap Ika memuji dengan tulus.
"Seharusnya jangan karena aku tapi karena Allah SWT. Aku hanya manusia biasa." ucap Sofi
"Kamu tetap ingin resign Sofi?" ucap Ika menyelidik.
"Iya Ika. Aku sudah mantap, besok aku akan mengajukan resign. Aku sudah tidak peduli dengan karirku. Aku bis memulai dengan membuka usaha bersama Rendy. Aku selalu berdoa, agar Allah SWT melembutkan hati kedua orang tuaku agar mereka mau merestui pernikahanku. Aku yakin pasti ada waktunya. Kami lihat sendiri, Ronal sekarang tidak pernah menghubungiku. Kata anak kontrakan sebelah dia suka datang. Awalnya nungguin aku, lama lama mampir ke rumah Tante Risa, pemilik kontrakan." ucap Sofi pelan.
"Tante Risa bukannya masih punya suami?" tanya Ika menyelidik.
"Iya masih, kan pelaut, jadi jarang pulang. Sekarang kita tidur, no drakor, nanti malam kita sholat tahajud." ucap Sofi pelan.
"Iya Sofi sayang, lu gak nelepon kekasih halal lu itu? Gue mo denger lu bucin ma Rendy." ucap Ika terkekeh.
"Aku ngantuk tapi ini demi keutuhan rumah tanggaku." ucap Sofi pelan.
"Baru diomongin tu udah nelepon, emang jodoh ku berdua." ucap Ika sambil menutup nadanya dengan selimut tebal.
dreeeeeet dreeettt....
📱 Bidadariku....
"Assalamualaikum sayang sudah dirumah kah?" ucap Rendy pelan.
"Waalaikumsalam sudah mas Rendy. Besok aku mau resign mas?" ucap Sofi mantap.
"Lho kok tiba tiba sayang kenapa? katanya mau berkarir?" kenapa jadi berubah pikiran." ucap Rendy menyelidik.
"Kamu yakin?" ucap Rendy yang ragu.
"Kamu kenapa sih mas? kok kayak gak suka gitu?" ucap Sofi ketus.
"Sofi dengerin aku dulu, aku seneng kamu resign, itu yang aku harapkan. Insya Allah aku mampu menafkahimu sayang. Kita buat usaha biar kamu juga gak jenuh. Aku jadi tidak sabar menunggu besok bertemu kamu. Jemput aku dibandara ya?" ucap Rendy manja.
"Iya mas, makasih udah menjadikan aku istrimu. Aku bahagia banget. Mas aku ngantuk, tidur dulu ya? assalamualaikum." ucap Sofi sudah kekalahan dan tertidur pulas.
"Iya waalaikumsalam." ucap Rendy lirih.
Alhamdulillah akhirnya Sofi bisa mengerti apa arti berumah tangga. Mungkin takdir kita bersatu seperti ini. Ini sudah cukup membuktikan cintamu kepadaku Sofi. Aku makin salut dan bangga padamu. Semoga kita mendapat restu kedua orang tuamu dengan ikhlas.
Satu hal lagi, aku sudah tahu siapa jati diri Ronal. Dan itu harus ku ungkapkan pada saat acara keluarga besok.
Keesokkan harinya, Sofi dan Ika melakukan rutinitas pagi seperti biasa. Sofi dan Ika pun berangkat agak kesiangan dan mulai memasuki kantor menuju ruangannya. Dengan cepat Sofi pun masuk ke ruangan Pak Jae.
"Assalamualaikum Pak Jae, maafkan Sofi selama ini bila ada salah. Sofi ingin resign dari kantor ini. Ini surat pengunduran diri saya. Maafkan Sofi Pak." ucap Sofi sangat lembut.
"Waalaikumsalam, kenapa Sofi? gajimu kurang?" ucap Pak Jae sedikit meledek.
"Gajiku cukup Pak Jae, tapi saya akan segera menikah dengan Rendy. Saya tidak ingin salah paham jadi lebih baik aku dan Rendy tinggal bersama." ucap Sofi enteng.
"Aku tidak bisa memutuskan, surat ini akan saya disampaikan ke pusat. Dan nanti Pusat yang akan mengambil keputusan." ucap pak Jae lembut.
"Baik Pak, tidak masalah hal itu. Satu hal lagi rahasiakan pengunduran diri saya." ucap Sofi pelan sekali.
"Baik silahkan bekerja kembali." ucap Pak Jae lembut.
"Iya Pak terimakasih." ucap Sofi datar.
Alhamdulillah, akhirnya semua keinginanku dikabulkan. Setiap permasalahan diberi solusi terbaik dan semua lancar. Semoga pernikahanku ini membawa berkah untuk keluarga kecilku. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu mas Rendy.
Semoga urusan dengan Ronal pun beres. Semoga Allah SWT meridhoi keputusanku ini.
"Sofi, kamu dari mana? kamu sekarang tidak pernah tidur di kontrakan? kamu tidur dimana?" ucap Ronal.
"Apa perdulimu Ronal?" ucap Sofi ketus.
"Aku tunangan kamu!? aku menunggumu di kontrakan?" ucap Ronal ketus.
"Menunggu aku dimana? dirumah Tante Risa? iya!!!" ucap Sofi keras.
"Jaga mulut kamu Sofi? tangan ini bisa mendarat di pipimu?" ucap Ronal penuh amarah.
"Silahkan saja, aku tidak pernah takut. Aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya. Sudah cukup dengan pertunangan ini. Kita punya jalan hidup yang berbeda, kita jalani masing masing. Jangan pernah ganggu hidupku lagi Ronal!!" ucap Sofi ketus dengan aura kemarahan.
-------------+++----------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚