Boss Love

Boss Love
Makam



" Tuan nyonya.."


" Bagai mana hasil nya dok. jangan setengah-setengah begitu seperti di Novel saja "


Dokter itu tersenyum " Selamat ya Tuan nyonya sebentar lagi akan menjadi orang tua "


Lintang melirik ke arah sang istri " Sayang "


" by " Lirih Mentari terharu. Lintang mengecup kening sang istri karena bahagia


" Saat ini usia kandungan nya baru Dua Minggu "


" Lalu bagai mana dengan keadaan suami saya dok.?" Tanta mentari


Dokter pun menjelaskan kondisi lintang saat ini. sungguh tidak percaya namun itulah hasil nya.


" Tidak apa-apa sayang. ini tanda nya bayi kita sangat sayang kepada Mamih nya jadi ia tidak ingin membuat Mamih nya kesakitan " ucap lintang mengusap perut rata Mentari


" Tapi aku tidak tega dengan mu by " Lirih Mentari


" Sudah tidak apa-apa. ayo kita pulang bukan nya nanti malam kita akan bertemu dengan kedua sahabat kita" ucap Lintang " sekalian kita memberikan kabar bahagia juga kepada mereka " Mentari menganggukkan kepala


Di dalam mobil tangan lintang tidak hentinya mengelus perut Mentari ia sangat Bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah " By geli "


Lintang tersenyum " Aku ingin terus mengelus nya sayang agar anak kita juga mendapatkan kehangatan dari papinya "


Mentari tersenyum " by.."


" Iyah sayang "


Lintang menatap mentari " Baik sayang kita akan ke sana. sekalian aku juga belum pernah menyapa Keuda mertua ku " Lintang langsung menyuruh supir untuk membawa mereka ke pemakaman Umum


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di pemakaman umum " Si sana by " Tunjuk mentari ke sebuah Pohon besar yang di bawah nya ada dua makam


" Keuda mertua ku tau kalo di bawah pohon besar akan lebih teduh " Ucap Lintang


Mereka berjalan ke arah Makam milik Keuda orang tua mentari. Mereka duduk di dekat pusaran Kedua orang tua mematri " Ayah ibu tari datang, bagai mana keadaan ayah dan ibu di sana.? semoga kalian bahagia di atas sana" Ucap tari menahan tangisnya " Ayah ibu tari merindukan kalian hiks.. Apa kalian tidak merindukan ku.? Bahkan ayah dan. ibu sudah tidak pernah datang ke mimpiku lagi, apa kalian sedang marah kepadaku hiks.. " Lintang langsung memeluk sang istri dan mengusap punggung nya


" Sudah sayang jangan menangis lagi " lintang menghapus air mata sang istri


Mentari menganggukkan kepala nya " Ayah ibu perkenalkan ini suami Tari "


" Ayah ibu, perkenalkan nama saya lintang saya adalah menantu ayah dan ibu. maafkan saya yang baru datang kemari " ucap lintang " Ayah ibu, Saya janji akan selalu membahagiakan Mentari saya janji tidak akan menyakitinya. Oh iya ayah ibu kami membawa Hadiah untuk kalian, saat ini istriku mentari sedang hamil buah cinta kami "


Setelah usai berdoa mereka pun tidak langsung pulang mereka malah mengobrol di dekat makan kedua orang tau mentari sambil menyender kan tubuhnya di pohon besar mereka mengobrol seperti sedang bersama Keuda orang tua mentari. Tidak ada rasa takut karena pemakaman ini sangat bersih dan juga nyaman


Karena hari sudah mulai siang Lintang mengajak mematri untuk pulang " Sayang mau ada yang di beli tidak sebelum kita pulang .?"


" Aku mau membeli susu ibu hamil by " ucap Mematri " di apotek saja "


" Baik sayang "


Setelah mampir di apotek mereka langsung pulang dan membersihkan tubuh, Tadi sebelum lintang Masuk ke kamar iya sudah memberi tau kepada pelayan dan koki bahwa sebentar lagi akan ada lintang Junior.


Para pelayan dan koki pun turut berbahagia atas kehamilan nyonya nya.