Chase Me, I Catch You!

Chase Me, I Catch You!
Bab 50 - Penyelamatan.



Rian berdiri gugup di bandara itu, matanya melihat ke arah pesawat jet pribadi yang baru saja mendarat sempurna dan sedang diparkirkan di landasan pesawat, 3 orang juga menemaninya, menggunakan pakaian formal, salah satunya adalah Mayor Jendral Lucas.


Mayor Jenderal Lucas datang padanya kemarin siang dan memberitahukan semua tentang keadaan Jonatahan, tentu itu membuatnya panik seketika, bagaimana pun Jonathan adalah Tuannya dan merupakan satu-satunya pewaris keluarga Medison, dia seharusnys dijaga dengan sangat ketat, namun karena sifat dari keluarga Medison yang memang tidak ingin terlalu menunjukkan keberadaan mereka, mereka tidak pernah dikawal ataupun dijaga seperti orang-orang yang ada di negara ini, lagi pula keluarga Medison sejauh ini tidak penah memiliki musuh, bahkan pesaing bisnis mereka pun bersaing sangat sportif pada mereka, jadi tentu mereka merasa aman tanpa mencemaskan apapun.


Namun sepertinya mereka lupa, keadaan di negara ini lebih panas dari pada negara mereka, persaingan bisnis dan kekuasaan sangat kental di sini, karena itu seharusnya Jonathan dikawal dengan baik.


Mayor Jendral Lucas pun sudah memberitahukan semua hal, mereka sudah melakukan pengintaian dan juga sudah tahu dimana lokasi Jonathan di sekap, mereka juga akan memastikan Jonathan akan diselamatkan dengan keadaan baik-baik saja, namun mereka minta agar keluarga Medison bisa berkerja sama dengan mereka, tentu setelah Rian mengabarkan hal ini pada keluarga Medison, mereka menyetujuinya, bahkan mereka langsung terbang dari negaranya ke negera ini.


Rian dan Mayor Jendral Lucas beserta 2 orang penjaganya segera turun ke landasan pesawat khusus Jet pribadi itu, dinginnya angin tengah malam, dan juga sepinya bandara menyergap mereka, karena perjalanan mendadak, pesawat itu baru bisa mendarat pukul 1 dini hari. Mereka sampai didekat pesawat itu sesaat setelah pintu pesawat pribadi itu terbuka, Rian tampak gugup melihat siapa yang menjejakkan kakinya keluar.


Pria setengah baya dengan wajah tegas itu keluar, tampak rapi dan tentu penuh wibawa, matanya tampak langsung tertuju pada Rian, tak ada senyuman, hanya tatapan tajam yang serius, Rian berusaha menegakkan tubuhnya, tak menyangka, bukan Tuan Liam Mesidon yang turun tangan, Tuan Rafael Tadder yang bahkan langsung datang ke sini, padahal selama dia menjadi asisten Jonathan, hanya baru dua kali dia bisa bertemu dengan pria ini, selain begitu sibuk, dia adalah pria yang sangat jarang bisa ditemui, Dia adalah pemenyatu dua keluarga paling kuat di negara mereka dan menjadikannya dalam satu dalam kepemimpinannya, TM Empire. Jika Tuan Raphael sudah turun tangan artinya ini adalah masalah sangat besar, tentu saja, Jonathan selain ahli waris tunggal dari keluarga Medison, dia juga masuk dalam daftar anggota keluarga yang akan menjadi penerusnya untuk memimpin TM empire, dimana Raphael hanya punya satu putri selama ini.


Rian lalu melihat Tuan Liam keluar setelah Raphael, mereka segera turun, Rian segera mendekati mereka, Mayor Jendral Lucas pun mengikutinya.


"Selamat datang Tuan Raphael dan Tuan Liam," salam Rian menyambut kedua pria yang wajahnya tampak tak ramah, mungkin khawatir dengan keadaan Jonathan.


"Selamat datang di negara kami, maaf jika Anda datang kemari karena masalah ini, Saya Mayor Jendral Lucas yang akan memimpin operasi penyelamatan ini," kata Mayor Jendral Lucas menjulurkan tangannya.


"Terima kasih," kata Raphael dengan suara berat dan serius menyambut jabatan tangan MayJen Lucas, setelah jabatan tangan itu terlepas, MayJen Lucas menyalami Liam yang hanya melemparkan senyuman tipis padanya.


"Mari saya akan menjelaskan semua yang terjadi dengan terperinci, kami sudah menyiapkan tempat untuk Anda," ujar Mayor Jendra Lucas langsung mengarahkan Raphael dan Liam, tahu pasti mereka tak ingin membuang-buang waktu.


Di ruang pertemuan khusus yang sengaja disiapkan di bandara itu untuk mereka, Mayor Jendral Lucas menjelaskan semuanya bahkan situasi yang terjadi sekarang, dimana mereka sedang melakukan pengintaian dan menunggu waktu yang tepat untuk penyergapan, Raphael dan Liam hanya diam mendengarkan apa yang sudah disampaikan oleh Mayor Jendral Lucas.


"Siapa yang memerintahkan kalian semua?" tanya Raphael akhirnya buka suara, dia tahu bahwa seseorang yang bisa mengarahkan tentara apalagi sampai seorang Mayor Jendral yang notabene adalah jabatan perwira tinggi di pasukan, turun tangan langsung untuk memimpin penyelamatan, pasti orang itu sangat berpengaruh, bahkan Raphael saja belum tentu bisa mengarahkan mereka mengingat ini bukan di negara mereka sendiri.


"Semua operasi ini diperintahkan langsung oleh Tuan Jofandra Downson, mantan Presiden dari negara ini," kata Mayor Jendral Lucas tegas.


"Jofan?" tanya Liam kaget, saat dia pertama kali mendengar tentang penyekapan Jonathan, Liam pikir yang melakukannya adalah Jofan, dimana dia pikir Jofan melakukannya karena ketidaksukaannya pada dirinya, belum lagi terakhir mereka terlibat masalah yang pelik.


Raphael  yang mendengar Liam mengatakan nama Jofan segera melirik ke arah adik sepupunya itu.


"Kau mengenalnya?" tanya Raphael pada Liam.


"Dia suami Aurora," kata Liam langsung, Raphael langsung mengerutkan dahiya, dia kenal wanita itu, walau sudah begitu lama tapi dia masih ingat wanita yang pernah dia temui karena masalah Liam dan Melisa, wanita yang hingga sekarang masih dicintai oleh adik sepupunya itu.


Tanda tanya pun muncul dipikiran Raphael, apa Jofan tidak tahu hubungan istrinya dan Liam dulu.


"Tuan Jofan meminta maaf karena beliau tidak bisa menemui Anda secara langsung, karena hari ini adalah hari pernikahan putri beliau, namun Beliau selalu memantau keadaan untuk operasi ini, jika memungkinkan, Beliau akan menemui Anda sekalian setelah pernikahan putri beliau, namun Tuan Jofan sudah mengatakan pada Rian apa permintaannya, Apakah sudah disampaikan dengan jelas bahwa Tuan Jofan tidak ingin ada yang tahu bahwa dia menolong Anda untuk membebaskan Jonathan, ini Beliau lakukan semata karena adanya hubungan yang baik antar Beliau dan keluarga Tuan Anxel, namun dia tidak mendukung perbuatan ini, sehingga mereka tak ingin keluarga mereka terseret dalam kasus ini," kata Mayor Jendral Lucas menjelaskan.


"Baiklah, kami mengerti, Rian sudah menjelaskannya, aku pastikan permintaan itu akan terlaksana, lalu bagaimana keadaan disana sekarang?" kata Raphael.


"Sampai sekarang kami masih memantau ke adaannya, Tuan Jonathan sedang disekap di sebuah gudang di daerah pesisir danau Chrystal Lake, kami sedang mempersiapkan penyergapan sekarang, kami sudah mengepung dan mengamankan daerah sekitaranya," kata Mayor Jendral Lucas mengkoneksikan sebuah layar besar yang langsung menunjukkan keadaan di sana, tak mungkin bagi mereka membawa Rapael dan Liam ke sana, terlalu berbahaya, "Ini langsung dari kamera yang digunakan oleh Kolonel David, pemimpin lapangan untuk operasi ini."


"Keadaan Jonathan bagaimana?" tanya Liam sedikit cemas, walau dia dan Jonathan tidak dekat, namun bagaimana pun Jonathan adalah darah dagingnya.


"Keadaan Tuan Jonathan belum diketahui, karena kami belum  menerobos masuk," kata Mayor Jendral Lucas segera, membuat Liam dan Rapheal semakin cemas.


"Kapan kalian akan menerobos masuk?" tanya Liam lagi.


"Sebentar lagi, kami akan memastikan keadaan sekitar aman untuk penyergapan," kata Mayor Jendral Lucas.


Raphael dan Liam hanya diam, mereka menunggu sesaat, melihat Mayor Jendral Lucas yang sedang sibuk melihat keadaan di sana, dia sedang menghubungi Kolonel David yang melaporkan semua keadaan di sana.


"Kalau begitu segera laksanakan," kata Mayor Jenderal Lucas langsung.