Boss Love

Boss Love
Bukan malam pertama



Di Korea


Mentari kaget melihat postingan Richard yang telah menikah hari ini " Kenapa kak Richard menikah, lalu Yuli keman.?" gumam Mentari ambil menggendong Lintar


Mentari belum mengetahui tentang Yuli dan juga Richard,Lintang masih menutupi karena kemarin Mentari sedang hamil dan akan melahirkan Lintang takut Mentari banyak pikiran


Ceklek


Lintang keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk mandi nya " Sayang " Panggil Lintang


" By, Aku melihat postingan kak Richard telah menikah dengan wanita lain, lalu Yuli bagai mana.?" tanya Mentari ketika Lintang berjalan ke arah nya


Lintang membuang napas nya " Taro dulu Lintar nya, Kasian dia sedang tidur nanti ke ganggu " Mentari langsung menaruh Lintar di box bayi " Duduk sini " Lintang menepuk sopa kosong lalu Lintang menceritakan masalah Richard dan juga Yuli tanpa ada yang di tutup-tutupi, Mentari sangat kaget mendengar cerita dari suaminya ini.


" Aku juga awal nya tidak percaya bahkan kaget tapi mau bagai mana lagi, Aku hanya orang luar yang tidak bisa ikut campur kedalam masalah mereka, Karena yang menjalani itu mereka bukan Aku " ucap Lintang jujur


"Aku tidak menyangka By, jika nasib pernikahan Yuli akan hancur dengan Richard " Jawab Mentari


" aku pun sama, dan pernikahan Richard dan Rilis itu dadakan karena Rilis sudah hamil anak nya Richard, mereka akan tinggal di rumah yang kemarin di tempati oleh Yuli, tapi bedanya kali ini Richard membelinya dan sudah membalikan nama rumah itu menjadi Milik Rilis " Lanjut Mentari


" lalu bagai mana dengan keadaan Yuli saat ini .?" tanya Mentari khawatir bagai mana pun juga Yuli adalah sahabat nya sejak dulu.


" Aku tidak tau tentang Yuli " jawab Lintang jujur


Yuli setelah mendapat uang penjualan rumah dari Richard, Yuli pergi entah kemana dengan uang hasil penjualan rumah, Yuli hanya mengambil uang penjualan hanya setengah nya saja karena menurut Yuli, Richard juga berhak atas rumah itu.


" Sudah sayang, jangan terlalu di pikirkan kamu harus ingat kata dokter, jangan terlalu banyak pikiran biar kamu selalu bisa memberikan asi eksklusif kepada Lintar " ucap Lintang " Aku yakin Yuli akan baik-baik saja " lanjut Lintang


" Iyah by" jawab Mentari, Mentari tidak ingin egois dan melupakan kewajiban seorang ibu kepada anak nya


owekkkkk....


" Lintar bangun, biar aku yang Gendong, bukan nya kamu mau mandi.?" ucap Lintang


" Iyah by " jawab Mentari


Lintang mengambil Lintar di dalam Box lalu menggendong nya sambil menyanyikan lagu


Cinta kau tunjukkan


Dia untukku mencintainya


Sampai kami berdua


Bersatu kau untuk selama lamanya


Bersama


Cinta kau bukan kenangan


Dan kau bukan lagi cerita


Yang selama ini ku simpan


Dihatiku kini


Cinta kau bukan kenangan


Bersemilah sepanjang hidupku


Selamanya selamanya


Cinta


Kau tunjukkan


Dia untukku mencintainya


Bersama


Cinta kau bukan kenangan


Dan kau bukan lagi cerita


Yang selama ini kusimpan


Dihatiku kini


Cinta kau bukan kenangan


Bersemilah sepanjang hidupku


Selamanya selamanya


Selamanya selamanya oh


Selamanya


Prok..prok...prokk..


Mentari keluar dari kamar mandi sambil bertepuk tangan " wah Papah ternyata pintar menyanyi sayang " Ucap Mentari kepada Lintar


" Siapa dulu dong " jawab Lintang bangga


Mentari tersenyum " By, sejak kapan haby bisa bernyanyi.?" tanya Mentari


" Sejak kecil, Dari sejak kecil aku sangat menyukai menyanyi namun karena harus meneruskan Perusahaan akhirnya Aku melupakan cita-cita ku " jawab Lintang " Jadi sekarang aku hanya akan bernyanyi di depan anakku dan dirimu saja " Lanjut Lintang


Mentari tersenyum " Wah ternyata tidak hanya dingin dan juga tegas, suamiku juga bisa membuat Bayi Lintar tertidur pulas " Puji Mentari


~ Di kampung


Richard dan Rilis sudah membaringkan Tubuhnya di atas tempat tidur, ini bukan malam pertama bagi mereka berdua bahkan Ini malam yang kesekian kalinya " yank" panggil Richard


" hm."


" Kalo kita bermain akan terdengar oleh Ibu tidak, Secara suara mu sangat berisik ketika kita bermain "


" Entah lah " Jawab Rilis yang menyadari dirinya memang berisik jika sedang bermain


" Atau kalo tidak, kamu jangan bersuara saja ketika kita main "


" Tapi itu kan tidak asik, jika hanya berdiam, lagian itu kan suara repleks yang keluar dengan tiba-tiba " Jawab Rilis. Mana ada orang yang bisa menahan jeritan kenik_tan apa lagi jika main Nya dengan cara heboh seperti mereka, kamar yang rapih akan menjadi kapal pecah jika mereka sedang bertarung apa lagi si Jimi yang masih menggigit membuat Richard semakin gila di buat nya


" Kalo begitu kita tunda dulu saja, Biasanya Ibu akan pergi ke pasar jika pagi hari " Usul Rilis


" Tapi si Joni sudah ingin bertemu dengan si Jini" Keluh Richard


" Lalu bagai mana, Si Jini juga sudah mulai empot-empotan dari tadi " lanjut Rilis yang merasa si Jini sedari tadi sudah menginginkan nya


" Ah, aku punya ide, apa kamu punya lakban.?" Tanya Richard


" Ada "


" Mana.?"


Rilis segara mengambil lakban dari lemari nya lalu memberikan nya kepada Richard " Tidur lah "


" Terus itu buat apa.?"


Richard tersenyum, Ide gila dia memang gila, Richard menutup mulut Rilis dengan lakban agar Tidak bersuara " Maafkan Aku yang, tapi ini demi kebaikan Si Joni dan juga si Jini " Ucap Richard meminta maaf kepada Rilis. Rilis bukan nya marah ia malah menerima perlakuan Richard kepadanya


Richard langsung melancarkan aksinya, setelah membuat Rilis puas dengan sentuhan tangan dan juga Lid_h nya, Richard langsung menutup mulut nya denah lakban agar sama- sama tidak bersuara. Si Joni sudah masuk kedalam rumah si Jini, Dia bermain dengan indah nya di dalam sana, mengobrak Abrik si Jini adalah keahlian si Joni


Setelah satu jam akhirnya mereka sampai di puncak bersama, keringat yang bercucuran karena tidak ada AC di rumah Rilis, boro_biro AC, kipas angin pun tidak ada


setalah mereka usai, mereka membuka lakban yang menutup mulut nya lalu terbawa bersama " hahaha idemu memang gila " Ucap Rilis menepuk lengan Sang suami


" Kalo tidak begitu, kasian sama si Jini dan Joni yang " balas Richard


" Tapi ide mu memang berhasil membuat kita tidak bersuara " Lanjut Rilis, ide gila Richard memang gokil bahkan sangat aneh


" Kalo begitu aku mau membersihkan si Jini dulu " Rilis langsung keluar kamar dengan menggunakan Daster nya


Sedangkan Richard dia malah mengunakan sarung tanpa memakai kaos hanya bertelanjang dada.


~Pagi hari


Pagi ini Mereka melakukan nya lagi, tapi tanpa memakai lakban karena Ibu sedang pergi ke pasar


" Aaaahhhhh..." Rilis sangat menggila ketika Richard bermain dengan ritme cepat bahkan mereka melakukan nya sampai berkali-kali..