
Setelah kepulangan Keluarga Richard, Mentari dan lintang langsung menidurkan Bayi Lintar di Box bayi. Mentari berjalan ke arah sang suami yang sudah membaringkan Tubuhnya di atas tempat tidur, Lintang menepuk-nepuk kasur " Haby.." Lirih Mentari ketika Lintang memeluk dan menc_m Mentari
" Aku menginginkan nya sayang " bisik Lintang. Bagi mana tidak Lintang dan Richard yang tadi sempat Minum membuat Jiwa laki-lki nya timbul bahkan Richard menantang Lintang untuk meminum Anggur yang Richard bawa
" Aaaahhhhh...." Des_h Mentari ketika Lintar sudah melancarkan aksinya
Lintang bermain dengan penuh gai_h bahkan Lintang mengunci Tangan mentari agar Mentari merasakan sentuhan nya tanpa ada perlawanan
" Uuuuhhh..By"
" Aahh..."
Permainan mereka sangat nik_t dan juga panas Membuat Mentari lemas tak berdaya, Untung bayi Lintar jika tidur selalu anteng tidak akan terganggu dengan suara Des_han kedua orang tua nya.
Lintang menjatuhkan Tubuhnya di samping sang istri ketika dirinya sudah sampai di puncak Nirwana.
Mentari sempat tertidur karena rasa lelah yang di berikan oleh sang suami kepada nya, Namun Mentari harus berusaha bangun karena bayi Lintar yang menangis karena Haus
Dengan susah payah Menyatu Membuka Mata nya, sebelum memberi asi, Mentari menyempatkan untuk membersihkan diri agar Keringat yang ada di tubuhnya tidak terhisap oleh Bayi Lintar " Uh anak mamah haus ya sayang " Mentari langsung memberikan Asik kepada bayi Lintar sambil mengelus kepala nya agar bayi Lintar tertidur kembali namun siapa sangka Mata bayi itu malah segar seperti enggan Untuk tidur
Mentari dengan sabar menemani Bayi Lintar walaupun terkadang Mentari ke tiduran karena ngantuk tapi dengan susah payah mentari Membuka mata nya, Tidak mungkin kan membangunkan Lintang yang sudah minum Banyak.
~ Pagi hari
Sesuatu yang istimewa menantimu setiap hari. Yang kamu butuhkan hanyalah mengenalinya dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Miliki sikap positif sepanjang hari dan kemudian hari ini akan menjadi hari terbaik dalam hidup.
Pagi ini Lintang bangun dari tidur nya dengan kepala yang lumayan berat karena epek minuman yang semalam minum dengan Richard, Lintang memegangi kepalanya karena rasanya sangat Pusing, Namun Lintang mencoba menyadarkan dirinya agar Bisa bangun, Pemandangan pagi ini yang Lintang lihat adalah, Sang istri yang sedang duduk sambil tidur dan Bayi Lintar yang masih menggantung di Asupan asi, Mentari menata dengan sedemikian rupa agar Bayi Lintar tidak terjatuh di gendongan nya.
" Sayang, Maafkan aku " ucap Lintang langsung mengambil Bayi Lintar dari gendongan sang istri lalu memindahkan nya ke atas tempat tidur, lalu membaringkan Mentari agar tidur nya lebih nyaman " maafkan aku sayang " Lintang mencium kening sang istri lalu menyelimutinya
Sebelum ke kamar mandi, Lintang membuat pembatas menggunakan bantal di pinggir tempat tidur agar bayi Lintar tidak terjatuh
Setalah Selesai mandi, kepala Lintang agak mendingan tidak terlalu pusing, ia pun Turun ke bawah untuk menyuruh pelayan membuatkan Sup penghilang sakit kepala, dan membuatkan sarapan untuk sang istri " Saya harus ke kantor tolong jaga anak dan istri saya, Jangan bangunkan istriku, biarkan Istrimu turun sendiri untuk sarapan " ucap Lintang
Andai saja hari ini tidak ada rapat penting Lintang akan lebih memilih diam di rumah dan membantu sang istri menjaga Putra nya.
~Di kamar
Bayi Lintar sudah bangun, tangan kecil nya menepuk-nepuk pipi Mentari, Tidak ada tangisan bahkan Bayi Lintar sangat pintar ia hanya menepuk-nepuk wajah ibu nya.
" Eum.." Mentari bangun dari tidur nya karena merasa ada pergerakan, dengan pelan Mentari membuka Mata nya lalu tersenyum " Putra mamah sudah bangun" Ucap Mentari dengan suara paruh nya, Mentari melihat ke kasur yang kosong, Mentari turun dari tempat tidur lalu mencuci muka nya ke kamar mandi
Setalah cuci muka Mentari kembali ke tempat tidur untuk memandikan Bayi Lintar
...... Selama pagi istriku sayang, maaf aku pergi ke kantor tanpa membangunkan mu, karena tadi kamu terlihat sangat lelah sekali makanya aku tidak membangunkan mu, aku sudah menyuruh pelayan untuk membuatkan mu sarapan, Di makan ya dan selalu sehat sayang.......
Love you ♥️
Mentari membaca memo yang di tulis oleh sang suami yang di taruh di meja. Mentari tersenyum, lalu melanjutkan memandikan Putra nya karena jam juga sudah jam sembilan siang
" Pagi juga Nyonya " jawab nya
Mentari berjalan ke arah Meja makan dengan membawa Bayi Lintar yang sudah bangun " Mbok " panggil Mentari
." Iyan Nyonya " jawab nya sambil mendekat ke arah Mentari
" Mbok, Tolong gendong dulu Putra ku ya, aku mau sarapan dulu " Ucap Mentari
" baik Nyah " jawab nya sambil mengambil bayi Lintar dan membawa nya ke taman
Mentari makan dengan cepat kilat karena takut keburu Bayi Lintar menangis, Lintar sangat sudah sekali dekat sama orang kalo bukan Lintang atau pun Mentari yang menggendong nya.
" Nyonya, Ada Non Rilis dan juga Ibu nya " Ucap pelayan itu menghampiri Mentari yang sedang menikmati sarapan buru-burunya
" Suruh masuk saja mbak " jawab Mentari
" Baik Nyonya " Pelayan itu langsung pergi dan menyuruh Rilis dan ibu nya masuk
Mentri yang sedang mencuci bekas piring sarapan nya langsung menghampiri Rilis dan juga Ibu " Maaf ya mbak, Ibu, Aku lama soalnya tadi lagi cuci piring dulu " Ucap Mentari duduk
" Iyan tidak apa-apa Nak, lagian salah kamu juga bermain ke sini masih pagi " Ucap Ibu merasa tidak enak
" Tidak apa-apa Bu, lagian Aku juga sudah beres ko " Jawab mentari
" Oh iya Mbak, Bayi Lintar nya mana.?" tanya Rilis
" Ada, sedang sama Mbok di taman,. Kalo begitu ayo kita ngobrol nya di taman, sekalian nge teh " Ajak Mentari
Ibu dan Rilis pun ikut ke taman dengan Mentari " Mbok, sini Lintar berikan kepadaku " Ucap Mentari kepada Mbok " Makasih ya Mbok "
" Sama-sama Nyonya" Jawab nya. namun langkah si mbok terhenti ketika melihat Ibu Rilis
" Loh ko, Ceuceu Ada di sini.?" tanya si mbok
" Nuju naon didiye .?" tanya Ibu rilis kaget, ternyata ada tetangga kampung nya di rumah Mentari
( lagi apa di sini )
" Ya kan Abi dambel didiye, Ntos 10thn " jawab Si mbok
( ya kan aku kerja di sini, Sudah 10thn )
" Oh Kitu, naha basa penting ke pependak kan Abi ge basa wengi ka diye di ajak tuan wengi ku Nak Lintang "
( Oh begitu, Kenapa semalam tidak ketemu padahal semalam aku di undang makan malam sama nak Lintang)
Mentari hanya melongo mendengar ucapan Ibu rilis dan juga si Mbok.