
Setelah kepergian Lintang kedalam kamar nya. Richard langsung Menghampiri Yuli yang masih mematung di depan pintu rumah " Apa kamu akan terus berdiam diri di situ.? " Tanta Richard
Kesadaran Yuli pun mulai goyah " Apa si Joni mu sama besar nya dengan yang punya babang bule.? " Tanya polos Yuli dengan mata yank ia kedip_kedipkan
Peletak..
" Awww... Apa_apaan kamu " kesal Yuli karena kening nya di sentil oleh Richard " Ini jidat bisa_bisa jenong gara_gara kamu " keluh Yuli
" Makanya kalo punya otak itu jangan di pakai mesum " ucap Richard kesal. Ia tidak habis pikir dengan Wanita yang ada di hadapan nya.
" Bilang saja si Joni mu kalah saing sama babang bule " ucap Yuli sambil berjalan melewati Richard
Karena tidak terima si Joni nya di bilang kalah saing. Richard langsung menghampiri Yuli. mengambil tangan Yuli dan menempelkan nya di si Joni. Bukan nya takut Yuli malah membelai nya sehingga si Joni bangun dari tidur nya " waw Joni mu pun sama big nya " puji Yuli " Orang bule memang pada big_big ya "
Richard tersenyum ketika si Joni nya di puji " karena kamu telah membangunkan nya maka kamu juga harus tanggung jawab untuk menidurkan nya " bisik Richard
Yuli tau apa yang di maksud Richard " Aku tidak bisa karena aku masih perawan " Yuli melepaskan tangan nya dari si Joni lalu duduk di sopa
Otak Richard seketika blank ketika mendengar masih perawan mata nya berkedip-kedip tenggorokan nya terasa kering " perawan " gumam Richard
Richard langsung mendekat ke arah Yuli lalu duduk di samping Yuli " Benar kah kamu masih perawan.? "Yuli pun mengangguk " Apa aku boleh mencoba nya ?" Tanya Richard polos
plak..
Yuli memukul lengan Richard " Jangan harap. Karena milikku hanya Akan aku berikan kepada suami ku kelak " jawaban Yuli membuat Richard kagum Di jaman sekarang masih ada yang seperti Yuli pikir nya
" Kalo begitu ayo kita menikah " Ajak Richard
" ha ha ha... " Yuli tertawa garing " Kamu mau menikahi ku karena mendengar aku masih perawan.? Ha ha ha... " Yuli menggelengkan kepala nya. Walaupun ia menyukai Richard tapi dia tidak ingin menjadi wanita bodoh. Bisa saja Yuli menerima tawaran Richard tapi ia juga harus berpikir bagai mana jika nanti setelah dirinya memberikan hal yang berharga kepada Richard lalu Richard bosan karena sudah tidak Perawan lalu Richard akan meninggalkan dirinya dan menceraikan nya.
" aku serius. Bukan nya kamu Menyukai ku ? " Ucap Richard
" Saat ini kamu hanya penasaran dengan perawan. Pernikahan itu bukan hanya napsu tapi harus disertai dengan Kasih sayang Saling mencintai " Ucap Yuli " walaupun aku menyukaimu tapi aku tidak yakin dengan mu yang akan mencintai ku. Bahkan dunia kita pun beda bagaikan langit dan bumi "
Richard kali ini benar-benar terdiam seolah bungkam dengan ucapan Yuli. Karena ia juga masih bingung terhadap perasaan nya sendiri terhadap Yuli. Entah itu rasa kagum,cinta atau obsesi