Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 18 ALHAMDULILLAH SAH



SELAMAT MEMBACA


๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š


" Alhamdulillah selesai juga, lancar semuanya, aku bahagia banget Sofi, kamu gimana kok cemberut gitu sih, gak bahagia ya?", ucap Rendy.


" Aku seneng banget mas Rendy, cuma masih mengganjal restu nih, emang kamu gak kepikiran?", ucap Sofi.


" Dua Minggu lagi aku ke rumahmu, yang sabar ya dan selama itu aku gak akan menyentuhmu, walaupun sudah menjadi hak ku", ucap Rendy meyakinkan, sambil mengecup kening istrinya.


" Aku percaya kepadamu mas Rendy, jangan kecewakan aku ya", ucap Sofi.


" Iya sayang aku janji, akan menemanimu setiap saat, tapi kamu juga berjanji akan selalu bersama ku, sebesar apapun masalah yang akan kita hadapi? kamu siap sayang?", ucap Rendy.


" Kita jadi pulang sore ini sayang, kamu gak cape?", ucap Sofi.


" Iya sayang kita harus pulang, kalau kemaleman aku nanti nginap di kontrakan mu ya? boleh gak?", ucap Rendy. Jujur badannya sangat lelah, tapi besok mereka harus masuk kerja, jadi mau tidak mau, sore ini harus kembali ke Jakarta.


" Jangan mas Rendy, aku gak enak sama tetangga, maafkan aku ya, lebih baik kalau cape kita cari hotel aja, minimal sudah setengah perjalanan, jadi lebih dekat untuk melanjutkan perjalanannya", ucap Sofi memberikan sarannya.


" Ya sudah kita coba dulu aja ya, kamu sudah mengemasi barang barangmu?", ucap Rendy.


" Alhamdulillah sudah mas Rendy, tinggal cuz aja, aku tiduran dulu ya, aku ngantuk mas, kamu mau tidur juga? sini bareng aja, kita pasang alarm bangun", ucap Sofi sambil menepuk nepuk kasur di sebelahnya.


" Aku di sofa aja Sofi, aku gak enak sama umi dan Abah, lagi pula aku berjanji untuk tidak menyentuhmu sampai restu itu kudapat dari orang tuamu", ucap Rendy mengingatkan.


Ada perasaan yang mencelos dari hati Sofi karena keinginannya ditolak, harapannya bisa bermanja-manja dengan suaminya itu pun harus dikubur dalam dalam karena suatu janji yang harus ditepati.


" Ya sudah terserah kamu aja mas", ucap Sofi kecewa.


Rendy cukup hafal dengan sikap Sofi yang tengah merajuk, Rendy pun duduk ditepi ranjang dekat tubuh Sofi merebahkan tubuhnya. Di Elus Elus pipi sang istri, dikecupnya kening Sofi lembut sekali.


" Tidurlah Sofi, jangan menggagalkan janjiku karena kekhilafanku, seharusnya kamu mendukung aku untuk menjaga kehormatanmu dan janjiku padamu", ucap Rendy lembut penuh kasih sayang sambil mengecup pipi Sofi.


Astaghfirullah, benar pacaran setelah menikah itu geregetan sendiri, baru dicium kening dan pipi aja ini tubuh serasa ingin menyerahkan semuanya. Mas rendy, kamu itu paling bisa buatku terbang dan berbunga bunga. Sofi pun tersenyum manis menatap suaminya itu.


" Iya sayang, selamat tidur siang ya", ucap Sofi.


Sofi yang sudah lelah pun langsung tertidur di ranjang pengantin yang empuk dan sudah berada di alam mimpinya yang indah seperti suasana hatinya yang sedang berbahagia.


Sedangkan Rendy tertidur di sofa keluarga, karena masih banyak tamu yang menikmati hidangan acara tasyakuran pernikahan mereka.


Dua jam berlalu pun terasa sebentar bila badan terasa lelah. Umi pun berniat membangunkan karena hari sudah sore.


" Rendy... bangun nak, jadi pulang ke Jakarta gak?, sayang ayo bangun, umi siapin air untuk kamu mandi", ucap umi sambil menggoyang goyangkan tubuh Rendy agar cepat bangun dari tidurnya.


Rendy pun mengerjap ngerjapkan matanya, dibukanya pelan pelan, dikumpulkannya nyawanya biar tidak pusing saat bangun. Rendy pun duduk tegak dan menengok ke arah umi yang tersenyum.


" Umi kenapa dibangunin, Rendy masih lelah umi", ucap Rendy malas. Badannya sungguh remuk, lelah, membuatnya lupa akan statusnya saat ini sebagai suami Sofi.


" Bangun, cepat mandi, sudah ashar, kamu belum sholat sekalian ajak Sofi sholat, biar belajar. Katanya mau pulang ini sudah sore. Ini dari Abah, tadi dari pak kiyai.", ucap umi panjang lebar.


" Ini kertas apa umi", tanya Rendy bingung.


" Ini surat pernikahan siri mu dengan sofi, sudah ditanda tangani berbagai pihak termasuk pak kiyai tanda tangan di atas materai, takut kamu digerebek, hehehe. Umi harap kamu cepat urus di KUA kalau sudah ada ini, bisa dibantu pak kiyai, pesta mah gampang yang penting tercatat secara hukum dan punya buku nikah" ucap umi tegas.


" Iya umi nanti suruh pak kiyai urus, biar dapet buku nikah, jangan lupa umi?" ucap Rendy.


" Iya umi gak akan lupa demi kebahagiaan anak umi, ayo mandi", ucap umi lembut.


Rendy pun sudah mandi dan sedang bersiap siap untuk sholat ashar, sambil menunggu Sofi selesai.


Sofi sudah bersiap untuk sholat ashar, pertama kali menggunakan mukena dari seserahan yang diberikan Rendy.


" Cantik sekali istriku pakai mukena gitu, jadi makin sayang nih, babang Rendy," ucap Rendy terkesima.


" Fokus mas rendy, ajarin Sofi bukan bercanda gak jelas", ucap Sofi pura pura tegas.


" Sebelum sholat kita membaca niat dulu ikutin aku, nanti aku jelasin", ucap Rendy mengajari.


ุงูุตูŽู„ู‘ูู‰ ููŽุฑู’ุถูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูุงูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ุงูŽุฏูŽุงุกู‹ ุงูู…ูŽุงู…ู‹ุง ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰


Ushalli fardhol 'ashri arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala


Artinya:


"Aku berniat shalat fardhu 'Ashar empat raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala"


Niatย Sholatย Asharย Sebagai Makmum


ุงูุตูŽู„ู‘ูู‰ ููŽุฑู’ุถูŽ ุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑูุงูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ุงูŽุฏูŽุงุกู‹ ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู’ู…ู‹ุง ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰


Ushalli fardhol 'ashri arba'a raka'aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma'muuman lillaahi ta'aala


Artinya:


"Aku berniat shalat fardhu 'Ashar empat raka'at menghadap kiblat sebagai ma'mum karena Allah Ta'ala"


" Nah itu perbedaan nya Sofi kamu mengerti?, yuk kita niatkan dulu agar kita bisa sholat dengan khusyuk", ucap Rendy mantap.


Jujur ini pertama kali menjadi imam untuk istrinya sendiri, walaupun sudah biasa menjadi imam. Sunggu perasaan yang amat bahagia, akan terus menjadi imam bagi sang istri tercinta.


***ALLAHUAKBAR.....


ASSALAMUALAIKUM...


ALHAMDULILLAH***....


Selesai sholat ashar berjamaah Sofi menengadahkan kedua tangannya untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, atas semua dosa dosanya, tidak lupa aga senantiasa diberi kemudahan menjalani kehidupannya yang baru ini sebagai muslimah sejati.


Sofi pun mencium tangan Rendy, dan Rendy pun membalas mencium kening sang istri.


Sungguh Nikmat mana yang hamba dustakan, karena ini benar benar nikmat Allah SWT yang tiada duanya. Mendapatkan istri seorang mualaf, yang tulus ikhlas mau bersungguh sungguh niat dari hati yang paling dalam untuk belajar agama Islam.


" Kita setiap hari sholat berjamaah sayang, kita cari pahala dari Allah SWT, kamu mau kan? di kantor pun harus begitu sayang, kamu siap kan?" ucap Rendy.


" Insya Allah mas Rendy, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk cepat bisa mengikutimu dengan baik", ucap Sofi mantap.


" Mau makan dulu atau pulang sekarang, nanti makan dijalan?" tanya Rendy.


" Pulang aja, gampang nanti makan dijalan, kalau cape bilang jangan dipaksain, nanti tidur di hotel gak papa sayang", ucap Sofi.


Rendy dan soft pun, berpamitan kepada umi dan Abah.


" Umi, Sofi pulang dulu, nanti Sofi kesini lagi sama mas Rendy", ucap Sofi sambil memeluk umi dan mencium tangan umi dan pipi umi.


" Iya sayang, umi tunggu masakan berikutnya ya, umi sayang Sofi, nurut sama Rendy ya," ucap umi lembut.


" Abah, Sofi mohon pamit, maaf udah merepotkan Abah ya, nanti Sofi masakin kesukaan Abah lagi ", ucap Sofi tulus dengan senyum merekah, sambil mencium tangan Abah.


" Iya nak Sofi, mantu kesayangan Abah, yang rukun ya, saling percaya dan saling menjaga, hati hati dijalan ya nak", ucap Abah.


" Bawa mobilnya hati hati rendy," , ucap umi.


" iya umi. Umi, Abah, Rendy pamit ya, assalamualaikum', ucap Rendy sambil masuk ke dalam mobil.


HARI INI MEMANG HARI BAHAGIA KITA, TAPI HARI ESOK MUNGKIN KITA MENDERITA, KARENA STATUS KITA.


---------------+++++-----------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA


HIDAYAH HIJRAHKU


LIKE DAN KOMENT SERTA VOTENYA


๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š