Chase Me, I Catch You!

Chase Me, I Catch You!
91



Jenny sekali lagi berputar melihat sekelilingnya, dan tiba-tiba matanya membesar melihat sosok yang tiba-tiba saja muncul di sana, Jenny bahkan kaget bukan kepalang, sosok itu mendekatinya sambil tersenyum.


"Kenapa panik begitu?" goda Jonathan yang belum bersiap-siap. Jenny memandang Jonathan, dia langsung memeluk calon suaminya itu, sejenak saja cukup untuk menenangkan dirinya.


"Kau tak apa-apa? apa ada yang terluka?" cerca Jenny yang melihat wajah dan tubuh Jonathan dengan nada cemasnya.


"Ya, aku tidak apa-apa, kenapa?" kata Jonathan yang masih memasang wajah senyumnya.


Melihat senyuman jahil di wajah Jonathan, Jenny mengerutkan dahinya, menyipitkan matanya memandang kesal ke arah Jonathan yang senyumannya berubah menjadi tawa kecil.


"Kau mengerjai aku ya?" kesal Jenny pada Jonathan, dia mencubiti tubuh Jonathan membuat yang empunya meringis.


"Aduh, aduh, ampun, iya maafkan aku, sudah-sudah masa nanti malam pertama tubuhku penuh lebam karena cubitanmu," kata Jonathan yang masih melanjutkan tawa kecilnya.


"Kau ini tidak tahu betapa traumanya aku dengan hal ini! jahat sekali!" kata Jenny dengan wajah kesalnya, "aku batal mau menikah denganmu!"


Jenny memutar badannya membelakangi Jonathan, dia benar-benar kesal Jonathan melakukan hal itu, dia mengusap air mata yang sudah turun, entah karena panik atau malah karena kesalnya.


"Eit! itu tidak boleh diucapkan, tapi serius aku ingin memberikanmu kejutan di sini," kata Jonathan merangkul Jenny yang masih berwajah kesal, Jenny melirik ke arah Jonathan yang mencoba mengontrol tawanya, Jonathan lalu membalikkan tubuh Jenny, membuat Jenny sekali lagi membesarkan matanya namun kali ini dia langsung tertawa bahagia.


Bagaimana tidak, dia melihat semua teman-temannya dan juga beberapa anak yang dulunya sangat dekat dengannya ada di sana, mereka segera datang memeluk Jenny untuk memberikan selamat.


Jenny lalu melihat sosok tinggi yang selalu menolongnya dulu, Louise tampak tersenyum.


"Aku sengaja mengundang mereka, meminta Louise untuk memilih beberapa orang yang paling dekat denganmu, pasti kau juga ingin mereka ada di sini bukan?" kata Jonathan.


Jenny mengangguk senang, calon suaminya ini begitu pengertian.


Suasana sore terlihat begitu indah, matahari bagaikan bola jingga yang ada di garis lautan, memberikan warna pada awan yang biasanya berwarna putih bagaikan kapas, kontras dengan warna biru yang perlahan menghitam, deburan ombak menjadi saksi acara khitmat nantinya.


Jonathan berdiri tegak menunggu satu-satunya wanita yang berhasilkan menaklukkannya, semua orang mengira dalam permainan yang mereka Jenny lah yang kalah, namun sebenarnya Jonathan lah yang bertekuk lutut di hadapan wanita ini.


Wanita yang perlahan berjalan melewati taburan bunga mawar berwarna merah muda yang disusun sedemikian rupa untuk tempatnya berjalan, di sisi-sisinya tersusun kursi-kursi kayu dengan dekorasi minimalis namun bergitu indah.


Jenny perlahan berjalan dalam gandengan Jofan, siapa saja yang melihat Jenny pasti akan persona dengan betapa cantiknya dia, membuat semua orang tak bisa berpaling darinya.


Jofan menyerahkan Jenny yang langsung di sambut oleh Jonathan, dia bahkan masih tak bisa melepaskan wajahnya dari sosok cantik yang sesaat lagi akan menjadi istrinya.


“Aku tidak akan berjanji padamu, tapi aku akan berjanji pada diriku sendiri untuk selalu ada disampingmu, karena saat ini aku semakin yakin, aku menikahimu bukan karena agar bisa hidup bersamamu, tapi aku menikahimu karena aku tak bisa hidup tanpamu,” kata Jonathan yang disambut tawa manis dari Jenny maupun dari para tamu, terdengar begitu gombal tapi juga akan manis terasa.


sebuah ciuman manis menandakan mereka resmi menjadi sepasang suami istri membuat Sorak Sorai tamu yang ada di sana, Jonathan memeluk istrinya, akhirnya bisa bersatu jua.


Acara dilanjutkan dengan makan malam dengan konsep sederhana namun penuh dengan kehangatan, Jonathan tak lepas dari Jenny seolah takut wanita yang baru beberapa jam menjadi miliknya ini akan pergi darinya.


Suasana begitu syahdu saat mereka melakukan dansa pertama mereka, semua larut dalam atmosfir penuh cinta yang terpancarkan, semilir angin di tepian pantai membuat semuanya semakin indah, mengantarkan akhir sebuah kisah.


...Ini hanya akhir sebuah cerita....


...*T**api bukan akhir untuk cinta*....


...*Ma**sih banyak cerita akan tercipta*....


...*Mu**ngkin suka atau bisa jadi duka*....


...*Ta**k mengapa* ......


...*A**salkan tokoh utamanya tetap aku, kamu*, KITA....


 


Dan akhirnya selesai juga, haha ... sudah cukup mereka menderita, jadi biarlah diakhiri dengan manis saja.


Ini kisah yang aku tulis dan babnya ga sampe 100! wow, kaget juga wkwkwk ... akhirnya bisa nulis segitu juga.


Akhir kata, Makasih kakak2 tercinta, sudah setia Ama JeJo Ampe akhirnya, pasti kaget semua kok tiba2 end wkwkwk tapi memang tak ingin lama2 karena JeJo juga udah masuk ke SP kemarin.


Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih banyak atas dukungannya, ah!! cinta kalian semua


Quin