Chase Me, I Catch You!

Chase Me, I Catch You!
Bab 38 -



Jonathan tampak berpikir, dia duduk di salah satu sofa di ruangan hotel salah satu cabang milik keluarganya, dia sedang menunggu asistennya untuk menyampaikan beberapa kabar yang dia tunggu, wajahnya benar-benar serius, bahkan ponselnya yang sudah kehabisan baterai pun tidak di dasarinya.


"Selamat pagi Tuan Jonathan," kata Rian segera masuk ke ruangan tengah itu, memberikan salam pada Jonathan.


"Ya,Bagaimana?" tanya Jonathan melirik ke arah Rian yang sekarang berdiri di depannya.


"Data yang Anda minta sudah saya dapatkan," kata Jonathan.


"Baiklah, silakan duduk," kata Jonathan mempersilakan Rian duduk di depannya, Rian mengangguk sejenak, dia segera mengikuti perintah Jonathan, dia lalu menunjukkan tabletnya pada Jonathan, menunjukkan sebuah data yang Jonathan minta.


"Seperti yang Anda minta, saya sudah mendapatkan beberapa data tentang hubungan Nona Chintia dan Tuan Anxel, seperti hubungan Anda dan Nona Chintia, Tuan Anxel merupakan sahabat Nona Chintia bahkan sejak kecil, mereka sudah dekat bahkan sebelum mereka bersekolah, hubungan mereka sedikit merengang saat Nona Chintia harus melanjutkan sekolahnya di tempat Anda bersekolah, dan Tuan Anxel bersekolah di Kanada," terang Rian menjelaskan pada Jonathann yang tampak serius mendengarkannya.


"Lalu?" tanya Jonathan.


"Tapi semenjak mereka sama-sama kembali ke negara ini, mereka kembali akrab, dan sekitar 1 tahun belakang ini mereka tampak jauh lebih akrab, beberapa kali mereka sering pergi bersama dan mengambil liburan bersama, dan mereka sepertinya memang menjalin hubungan yang lebih dari pada persahabatan," kata Rian lagi menunjukkan beberapa foto yang bisa dia dapatkan, Jonathan memeringkan kepalanya sedikit melihat foto-foto yang ada di tablet Rian, tampak Anxel dan Chintia yang terlihat begitu intim, di foto yang lain bahkan tampak Chintia menggelayut mesra pada Anxel. Jonathan memicingkan matanya, jika mereka dulu berhubungan, kenapa sekarang mereka tidak lagi berhubungan? lalu kenapa mereka terkesan menutupi hubungan mereka dari Jonathan dan Jenny.


"Kapan foto ini di ambil?" kata Jonathan melirik ke arah Rian.


"Foto ini di ambil 3 bulan yang lalu, setelah foto ini, mereka sudah tidak lagi terlihat sering keluar atau berhubungan, saya rasa ini ada hubungannya dengan keadaan Tuan Anxel dimana dia sudah mulai diperkenalkan untuk masuk ke dalam dunia politik di negara ini," kata Rian yang mencoba untuk memberitahukan apa sebab hal ini terjadi menurut pemikirannya.


"Ya, ayah Tuan Anxel adalah seorang pedana menteri yang sekarang sedang menjabat, desas desus yang terdengar, Ayah Tuan Anxel ingin melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan oleh kakek Nona Jenny, dia ingin membuat Tuan Anxel menjadi Presiden, mengikuti Jejak Tuan Jofan yang merupakan Presiden termuda yang pernah menjabat 2 priode sekaligus di negara ini, Nona Chintia merupakan keponakan dari istri Tuan Jofan dimana sekarang pamannya adalah Presiden yang menjabat sekarang, Sedangkan Nona Jenny adalah keponakan langsung dari Tuan Jofan, anak dari adik kandung Tuan Jofan yang meninggal akibat kecelakaan, sepertinya hal ini ada hubungannya tentang ambisi Ayah Tuan Anxel sehingga keluarga mereka sangat mengincar Nona Jenny, mereka ingin mendapatkan dukungan, kedua wanita yang ada di dekat Tuan Anxel, baik Nona Chintia atau Nona Jenny, sama-sama punya pengaruh besar untuk kelangsungan karir Tuan Anxel," kata Rian menjelaskan panjang lebar, Jonathan berwajah serius, di otaknya begitu banyak yang dipikirkan sekarang.


"Jadi setelah 3 bulan ini mereka sudah tidak dekat, dan sekarang keluarga Anxel mengincar Jenny untuk memuluskan jalannya menuju kancah politik, begitukah?" kata Jonathan melihat ke arah Rian.


"Benar, ini juga berhubungan dengan penyakit Nona Chintia, anda minta saya untuk mencarinya bukan, Nona Chintia memiliki kondisi jantung yang lemah, sejak kecil dia sering pingsan dan juga tak bisa menerima hal-hal yang terlalu membebaninya, beberapa minggu sebelum mereka tak lagi terlihat bersama, Nona Chintia mendapatkan berita bahwa kondisi jantungnya semakin melemah, keadaannya tidak baik, saya kira itu salah satu alasan kenapa sekarang mereka tidak lagi tampak bersama, seorang calon presiden tak mungkin memiliki ibu negara yang lemah, menurut pendapat saya, keluarga Tuan Anxel menolak keras hubungan mereka hingga mereka harus terpisahkan, dan setelah saya lacak, semenjak itu pula sepertinya mereka segera mindahkan fokusnya kepada Nona Jenny yang ternyata baru pulang ke negara ini," kata Rian lagi.


"Apa ada kemungkinan Anxel mendekati Chintia dengan maksud mencari dukungan juga?" tanya Jonathan berdiskusi dengan Rian, sekelebat saja pemikiran itu muncul di otak Jonathan.


"Tidak menutup kemungkinan, Tuan Dion Bernando, ayah Tuan Anxel terkenal sebagai orang yang sangat ambisius, dia memang sudah sangat mengincar kursi kepresidenan sejak lama namun selalu gagal, terakhir dia hanya bisa menjabat sebagai perdana menteri karena dikalahkan oleh Tuan Garrick Hosten, presiden yang sekarang yang juga mendapatkan kemenanganya karena dukungan penuh dari Tuan Jofan dan juga Yang Mulia Raja Angga, Tuan Garrick Hosten adalah kakak dari ayah Nona Chintia, sedangkan Nyonya Aurora, istri Tuan Jofan adalah adik perempuan satu-satunya Tuan Garrick Hosten, jadi tentu Tuan Jofan mendukung penuh kemenangannya, Jika diambil pola menurut pemikiran saya, Tuan Anxel mungkin awalnya diminta berpasangan dengan Nona Chintia agar bisa mendapatkan dukungan penuh dari presiden sekarang dan juga dari Tuan Jofan jika dia menjabat, namun karena penyakit Nona Chintia yang memburuk, keluarga Tuan Anxel melarangnya untuk melanjutkan hubungan mereka, mereka mencari kembali, dan ternyata menemukan Nona Jenny sebagai batu loncatan yang sangat berharga bagi mereka, karena jika Tuan Anxel menikah dengan Nona Jenny, maka bisa dipastikan seluruh dukungan dari keluarga Tuan Jofan dan kerajaan akan jatuh padanya, dan dia juga akan mendapatkan ibu negara yang sesuai dengan kriteria mereka," ujar Rian menganalisa semua hubungan yang terlihat.


Jonathan terdiam sejenak, mendengarkan apa yang Rian ucapkan membuatnya sedikit bergidik, jika benar apa yang dipikirkan oleh Rian, maka Anxel bukanlah pria yang baik, dia sangat licik, memanfaatkan Chintia dan Jenny pada saat yang bersamaan.


Jonathan ingat, 3 bulan lalu memang waktu awal dia mulai berkomunikasi dengan Chintia kembali, tidak intens awalnya namun semakin dekat dimana Chintia mulai mencurahkan keluh kesahnya tentang bagaimana dia tak bisa diterima oleh keluarga pria yang dia sukai, awalnya Jonathan mencoba untuk mendorongnya terus agar mengejar cintanya, namun Chintia mengatakan bahwa dia memang sudah tidak bisa lagi bersama pria itu, keluarga pria itu tidak ingin anaknya menikahi gadis yang lemah dan sering sakit-sakitan seperti Chintia, bahkan di suatu saat dimana titik terendah dari Chintia, dia mengatakan bahwa tak mungkin ada pria yang ingin dia menjadi istrinya, karena bagi Chintia, kehamilan nantinya akan sangat berbahaya baginya.


Mendengar hal itu, apa lagi Jonathan memang pernah menyukai Chintia, tergerak hatinya untuk menjadi pasangan Chintia, dia mengatakan pada Chintia jika memang tak ada yang ingin dengannya, maka Jonathan ingin melamarnya, tentu itu tidak langsung disetujui oleh Chintia, karena itu Jonathan bebas kembali untuk mendekati wanita-wanita lain, hingga dia bertemu dengan Jenny, awalnya dia hanya ingin memberikan pelajaran dan membuat wanita itu ingat siapa dia dulu, namun dengan berjalannya waktu, ternyata dia menemukan rasa yang tak pernah dia rasakan pada wanita lain, terlalu menarik hingga dia tidak bisa mengeluarkan Jenny dalam pikirannya, namun sebelum dia sadar, Chintia memberikan jawabannya, dia ingin bertunangan dengan Jonathan, Jonathan yang belum sadar bahwa ketertarikannya pada Jenny bukan lah sekedar memberikan pelajaran, menyanggupi hal itu, dan dia pun bertunangan dengan Chintia, sebuah keputusan yang sepertinya dia sesalkan sekarang.