Chase Me, I Catch You!

Chase Me, I Catch You!
Bab 70 -



Liam berdiri di depan pintu rumah kediaman Jofan, gelap masih menyelimuti sisi bumi tempat mereka berpijak, dingin udara pagi menusuk kulit, sedikit lebih kencang menerpa tubuh Liam.


Liam akhirnya bisa mengetahui kediaman baru Jofan setelah Rian memberitahunya, awalanya dia di hadang untuk masuk, namun setelah penjaga memberitahukan kedatangan Liam, akhirnya dia di izinkan masuk ke dalam perumahan itu.


Liam segera menekan bel rumah itu, tak lama dia mendengar suara pintu dibuka, Liam menahan napasnya, harap-harap cemas siapa yang akan membukakan pintu itu.


Pintu perlahan terbuka, memperlihatkan sosok Jofan yang segera menyambutnya dengan wajah seriusnya, tentu cukup tak bersahabat, selain sebelumnya hubungan mereka kurang harmonis, Liam cukup menganggu tidurnya hari ini.


"Jofan, maaf mengganggumu pagi- pagi begini, tapi aku harus menemuimu, karena ada yang penting," kata Liam menelan semua rasa malu dan menekan egonya untuk bisa berbicara seperti itu pada Jofan, demi anaknya satu-satunya dia harus melakukannya.


Jofan awalnya diam saja, hanya mengamati Liam yang tampak kecemasan yang nyata di wajahnya, Jofan menarik napasnya, sepertinya dia juga harus mengenyampingkan egonya dan menerima Liam karena dia merasa memang ada yang tak beres.


"Masuklah," ujar Jofan membuka pintu mereka lebih lebar, saat Liam masuk lampu ruangan itu menyala, dia melirik sedikit, melihat Aurora yang sekarang sedang ada di ujung ruangan itu, namun Liam tak mengambil waktu lama, dia langsung menunduk, mencoba menghargai dan menerima bahwa wanita itu tak akan menjadi miliknya.


"Silakan duduk," kata Jofan yang menyambut Liam di ruang tamu utamanya, Liam langsung duduk,"ada hal apa hingga kau datang pagi-pagi sekali seperti ini?" tanya Jofan pada Liam yang tampak tak bisa tenang.


"Terima kasih sudah mengizinkan aku menemuimu, tapi aku rasa aku sangat membutuhkan bantuanmu sekarang karena Jonathan diculik," kata Liam dengan wajah cemasnya, Aurora yang mendengar hal itu dari Jauh hanya bisa membesarkan matanya dan menutup mulutnya yang ternganga, bagaimana bisa?


"Lagi? Bagaimana bisa?" tanya Jofan tak percaya, belum ada seminggu dia melakukan misi penyelamatan untuk Jonathan, sekarang malah kembali diculik, mereka memang kurang penjagaan sepertinya.


"Ya, awalnya kami tak tahu bahwa itu penculikan, 4 orang polisi mengaku bahwa mereka mendapat perintah penahanan Jonathan, mereka mengatakan bahwa Tuan Gionardo yang melaporkannya, jadi tadi malam Mereka menggiring Jonathan dan membawa dia pergi, kami dilarang untuk ikut, tapi tadi pagi saat kami ke kantor polisi pusat, dan menunjukkan surat penangkapan ini, mereka mengatakan tak ada Jonathan di sana, suratnya juga palsu, jadi aku yakin anakku kembali diculik," kata Liam dengan serius menceritakan semuanya agar Jonathan bisa mengerti.


Jofan yang mendengar hal itu mengerutkan dahinya, dia lalu mengambil ponsel Liam yang menunjukan gambar surat penangkapan yang kemarin ditunjukkan oleh polisi itu, untung saja dia sempat memfotonya.


"Dimana dia ditangkap? kapan tepatnya terjadi?" tanya Jofan, matanya lurus menatap ke arah Liam, sedangkan tangannya menyerahkan foto itu pada Kiran yang sudah siap di sampingnya, dia memang sengaja diminta tinggal bersama Jofan, selain sebagai asisten, dia juga termasuk yang menjadi penjaga di sana.


"Dia di tangkap di hotel tempat kami menginap, dia di tangkap sekitar pukul 11-12 malam kemarin," kata Liam lagi.


"Hotel pasti punya CCTV, Kiran minta informasi CCTVnya, selain itu aku minta kau mencari keberadaan Jonathan, lakukan secepatnya," kata Jofan yang tampak masih memutar otaknya, sejauh ini hanya itu yang bisa dia pikirkan sekarang, dia harus kembali menyusun strategi untuk pembebasan Jonathan jika memang dia di sekap.


Jofan melirik ke arah Aurora yang ada di sampingnya sekarang, Aurora tampak cemas meletakkan tangannya di atas pundak suaminya, Jofan menggapai tangan itu, meremasnya namun tetap berwajah berpikir.


"Jangan sampai Jenny tahu," ujar Aurora pelan, dia tahu jika Jenny sampai mengetahui kabar ini, hati anaknya itu akan hancur lagi, beberapa Minggu ini begitu berat rasanya dia lalui.


"Ya," kata Jofan mengangguk, mengerti maksud Aurora, Aurora dan Jofan melemparkan matanya pada Liam, Liam mengangguk setuju, tak akan membiarkan Jenny soal ini dulu.


---***---


Liam dan Jofan tampak hanya diam di ruang tengah kediaman Jofan, Aurora membawakan teh hangat dan beragam kue kecil untuk sekedar mengisi perut dua pria yang sudah dari jam 3 pagi tadi bertampang begitu serius.


"Minumlah dulu," kata Aurora lembut, mencoba untuk menurunkan ketegangan semuanya, pelayan di rumah itu segera menuangkannya dan menyerahkannya pada Jofan dan Liam, namun Liam tak punya nafsu bahkan untuk menyeruput teh hangat itu.


Suasana kembali menegang saat Kiran langsung masuk ke dalam ruangan tengah itu, dia sudah mendapatkan kabar tentang Jonathan.


Melihat Kiran yang masuk buru-buru ke ruang tengah, Jofan yang baru saja meminum tehnya langsung segera meletakkan tehnya, dan melihat Kiran. Liam pun segera bangkit menatap penuh harap pada Kiran.


"Bagaimana?" tanya Jofan.


"Saya sudah mendapatkan kabar tentang Tuan Jonathan, mereka menemukan Tuan Jonathan di semak-semak di pinggir jalan tol lingkar luar yang sepi," kata Kiran menjelaskan pada dua orang yang menatapnya serius dan menuntut.


Mendengar hal itu bukan hanya Liam yang kaget, Jofan pun kaget, itu artinya Jonathan tidak disekap.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Liam segera.


"Mengkhawatirkan, mereka menyiksa dan juga memukuli Tuan Jonathan, tangannya terborgol dan keadaannya hingga sekarang tidak sadarkan diri," kata Kiran menjelaskan bagaimana keadaan Jonathan.


Liam menahan napasnya, begitu juga Jofan, Jonathan mengalami penganiayaan, siapa yang sudah begitu kejam melakukannya, kalau Jonathan diculik lalu disekap mungkin mereka memiliki tujuan untuk bernegosiasi, namun kalau diculik dan langsung dianiaya seperti ini, artinya mereka hanya ingin memberikan hukuman pada Jonathan, benarkah Gionardo ingin melakukan hal itu? bukannya begini Jonathan makin susah menikahi Chintia?


"Dimana dia sekarang?" kata Liam cukup keras dan histeris.


"Dia dibawa ke rumah sakit terdekat, namun sepertinya mereka akan membawanya ke rumah sakit yang lebih lengkap, karena cidera otak Tuan Jonathan cukup mengkhawatirkan," kata Kiran lagi.


Liam tak ambil waktu lama, dia segera bergegas ingin keluar, Jofan yang melihat hal itu melirik ke arah Aurora sejenak, seolah meminta izin untuk ikut melihat keadaan Jonathan.


"Kiran siapkan pengamanan untuk keluarga Jonathan dan Jonathan sendiri," perintah Jofan yang disambut anggukan mantap dari Kiran.


Liam keluar dari ruang tengah, langkahnya berhenti ketika dia melihat Jenny yang baru saja menapakkan kakinya lantai itu, Jenny tampak kaget melihat Liam pagi-pagi begini sudah ada di rumahnya, seketika hatinya yang dari kemarin merasa tak enak semakin yakin ada yang tak beres sekarang, apalagi dia melihat pamannya juga muncul di belakang Liam.


"Ada apa dengan Jonathan?" tanya Jenny yang tahu dari mata Liam yang sedih, cemas dan panik. Apa ini arti mimpinya?


________________________________________


Hallo kakak2 semua yang membaca Chase Me, I catch you.


Setelah dianalisa dan dikasih tahu sama tim ku, wkwkkw tim, kayaknya memang aku kurang interaktif dengan para pembacaku, sekarang aku akan menyapa kalian setiap kali habis bab seperti ini, Terima kasih tetap setia, tetap mau komen yang selalu buat aku senyum2 gak jelas Ampe dikira gila, wkwkkwk... mau balas semua kayak dulu, tapi maaf, semenjak Corona menggila, akunya harus siap siaga di pos terdepan, tapi tetep sebisa mungkin up dan up, haha.


sekali lagi Terima kasih ya.