Boss Love

Boss Love
Masih malam malam



Mentari yang sedang bersiap sedangkan Lintang sudah menggendong putra nya yang tertidur namun begitu tampan dengan pakaian nya " Kamu memang keturunan papah, Lihatlah hidung mu mancung Mata mu besar bahkan kulit mu lebih halus dari papah, " Ucap Lintang tersenyum


Untung bayi Lintar Anak Nya anteng jadi mau di ganggu kaya giman pun bayi Lintar akan tetap tertidur lelap


." Jangan di ganggu By, nanti dia bangun Loh" Ucap Mentari yang baru saja beres Berdandan


" Iyah sayang " jawab Lintang. Lintang sangat memuji sekali kecantikan sang istri walaupun habis melahirkan tapi ke cantikan nya tidak ada yang berubah tetap cantik dan menggemaskan, apa lagi postur tubuh yang semakin indah membuat Lintang takut jika Nanti pas Mentari masuk kuliah banyak yang menggoda sang istri


Mentari berniat Untuk Melanjutkan kuliahnya mumpung Bayi Lintar masih anteng jika di tunggal-tinggal Toh jam kuliah nya juga hanya dua jam.


Awalnya Lintang tidak setuju dengan keputusan sang istri yang akan melanjutkan kuliah namun setelah menerima penjelasan dari Mentari, Lintang mencoba untuk mengerti " Ini adalah cita-cita Keuda orang tua ku by, mereka ingin melihat aku lulus kuliah dan menjadi sarjana " Walaupun tidak rela tapi Lintang juga tidak ingin egois apa lagi itu keinginan Keuda orang tua Mentari.


" sayang" Lintang merangkul Pinggang sang istri


" Kenapa by.?" Tanya Mentari menatap lekat sang suami


" Aku sungguh mencintaimu "


" aku pun sama By, aku mencintaimu sangat " Mentari memeluk sang suami dengan lekat, mentari mencium parfum milik sang suami yang membuat dirinya nyaman Dan tenang


Setelah menikah, Hidup mentari berubah Berkali-kali lipat,Kehidupan yang di suguhkan dengan kemewahan, memiliki suami yang sangat mencintai dirinya kini Mentari memiliki seorang Putra yang tampan dan di penuhi kasih sayang, siapa sangka Jika Mentari bisa hidup seenak ini.


Beda halnya dengan Yuli yang saat ini dia sedang menjadi TKI, Yuli memutuskan untuk menjadi TKI karena Yuli sudah tidak memiliki alasan lagi untuk tidak pergi, Ibu dan adiknya sudah tiada jadi apa lagi yang harus Yuli pertahankan untuk tetap tinggal di Tanah air


Dulu Yuli bercita-cita ingin pergi Ke Negara K namun karena masih ada Ibu dan adiknya, Yuli urungkan untuk pergi ke sana, Namun sekarang Hidup nya sudah bebas tanpa beban selain memikirkan diri sendiri.


Mentari turun dari tangga dengan di Ikuti Lintang yang menggendong Bayi Lintar " Selamat malam semua nya, maaf kami lama tadi kami harus mengurus bayi Lintar dulu " Ucap ramah Mentari " Tadi sudah menyuruh Haby untuk turun lebih dulu tapi haby nya gan mau " lanjut Mentari


." Karena aku tidak ingin melihat Istriku kesusahan sendiri " Balas Lintang


" Wah wah kalian bisa-bisa nya masih bermesraan di hadapan kami, Tidak malu sama Ibu " ucap Richard


" Maafkan kami Bu" ucap Mentari tidak enak " Apa ini Ibu nya mbak Rilis?" Tanya Mentari " Dan maaf, kami kemarin tidak bisa datang ke acara pernikahan kalian, karena kemarin Aku harus ke Korea "


" Iyah nyonya, Ini Ibu saya " jawab Rilis malu-malu " Tidak apa-apa Nyonya "


Mentari langsung mencium punggung tangan Ibu rilis " Maafkan kan ke tidak kesopanan kami Bu "


" Tidak masalah Nyonya " jawab Ibu ramah


Mentari merasa Tidak enak dengan panggilan Ibu Rilis " Panggil Mentari saja Bu, Tidak perlu pakai Nyonya, lagian Kita sudah menjadi keluarga " Ucap Mentari " Dan bukan nya aku juga sebentar lagi akan jadi Aunty.?" Lanjut Mentari tersenyum ke Rilis


Rilis Tersenyum malu karena Mentari sangat ramah kepadanya, padahal Rilis juga tau jika istri pertama Richard adalah sahabat Mentari, apa yang Rilis bayangkan ternyata tidak nyata.


Ibu menatap anak dan mantu nya, mereka mengangguk " Baik lah Nak " jawab Ibu


Owekkkkkk...


Tangisan Lintar sangat jelas sekali " Wah apa ini anak kalian.?" Tanya Richard yang ingin menggendong Bayi Lintar


" Menurutmu, tidak mungkin anak tetangga aku gendong-gendong " ucap Lintang sebal


" Sudah-sudah ayo, kita makan dulu " Ajak Mentari Sambil merangkul Ibu ke meja makan dengan di ikuti yang lain nya.


Richard bejalan ke meja makan sambil menggendong Bayi Lintar " Sini kak, biar aku saja " Kata Mentari mengambil Bayi Lintar


" Ah iya ini " Richard memberikan Bayi Lintar kepada Mentari


" Silahkan di makan Bu, Mbak Rilis " Ucap Mentari


Rilis mengisi piring Milik sang suami beda halnya dengan Mentari yang piring nya di isi oleh Lintang " Makanan nya meni enak-enak " puji Ibu


( Makanan nya pada enak-enak )


" Kalo begitu makan lah yang banyak Bu" Ucap mentari


Richard menatap Lintang yang sedang menyuapi Mentari dengan hati-hati " Wah sejak kapan ada raja bucin .?" tanya Richard


Rilis menyenggol lengan Richard " Lalu apa kamu akan makan sendiri ketika melihat istrimu sedang menggendong Anak, apa kamu akan tega melihat istrimu yang menahan laper karena harus menggendong anak.?" Tanya balik Lintang" Hanya laki-laki peka yang bisa melakukannya " lanjut Lintang bangga


" Nak Lintang sangat pengertian ya kepada Nak Mentari " Puji Ibu sambil memakan makanan nya


" Harus dong Bu " Jawab Lintang


" Kamu juga by, makan "


" Iyah sayang " Jawab Lintang


Richard hanya terdiam ketika mendengar ucapan Lintang, mungkin saat ini dirinya melihat Lintang aneh karena mau menyuapi dan menyiapkan makanan untuk sang istri tapi nanti Richard juga akan merasakannya ketika Rilis sudah melahirkan.


Mereka menikmati Makan malam dengan Nikmat apa lagi dengan celotehan Richard dan Lintang membuat meja makan semakin ramai


Setelah makan malam, mereka mengobrol di Ruang tamu, banyak yang mereka obrolkan termasuk pernikahan dadakan Richard dan juga Rilis


Rilis yang sedari tadi menggendong Bayi Lintar, membuat Rilis gemas karena Lintar yang Gembul " Mbak, Ini rahasianya apa ko bisa Bayi Lintar nya setampan ini.?" tanya Rilis


" Tidak ada rahasia, Ini hanya anugrah dari Tuhan yang memberikan Anak setampan ini" Jawan Mentari tersenyum


Rilis mengangguk mengerti " Bagai mana tinggal di kompleks ini, Seru tidak.?" Tanya Mentari


Rilis menggaruk kepala yang tidak gatal " Aku kurang tau mbak, Soalnya Jarang keluar rumah hehehe" jawab Rilis jujur


" Iya tidak apa-apa nanti Aku kenali dengan ibu-ibu komplek, Ibu-ibu di sini sangat ramah " lanjut Mentari


" Iyah mbak "


" Oh iya, sudah berapa bulan kandungan mbak.?" tanya Mentari


" Sudah Tiga bulan lewat" jawab Rilis malu


" Tidak perlu Malu begitu, Santai saja " Ucap Mentari yang menyadari jika Rilis malu untuk mengakui kehamilan nya, mungkin Rilis malu karena Usia kandungan nya lebih dari Usai pernikahan nya yang masih baru.