
Sejak pagi, Sofi pun bolak balik ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Ponselnya berdering sejak tadi pun didiamkan saja, kepalanya sangat pusing dan tubuhnya lemas karena muntah muntah.
"Sofi, kamu kenapa? kita ke dokter?" ucap Umi pelan.
"Tidak usah Umi, mungkin masuk angin biasa." ucap Sofi pelan dan tersenyum tipis.
"Umi ke dapur dulu ya. Kalau ada apa-apa panggil Umi." ucap Umi menitah.
Sofi pun tertidur setelah seluruh tubuhnya di olesi minyak kayu putih. Rasa mual dan muntah pun mulai berkurang.
Hari masih pagi, waktu menunjukkan pukul sembilan pagi..Sofi pun terbangun. Hampir dua jam Sofi tertidur dengan nyenyak dan pulas tanpa gangguan.
Sofi pun bangun dan berdiri kemudian merapikan baju dan kerudungnya. Sofi ke luar kamar dan berjalan menuju dapur.
"Umi sedang apa?" tanya Sofi dengan sopan.
"Sofi, kamu sudah bangun sayang. Tadi Umi ke kamar tapi kamu sedang tidur nyenyak. Ini Umi buatkan bubur ayam special untuk menu pembuka di saung kamu. Cobain ya." ucap Umi dengan lembut.
"Iya Umi." ucap Sofi pelan.
Satu mangkok sedang, bubur itu sudah berada tepat di depan Sofi. Mencium aroma kaldu ayam pun Sofi langsung mual kembali dan bergegas berlari menuju kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya yang sudah kosong sejak pagi.
"Umi... Sofi ke kamar aja. Sofi pusing sekali." ucap Sofi setengah berteriak.
Minyak kayu putih di atas meja pun langsung di buka dan di cium cium aromanya. Wangi mint yang membuat hidung dan tenggorokan pun lega, rasa mual pun hilang begitu saja.
Sofi duduk menyandar pada tempat tidurnya. Tubuhnya benar-benar terasa lemas dan lesu. Ponselnya pun kembali berdering...
📱Candra KW...
"Assalamualaikum.... cintah... kamu dimana kok di Saung gak ada sih?" tanya Candra dengan nada khas manjanya.
"Waalaikumsalam... iya Candra. Maaf, aku lagi sakit. Udah deh gimana kamu aja. Periasnya langsung ke rumah Umi aja ya. Rumah aku kosong." ucap Sofi menjelaskan.
"Cintah.... aku galau. Tanya donk kenapa gitu? biar kelihatan perhatian sedikit sama eke." ucap Candra pelan.
"Kenapa Candra galau... patah hati ya." ucap Sofi asal.
"Astaghfirullah.... Sofi beneran gak tahu Candra tadi asal jawab aja." ucap Sofi pelan.
"Eke di putusin sama Ronal, karena dia mau menikah sama pacarnya yang katanya lagi bunting. Kalau gak mau nikahin mau dilaporin ke polisi." ucap Candra pelan.
"Hah... masa iya Candra. Pacarnya nama ya siapa?" tanya Sofi menyelidik, tiba tiba mode on keponya pun aktif.
"Kalau gak salah Ika namanya." ucap Candra pelan.
"Ika??!! bukan Rere?" tanya Sofi pelan.
"Ihhh kok kenal Rere sih Sofi?" tanya Candra pelan.
"Kenal dulu teman kerja di Ibu kota." ucap Sofi pelan.
"Rere itu anak buahnya, pacarannya pun settingan agar proyek di Bali bisa di kuasai oleh Ronal dan teamnya." ucap Candra jujur.
Sofi pun tidak percaya dengan pengakuan Candra. Jadi semua itu sudah direncanakan. Termasuk Pak Jae pun terlibat dalam kasus ini, dan Ika sebagai pancingan. Cukup cerdas tapi caramu itu sungguh kotor Ronal, gumam Sofi dalam hatinya.
"Cintah..... cintt..... masih denger eke gak sih." tanya Candra dengan kesal.
"Masih Candra, aku mual dan muntah." ucap Sofi jujur sedikit mengalihkan pembicaraannya.
"Jangan jangan kamu hamil cintah.... itu tanda tanda orang hamil." ucap Candra dengan spontan.
"Masa sih Candra." ucap Sofi pelan.
"Cint... udah dulu ya." ucap Candra pelan dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
JAZAKALLAH KHAIRAN
LANJUT UP BESOK PAGI YA... INI PART-NYA MASIH PENDEK...
AUTHOR LELAH BUTUH ISTIRAHAT...