Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 24 ADA ACARA APA INI?



SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


Dini hari pukul 01.00 wib, Sofi sudah sampai di Bandara, dan dijemput oleh keluarganya. Perjalanan untuk sampai ke rumahnya membutuhkan waktu sekitar 45 menit.


Sofi mulai membuka ponselnya yang sudah sejak sore dimatikan. Sepulang dari kantor dan berpamitan kepada teman temannya bahwa akan cuti selama 2 hari.


Ting...


Ting...


Ting...


Ting...


Ting...


Banyak notifikasi yang masuk ke ponselnya, dilihatnya sekilas, ada Pak Jae, Ika, Mas Rendy, Mama, dan Ronal.


Panggilan tidak terjawab Mas Rendy 20x, Pak Jae 5x, Ika 10x, Mama 2x, Ronal 5x.....


Tentu yang dibuka pertama kali milik Pak Jae siapa tahu penting, batin Sofi.


Pesan Masuk


From : Pak Jae


"Assalamualaikum, Sofi, hari Sabtu meeting ke Padang dibatalkan, diundur hari Senin dan waktunya berubah. Meeting akan dilakukan di Bali, sekaligus perencanaan pembiayaan, Kamu dan Ika, tugas di Bali selama seminggu membuat anggaran perencanaannya, kalau ACC, Kamu berangkat lagi untuk memantau pembiayaan disana. Usahakan proyek ini kita menang, saya sangat membutuhkan loyalitasmu kepada perusahaan. Karena saya lihat kamu dan Rendy team yang solid.", begitu isi pesan Pak Jae selaku Pimpinan Perusahaan.


Balas


From : Sofia


"Baik Pak Jae, saya akan lakukan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin."


Pesan Masuk


From: Ika Qiyut


"Sofiiiiiiii........ kenapa ponselmu tidak aktif lama. Pak Jae menghubungimu ada tugas penting, urgent..... buka pesan ya, jangan lupa oleh oleh.. Yang jelas lumayan bisa Plesiran seminggu di Bali......"


Balas


From: Sofia Cantik


"Iya udah dibales, besok aku telp biar jelas. Aku dari sini cuz ke Bali aja, ada perlu. Siapin berkas berkas penting yang dibutuhkan. Barang barang masukin loker, kunci ya bawa. See u di Bali say..."


Pesan Masuk


From: Rendy my 💚


"Assalamualaikum, sayang aku khawatir, kalau sudah sampai segera hubungi aku. Ada yang ingin kubicarakan padamu Love u💖"


Balas


From: Humairah 💚


"Waalaikumsalam.. aku baru sampai dibandara, ini masih dimobil, nanti aku video call kalo sudah sampai, I Love you too 😘💞."


Pesan Masuk


From: Ronal


"Hallo sayang, calon istriku.... kamu udah sampai? aku menunggumu sayang, muachhh 😘😘😘😘😘."


Balas


From:


"Apa peduli lor, jijik gw dengernya. Gw UDAH BENCI SAMA LOE!!!!


Pesan Masuk


From: Mama


"Kamu sudah sampai mana Sofi?"


Di tutupnya semua pesan pesan itu. Dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas selempangnya. Sofi tersenyum menatap ke arah jalan. Sungguh Indah, lampu lampu kecil warna warni yang cantik.


"Pak, sebenarnya mau ada apa, sampai Sofi disuruh cuti.", ucap Sofi penasaran penuh menyelidik. Perasaannya sejak sore sudah tidak enak dan tidak nyaman seperti ada yang disembunyikan oleh keluarga Sofi.


"Nanti juga kamu tahu Nak, nanti gak surprise. Kamu pasti senang Nak, karena dari dulu kamu menyukainya." ucap bapak tenang.


"Iya tapi apa bapak?" ucap Sofi sedikit jengkel.


"Sudah kamu tidur saja, nanti bapak bangunkan kalau sudah sampai." ucap bapak enteng.


"Minggu depan, pacarku dan orang tuanya datang melamar pak, nanti semua kebutuhan biar aku transfer, jangan bikin aku kecewa Pak. Namanya Rendy, dia manager di kantorku, sekarang lagi promosi menjadi pimpinan cabang Bali pak." ucap Sofi sedikit gugup.


Ucapan Sofi terdengar seperti petir yang menggelegar......... Duuuaarrrrrrr.....


Ciiitttt.....ciiitttt........ Tiba tiba mobil berhenti mendadak, aaoowwwwww....


Dug...


Kepala Sofi membentur dashboard mobil. Bapak pun langsung menengok ke arah Sofi dengan tatapan yang tidak biasa, cemas dan gugup.


"Bapak pelan-pelan dong, ini jidat Sofi benjol. Ya ini aku bilang, tadinya kita bersahabat, hingga suatu saat aku diajak kerumahnya dan orang tuanya menanyakan siap kapan dilamar, gitu. Bapak gak keberatan kan, Sofi sudah mengiyakan, dan Sofi mencintai Rendy pak?" ucap Sofi merengek kepada Bapaknya.


"Seiman Sofi? kalau seiman lanjutkan, bapak merestui kalau memang itu keinginan kalian." ucap bapak mantap.


"Tidak seiman Pak, tapi biar Sofi yang mengikuti Rendy, pak. Izinkan Sofi pak?" rengek Sofi memohon.


"TIDAK AKAN, DENGAR KAMU SOFI, SAMPAI BAPAK DENGER KAMU PINDAH AGAMA, BAPAK TIDAK AKAN MENGAKUIMU ANAK LAGI, LUPAKAN BAPAKMU INI YANG SUSAH MENYEKOLAHKAN KAMU, DAN BISA SUKSES SAMPAI SAAT INI!!!!!" ucap bapak tegas dan marah.


Mobil pun langsung dinyalakan dan dijalankan secara kencang. Hingga Sofi sendiri merasa takut.


Mata Sofi berkaca kaca mendapatkan penolakan yang tegas itu dari Bapaknya.


Apa yang harus aku lakukan mas?, batin Sofi.


Sesampainya dirumah pun, Sofi langsung ke kamarnya dan mengunci pintu. Sungguh hatinya kesal. Selama ini menuruti semua keinginan orang tuanya, hingga saat ini. Giliran menentukan pasangan hidup untuk kebahagiaan anaknya pun harus diatur juga.


Dreeettt drettttt.......


Dengan sigap Sofi pun menggeser tonik hijau di layar itu.


"Assalamualaikum sayang, sudah sampai?" tanya Rendy sambil memandang wajah Sofi uang terlihat pucat dan kusut.


"Waalaikumsalam, mas... aku capek banget jadi gak semangat nih." ucap Sofi lemas.


"Ya sudah kamu tidur dulu aja, nanti aku telp lagi ya, lihat tuh pucat banget. Bobo ya sayang, I love you. Assalamualaikum." ucap Rendy pelan.


"Iya, love you too, waalaikumsalam." jawab Sofi dengan tidak bersemangat.


Semangat hidupnya pudar mendengar pernyataan Bapak tadi. Biasanya Rendy yang menjadi penyemangat nya pun, Sofi jadi enggan menanggapi.


Mungkin aku terlalu lelah, lebih baik aku tidu dulu, mungkin nanti ada petunjuk baik.


Ting....


Sebuah notifikasi pesan masuk.


Pesan Masuk


From: Rendy my💚


"Kamu kenapa sayang? ada hal yang tidak biasa dari raut wajahmu? apa kamu menyembunyikan sesuatu dari aku? karena dari sore perasaanku tidak enak Sofi. Jangan sembunyikan apapun dari aku, ceritakan dan kita cari solusinya."


Seakan tahu apa yang sedang terjadi. Ikatan batin itu sungguh tidak bisa dipungkiri, firasat yang peka, karena suatu ketulusan dan cinta sejati. Maafkan aku mas Rendy, bila aku jujur aku takut membuatmu kecewa.


Pesan dari Rendy pun hanya dibaca dan tidak dibalas. Sofi menangis dan menenggelamkan kepala dibantalnya. Tangisannya terhenti sesaat Sofi terbawa arus mimpi.


*Alarm ponsel berbunyi......


Sofi* pun menggeliat dengan malas. Matanya masih terpejam, dibukanya pelan pelan mata itu. Segera ke kamar mandi untuk berwudhu, panggilan adzan di musholah. Sofi pun mulai berniat dan melaksanakan sholat Subuh.


Alhamdulillah, Ya Allah berikan petunjuk mu, berikan kekuatan untuk bisa jujur kepada mas Rendy.


Drettttt drettttt


"Assalamualaikum, mas Rendy." Sofi menerima panggilan video call itu dengan tersenyum manis. Hatinya sudah mulai tenang.


"Waalaikumsalam, istri mas sudah bangun, sudah sholat subuh lagi. Ada yang mau diceritakan?" ucap Rendy menerka.


"Aku akan cerita, tapi harus kita selesaikan dengan kepala dingin. Bapak belum merestui kita mas, bahkan aku diancam kalau sampai pindah agama aja diusir dari rumah. Aku harus bagaimana mas?" ucap Sofi cemas.


"Tenang Sofi, dua Minggu lagi aku tetap ke rumahmu, apapun jawaban dari orang tuamu, aku akan membawamu pergi ke rumah umi. Gimana?" ucap Rendy.


"Aku ikut kamu aja mas Rendy, apapun itu aku akan menurutimu, karena kamu suamiku. Mas, nanti aku telepon lagi, mama manggil. Assalamualaikum." ucap Sofi terburu buru sambil melepaskan mukenanya dan melipat kembali ke dalam tas besarnya.


"Iya, waalaikumsalam." ucap Rendy dengan kecewa.


Sambungan telepon pun di akhiri.


"Iya ma, masuk aja." ucap Sofi dari dalam kamar, yang berpura pura masih tidur.


ceklekkk......


"Sofi, anak mama yang cantik gimana pekerjaanmu sayang?" ucap mama lembut


"Baik ma, sebenarnya ada acara apa ma?" ucap Sofi masih dengan rasa penasarannya.


"Kamu gak tahu apa gak mau tahu?" ucap mama datar.


"Ihh mama pake rahasia rahasiaan segala." ucap Sofi.


"Hari ini adalah HARI PERTUNANGAN MU DAN RONAL." ucap mama tegas dan mantap.


***Duuuuuuuuaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrr.........


Kilatan cahaya dari petir itu pun terasa menyakitkan menusuk hati.


Mungkin ini awal bencana itu terjadi.


--------------------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚***