Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 97 EXTRA PART 1



Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Kesucian Syahadat


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Ketabahan Aisyah


Amanah Terindah


Kalam Hikmah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


TIGA TAHUN BERLALU ....


Usia twins kali ini menginjak tiga tahun. Keduanya memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. Bulan adalah wanita yang kuat, ia lebih dulu bisa berjalan dibandingkan bintang adiknya.


Celotehan mereka pun makin hari makin lucu dan menggemaskan. Bintang adalah seorang laki-laki yang cerdas karena sejak kecil pun sudah terlihat dengan hal-hal yang berbau buku.


Hari ini acara ulang tahun Bulan dan Bintang. Seluruh keluarga besar Rendy dan Sofi pun sudah berkumpul dan menyiapkan acara ulang tahun untuk si kembar yang lucu itu.


"Bulan dan Bintang tidur siang dulu ya. Umi dan Abi mau beresin balon-balon. Okey?" tanya Umi kepada kedua anak kembar itu yang sedang bermain di kamar.


Kedua anak kembar itu paham dan mengerti maksud Umi nya pun langsung meletakkan mainan mereka dan merangkak ke box mereka masing-masing, karena Umi sudah memegang dua botol susu untuk penghantar tidur mereka.


Kedua botol itu diberikan satu-satu dan dikecupnya kening si kembar secara bergantian. Sofi pun keluar kamar dan menutup kembali kamar itu tanpa membereskan mainan kedua anak kembar itu.


"Sudah pada tidur Fi." tanya Rendy pelan. Tangannya masih mengikat balon-balon di langit-langit rumahnya.


"Sudah Mas Rendy. Aku bantu apa?" ucap Sofi pelan, melihat keadaan sekeliling yang sudah tampak rapi dan tertata baik.


"Sudah cek di dapur sama Umi dan Mama. Kue ulang tahun si kembar sudah selesai menghiasnya?" tanya Rendy pelan.


"Beres kalau masalah kue, masalah berkat juga sudah, snack anak-anak juga sudah. Tinggal nanti kita rapikan disini." ucap Sofi pelan.


Sofi pun meninggalkan Rendy dan menyiapkan apa yang masih kurang di dapur untuk acara sore nanti.


Hari sudah menjelang sore, waktu sudah memasuki waktu ashar. Sofi sudah melaksanakan sholat dan merapikan pakaian untuk suaminya. Kedua anak kembarnya sedang mandi dengan kedua neneknya yang rindu dengan celotehan sang cucu kembar.


Sofi pun masuk ke kamar si kembar dan menyiapkan pakaian yang akan digunakan. Kembali membereskan kamar si kembar dengan memunguti mainan-mainan yang masih berserakan di lantai kamar.


Sofi pun membatin dalam hatinya, waktu cepat sekali berputar, sekarang aku sudah memilikinya dua buah hati yang lucu dan menggemaskan. Mereka adalah amanah yang harus aku jaga dunia dan akhirat.


"Sofi, sudah kamu di depan saja. Takut ada tamu yang datang, biar mama yang urus si kembar." ucap Mama Sofi dengan lembut.


Tamu pun satu per satu datang dan memberikan kado serta ucapan. Karena hari itu juga Anniversary Sofi dan Rendy yang keempat.


Semua orang sudah berkumpul dan menunggu Bulan dan Bintang yang sedang merapikan pakaiannya untuk segera datang dan meniup lilin lilin yang ada pada kue ulang tahun itu.


Bulan penyuka anime sailor moon karena selalu menyebut namanya jika akan berperang dengan musuhnya.


Bintang penyuka anime Cars. Lelaki itu terlihat pendiam dan cuek, tapi jiwa kejantanannya pun terlihat antusias pada mobil berkarakter.


Senyuman semua yang hadir pun membuat suasana menjadi hangat dan kekeluargaan. Bulan dan Bintang pun sudah berada di depan kue-kue kesukaan mereka. Dengan gaya khas anak kecil mereka pun berceloteh sesukanya.


"Umi potong-potong .. " ucap Bulan dengam semangat.


"Tiup lilin dulunya sayang baru kita potong kuenya." ucap Sofi dengan suara yang sangat lembut sambil memeluk kedua anaknya dari belakang.


Acara ulang tahun Bulan dan Bintang pun berjalan dengan lancar dan seru. Semua yang hadir mengucapkan selamat kepada Bukan dan Bintang.


Kesibukan Rendy dan Sofi hanya mengurus Saung Kang Rendy yang kini berkembang dengan pesat. Setelah kejadian tiga tahun silam dan dalam masa penyembuhan dan pemulihan kondisi tubuhnya, Rendy pun resign dari pekerjaannya di perusahaan Rangga.


Rendy pun sibuk dengan usaha mandirinya dan mengikuti Majelis Rasulullah di kotanya. Rendy sengaja menyibukkan dirinya untuk urusan akhirat. Rendy sudah dikenal banyak kyai dan ustad pemilik Pondok Pesantren di kotanya.


Rendy dikenal sebagai orang yang baik dan alim. Rajin bersedekah dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Setiap Jum'at akan dibagikan nasi bungkus gratis didepan Saung Kang Rendy. Setiap awal bulan berbagi sembako dan sedikit rejeki untuk dibagikan pada anak yatim dan para janda.


Kehidupannya kini lebih agamis dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rendy selalu bercita-cita agar kedua anaknya pun menjadi penghafal Al-Qur'an.


Perekonomiannya kini pun bisa dibilang berlebih dan sukses dalam usahanya. Banyak acara amal yang dilakukan di Saung Kang Rendy, atau mengadakan lomba lomba di hari besar keagamaan Islam.


Malam ini Rendy dan Sofi sedang duduk di gazebo samping rumahnya. Ditemani kopi panas dan bolu sisa ulang tahun acara tadi sore.


Mereka berdua tampak kompak dan berkomunikasi setiap saat, agar selalu terbuka dengan keadaan rumah tangganya.


"Fi ... Sudah lama kita tidak bersantai seperti ini." tanya Rendy menghadap ke langit melihat bintang-bintang yang bertaburan sangat indah.


"Mas ...Kita sibuk mengurus urusan kita dan urusan si kembar. Ada uneg-uneg yang mau kamu ungkapan?" tanya Sofi kepada suaminya.


"Uneg-uneg sih gak ada Fi. Aku bersyukur banget dengan semua ini. Apa uang kita miliki saat ini. Hanya saja aku ingin ... " ucapan Rendy pun dihentikan lalu menyeruput kopi panas itu dengan nikmat.


"Mau apa?!" tanya Sofi dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Mau itu ... Mau nambah anak." ucap Rendy dengan sok polosnya.


"Astaghfirullah Mas. Sofi belum siap. Ank kita masih kecil dan masih butuh kita." ucapnya pelan.


Rendy pun terkekeh dan berdiri lalu menggandeng istrinya dengan sedikit memaksa.


"Gak jadi anak gak papa. Yang penting bagi malam ini aku mau tuntas berkali kali." ucapnya terkekeh dan mengedipkan satu matanya kepada Sofi.


"Mas ... Apaan sih... Malu." ucap Sofi yang cuma bisa menunduk malu.


Malam itu sangat dingin dan segar, ketuntasan berkali-kali pun membuat keduanya pun lemas tak berdaya di bawah selimut hingga tertidur pulas.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....