Boss Love

Boss Love
Jelas



Karena hari sudah malam. Yuli dan juga Richard sudah pulang ke rumah nya sedangkan Lintang ia berniat untuk menginap di rumah Mentari karena ia ingin menjaga kekasih nya itu


Padahal Mentari sudah menolak untuk di jaga oleh Lintang karena merasa tidak enak. Tapi apa daya laki-laki itu tidak suka di tentang Kalo kata dia A tetep harus A tidak bisa di rubah


lintang baru saja keluar dengan rambut yang masih basah dengan pinggang yang di lilit oleh handuk " Kakak pakai baju nya " Teriak Mentari sambil menutup mata nya dengan kedua tangan nya


Lintang tersenyum melihat reaksi polos Mentari. Bukan nya ia segera memakai pakaian lintang malah sengaja berjalan ke arah Mentari lalu berdiri di hadapan Mentari " Apa kamu tidak tergoda dengan tubuh ini " Goda lintang yang wajah nya sudah mendekat di pipi cantik Mentari


" Kakak mesum " Teriak Mentari. Berniat ingin melarikan diri Mentari malah jatuh di pangkuan Lintang


" Kamu sengaja menggodaku " bisik Lintang di telinga Mentari


" Apa ini.? Ko tiba-tiba ada yang mengganjal di bawah Sanah " batin Mentari yang merasakan ada yang mengganjal di bawah sana


" Bahkan kamu sudah bisa membangunkan junior ku "


Mentari ingin bangkit dari pangkuan lintang namun lintang malah mencekal nya lalu ia menahan tengkuk milik Melati


Lintang menc** Mentari dengan lembut awalnya tidak ada balasan namun seiring nya waktu Mentari pun membalas cium** itu walaupun masih kaku " Kamu tidak pandai dalam cium** " ucap lintang


Mentari menggigit bi** atas lintang. Ia berniat ingin melarikan diri namun nihil lintang malah menahan nya dan memperdalam


Tak tinggal diam lambat laun tangan lintang sudah menaikan kaos yang di pakai oleh Mentari ia mencari pengait br* lalu melepaskan pengait itu. Lintang melepaskan cium** nya lalu Menghi** daging bulat kenyal


Mata mentari terpejam merasakan sensasi yank baru ia rasakan. Ia ikut lupa kendali karena nikmat nya sensasi baru ini. " Uuhhh...." Lenguh Han Mentari menyadarkan lintang


Lintang tersenyum lalu melepaskan daging kenyal itu. Tidak lupa Lintang pun meninggalkan stempel di sana tidak hanya satu bahkan beberapa " Sudah cukup ini pelajaran nya untuk mu " Lintang menutupi gundukan daging itu dengan kaos


Karena melihat Wajah Mentari bersemu merah. Lintang langsung memeluk tubuh Mentari dan mengecup kening Mentari dengan penuh kasih sayang " Terimakasih sayang "


" Eum... " Jawab Mentari lalu memejamkan mata nya dengan di susul oleh Lintang


PAGI HARI


Suara burung sudah berkicawan bertanda bahwa hari sudah pagi. Namun kedua insan itu masih betah di atas tempat tidur dengan posisi yang masih sama tidak ada yang berubah seperti selamalam saling berpelukan.


Tok...tok...tok...


Suara ketukan yang luamyan keras membuat Lintang terusik " Sayang ada yang datang " ucap lintang dengan suara serak nya


" Eum... " Suara Mentari melemah bertanda bahwa sang empu masih terlelap tidur


Dor... dor... dorr.....


Karena kesal dengan suara ketukan yang semakin kencang dengan terpaksa Lintang pun bangun dan berjalan ke arah pintu depan


Ceklek...


Mata Yuli melotot sempurna wajah nya memerah melihat sosok yang berdiri di depan nya tanpa berkedip. apa lagi Si Joni milik lintang terlihat jelas samapi_samapi kepala nya mau timbul.


Richard yang kesal dengan Sikap Yuli ia pun langsung mendorong Lintang kedalam rumah " Lo apa_apaan sih " bentak lintang kesal


" Lo yang apa_apaan hah.. lihat Lo keluar menggunakan apa.?" Sebal Richard sambil menunjuk kearah Lintang


Lintang yang baru sadar ia langsung masuk kedalam kamar. Bagai mana Richard tidak marah Lintang keluar hanya menggunakan Bokser ketat membuat si Joni Tercetak jelas di sana.