Chase Me, I Catch You!

Chase Me, I Catch You!
79.



"Namanya Jared, aku ingat namanya Jared dan Jenny memanggilnya kakak," kata Karen lagi melihat Cek itu di tangannya, Jonathan menarik napasnya dengan dalam, tentu saja, selama ini Jenny pasti begitu dekat dengan kakak kembarnya, dan jika jenny ingin melakukan sesuatu, pasti dia meminta kakaknya membantunya.


"Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya, Anda bebas pergi dari sini sekarang," kata Jonathan sumringah, akhirnya dia akan menemukan cintanya itu kembali.


"Benarkah? begitu saja? kau benar-benar tak ingin melakukan sesuatu padaku? kau sudah membayar begitu mahal," kata Karen ingin menggoda Jonathan, bahkan jika tak dibayar tidur dengan pria begitu tampan rasanya Karen akan senang.


Jonathan melirik Rian, Rian mengerti langsung menghalangi Karen mendekati Jonathan, Jonathan segera berdiri.


"Jika ingin kau boleh bermain-main dengan asistenku," kata Jonathan yang sedikit tersenyum, Rian mendengar itu membesarkan matanya dan langsung melepaskan tangannya dari Karen.


"Maaf Tuan, saya akan mengatur jadwal pertemuan anda dengan Tuan Jared," kata Rian buru-buru juga keluar dari ruangan itu, Karen yang melihat itu hanya diam saja, tak apalah, yang penting dia sudah di bayar, pikirnya.


---***---


Jonathan menunggu dengan sangat gugup, berulang kali dia melihat ke arah jam tangannya, untungnya Jared adalah orang yang selalu tepat janji, tepat jam 1 siang, Jared masuk ke dalam ruangan yang sudah di sewa oleh Jonathan.


Jonathan berdiri untuk menyambut ke datangan Jared, walaupun tak begitu dekat, bahkan bertemu dengannya pun baru beberapa kali, tapi dari awal, Jonathan sudah bisa tahu bagaimana wibawanya pria ini.


"Selamat siang, silakan duduk," kata Jonathan memberikan salam pada Jared, Jared memberikan sedikit senyumannya, dia lalu duduk di depan Jonathan,"maaf mengganggu waktu makan siang anda," kata Jonatan.


"Panggil saja Jared, kita seumuran bukan?" kata Jared merasakan kesungkanan dari Jonathan.


"Baiklah, Jared, aku di sini ingin tahu tentang Jenny, " kata Jonathan to the point, tak ingin lagi menyia-nyiakan waktunya.


Jared diam dengan wajah tanpa ekspresi, hanya matanya yang tajam melihat ke arah Jared, dia lalu menarik napasnya.


"Bukankah kau sudah bertemu dengan Paman dan Bibiku, mereka pasti sudah memberitahukan bagaimana keadaan Jenny sekarang," kata Jared pada Jonathan.


"Aku sudah tahu, tapi yang ingin aku ketahui, dimana dia sebenarnya, Jared, aku sudah tahu semuanya, tentang Karen dan bagaimana dia bisa menggantikan posisi Jenny," kata Jonathan menatap tak kalah tajam pada Jared, namun tetap dalam keadaan yang sopan.


Jared tak menunjukkan ekspresi terkejutnya, itu emang keahliannya, dia bisa tampak tenang walaupun sejujurnya saat ini dia terkejut karena Jonathan begitu cepat mengetahui semua itu.


"Aku benar tidak tahu dimana Jenny sekarang," kata Jared lagi.


Jared diam, tentu dia tahu bagaimana rasanya, mungkin dia tak berpisah jauh dari Suri, namun kematian hampir saja memisahkan mereka, dan tentu dia tahu bagaimana rasanya hanya ingin membuat wanitanya bahagia.


"Aku mengerti, namun aku benar-benar tidak tahu dimana Jenny sekarang, Jenny meminta bantuanku untuk memalsukan keberadaannya, membuat orang-orang yang ingin menyakitimu dan mengancamnya merasa Jenny sudah tidak ada, dia tak ingin ada lagi yang menyakiti dirimu apalagi keluargamu, karena itu dia memohon untuk membuat rencana ini, awalnya Jenny tinggal di rumah Karen untuk beberapa waktu tapi suatu hari, aku tidak bisa lagi menghubunginya dan saat aku ke apartermen Karen, Jenny sudah tidak ada, CCTV pun tidak membantu, ponselnya dan semua hal yang bisa melacak dirinya dia tinggalkan, dia hanya membawa uang tunai, hingga aku tidak bisa melacak jejak perbankannya, Jonathan, aku mengatakan yang sejujurnya, aku tidak tahu dia ada di mana, bahkan jika kau ingin menemukannya, aku akan membantumu," kata Jared yang seketika membuat seluruh tubuh Jonathan lemas, dia tak percaya hal ini, sejauh ini dia sudah mencari keberadaan wanita itu, tapi entah kenapa rasanya sekarang semuanya sia-sia, kemana Jenny sebenarnya. Jonathan kembali merasa pusing di kepalanya, dia benar-benar frustasi.


"Apa dia tidak ada mengatakan apapun?"tanya Jontahan.


"Dia hanya mengatakan bahwa dia ingin mencari ketenangan, dia ingin merubah dirinya, dan dia hanya ingin sendiri dulu untuk sesaat, itulah pesan yang dia tulis, aku pikir dia akan pergi 2 atau 3 minggu, tapi sampai sekarang dia tak ada kabar sama sekali, lagi pula uang yang dia bawa tidak lah banyak, aku cukup khawatir dengannya, sampai sekarang aku masih memerintahkan asistenku untuk mencarinya," kata Jared lagi yang akhirnya merasa punya teman untuk mencari keberadaan adiknya itu, selama ini dia tidak bisa meminta bantuan siapapun, karena dia sudah berjanji pada Jenny untuk menutupi semuanya,"aku tidak bisa meminta bantuan pamanku, karena dia pasti akan sangat marah dengan hal ini, lagi pula aku juga sudah meminta bantuan pihak militer, namun tetap saja, kami tak bisa menemukannya," kata Jared lagi.


"Apa benar-benar tidak ada satu pun cara? apa dia punya tempat yang dia ingin datangi, atau bagaimana?"tanya Jonathan.


"Sudah kami lakukan, tidak ada nama penumpang pesawat atas namanya hingga sekarang, bahkan tempat dia biasa berpegian, teman-teman akrabnya dulu, kami sudah menghubungi bahkan asistenku datang langsung ke sana, dan mereka memang tidak mengetahui apa pun, saat ini Jenny benar-benar seperti tidak ingin satu orang pun tahu dia ada dimana," kata Jared.


Jonathan menghempaskan tubuhnya dengan frustasi, ingin rasanya dia berteriak, memukul tembok itu dengan kuat, namun dia masih mencoba untuk menahan dirinya, kemana Jenny? bagaimana bisa dia meninggalkan Jonathan? bagaimana bisa dia bersembunyi hingga tak ingin ditemukan?


"Kenapa dia melkaukan hal itu? bagaimana bisa?" kata Jonatahn seidkit menjambak rambutnya, tak habis pikir dengan keputusan Jenny itu.


"Aku tak tahu, tapi aku yakin Jenny begitu mencintaimu, aku kenal adikku bagaimana, dia bukan orang yang gampang berkorban untuk orang lain karena sifatnya yang egois, dia biasa melakukan itu untuk keluarganya, baru dirimu lah yang bisa membuatnya melakukan itu pad orang lain sekalin keluargannnya," kata Jared lagi, sedikit kesedihan terdengar di suaranya. Jonathan menatap ke arah Jared dengan matanya yang basah.


"Aku akan mencarinya, bagaimanapun aku akan menemukannya|" kata Jonathan penuh dengan emosinya.


"Aku akan membantumu, apapun itu, kita bisa lebih baik dalam melakukannya bersama," kata Jared lagi, dia juga sangat khawatir dengan keberadaan adiknya itu.


"Ya, terima kasih," kata Jonathan lagi yang tak melihat Jared sama sekali, matanya berulang kali teredar mencari dan berpikir, bagaimana dan dimana dia harus mulai lagi mencari Jenny.


_______


jangan sedih, saya kasih foto halu bang Jared ya