
Hari ini Rilis dan Richard berniat untuk pergi ke kampung Rilis untuk meminta restu kepada ibu nya Rilis, mau bagai mana pun Restu Ibu Rilis sangatlah penting untuk mereka apa lagi saat ini Rilis sedang mengandung.
Perjalanan Dari kota ke desa Rilis membuang waktu sekitar Empat jam, Richard beberapa kali berhenti untuk beristirahat sesuai saran dokter, Seperti saat ini Richard dan Rilis sedang beristirahat di salah satu warung yang menyediakan Es kelapa ijo dan Bakso urat. Rilis sangat bersemangat untuk menyantap Bakso dan juga es kelapa " Jangan terlalu pedas kasian anak kita bakalan ikut kepedesan " tegur Richard
" Iyah " Jawab Rilis yang masih menikmati bakso nya. sedangkan Richard ia hanya pesan es kelapa ijo nya saja karena Masih kenyang
" Uh... kenyang nya " ucap Rilis memegang perut yang masih rata
Richard hanya menggelengkan kepalanya bagai mana tidak kenyang, setiap tempat pemberhentian pasti Rilis meminta perut nya untuk di isi " ayo kita jalan lagi, keburu sore, dan kaya nya mau ujan " ucap Richard melihat ke arah langit yang mendung
Di mobil Rilis tidur dengan nyenyak, Untung Rilis sudah memberikan Alamat kepada Richard kalo tidak bisa-bisa mereka nyasar
Pemandangan sore di pedesaan sangatlah indah apa lagi Persawahan yang cukup indah untuk di lihat di hiasi dengan langit yang berwarna jingga.
Mobil terparkir di depan rumah yang Sangat sederhana bahkan sangat kecil namun terlihat rapih dan bersih, kalo di kota depan rumah itu akan di hiasi dengan tanaman hias namun beda hal nya dengan rumah Rilis yang di depan nya di penuhi dengan sayuran dan juga cabe-cabean " Sayang bangun " Richard membangunkan Rilis pelan
" Eum.." Rilis terbangun karena merasa terusik oleh sentuhan Richard " Sudah samapi.?" tanya Rilis dan melihat ke sekitar
" Iyah, sesuai petunjuk mu, Rumah yang depan nya di penuhi dengan sayuran dan juga cabe-cabean " Kata Richard sambil tersenyum
Rilis mengangguk " masukan saja mobil nya ke halaman rumah " Ucap Rilis keluar dari mobil
Ibu, Rilis yang awal nya heran mobil siapa yang parkir pas di depan rumah nya tiba-tiba air mata nya tidak bisa di bendung ketika melihat anak perempuan nya datang dan menghampiri dirinya " Neng.."
" Ibu " Rilis dan Ibu saling berpelukan mereka sangat saling merindukan, Ibu dan Rilis Hampir satu tahun tidak bertemu, terakhir bertemu ketika Rilis di bawa oleh suaminya setelah menikah
" Ibu sangat merindukan mu Neng " ucap Ibu penuh haru
" Neng juga sangat Merindukan Ibu " Jawab Rilis kemabli memeluk Ibu
" Ahem.." Richard berdehem
Rilis dan Ibu melepaskan pelukan nya, Ibu melihat Ke arah Richard bingung " Bu, kenalkan ini nama nya Richard Tem.."
" Calon suaminya Rilis Bu " potong Richard
Ibu menatap Putri nya " Benar ini, calon suamimu Neng.?" Tanya Ibu
Rilis menganggukkan kepalanya pelan " jadi benar kata mantan Ibu mertua mu jika Neng Selingkuh.?" Tanya Ibu merasa sesak di dadanya. selama ini Ibu tidak pernah mempercayai ucapan mantan besan nya yang selalu menjelek-jelekan Putrinya
" Ibu " Panggi Rilis yang melihat ibu nya langsung masuk kedalam rumah " Aku ke Ibu dulu, kamu duduk lah di depan " ucap Rilis menghampiri ibu nya
Rilis masuk kedalam kamar Ibu, hati Rilis sangatlah sakit Ketika melihat sang Ibu yang sedang menangis " Ibu pikir walaupun pernikahan kalian terpaksa, Kamu masih bisa menerima dan melayani suamimu dengan baik, tapi ternyata, Neng sudah membuat Ibu malu "
" Ibu, dengarkan penjelasan Neng dulu, Semua ucapan mantan mertua Neng belum tentu semua nya benar, Neng sanes Bade ngengera Ibu, Tapi Neng memang Tidak salah dalam rumah tangga Neng, Neng ntos ngelakuin apa yang Ibu perintahkan bahkan Neng diam saja ketika Neng di cap mandul oleh Ibu mertua Neng karena Neng inget sama pepatah Ibu yang kudu selalu nurut dan diam jika sedang Ngobrol dengan orang tua " Rilis menunduk, air mata nya membasahi pipinya
" Dan Niat Richard datang kemari Hoyong Pendak sareng Ibu Hoyong nyuhunken Widi ka Ibu " Ucap Rilis kepada ibu nya
( Richard datang kemari mau bertemu dengan Ibu, mau Meminta Restu kepada Ibu )
" Neng, Ibu Nyuhunken punten Ntos te percanten ka Neng. Ibu Meni was-was pas Mantan mertua Neng, Nyaris ka ibu-ibu kampung bahawa Neng mandul teras Sok selingkuh "
( Neng maafkan ibu, karena Ibu sudah tidak percaya ke Neng. Ibu sangat khawatir ketika mantan mertua Neng Bilang ke Ibu-ibu kalo Neng mandul dan suka selingkuh )
Rilis memegang tangan Ibu " Rilis tidak mungkin melakukan itu semau Bu, Karena Rilis masih ingat dengan Nasehat Ibu kepada Rilis "
" nya Shukur Mun Neng sok **** kamu ucapan Ibu "
( Ya Shukur kalo Neng masih ingat dengan Ucapan Ibu )
" Sekarang kita keluar ya bu, Tidak enak sama Richard yang menunggu kita di depan rumah " Ajak Rilis kepada Ibu. Ibu pun menganggu dan berjalan ke depan rumah
" Maaf lama " ucap Rilis kepada Richard
" Iyah Tidak apa-apa " jawab Richard
" Nak, Mangga masuk maaf Tadi Ibu masuk duluan ke dalam Rumah " Ucap Ibu ramah
" Iyah Bu, tidak apa-apa Saya maklum ko " Jawab Richard
Richard menyilakan kaki nya dan duduk di atas karpet Karen rumah Ibu Rilis tidak ada kursi " Neng bikinin Minum " ucap Ibu
" Iyan Bu" Rilis segera Ke dapur Untuk membuatkan minuman untuk Richard
" Oh iya Bu, saya tadi belikan oleh-oleh buat Ibu, saya ambilkan dulu ya Bu, soalnya masih di dalam mobil " Ucap Richard sambil tersenyum
" Iyah Nak " jawab Ibu merasa tidak enak karena tadi Ibu main ninggalin Richard begitu saja
Richard kembali dengan beberapa Oleh-oleh yang Richard beli sebelum pergi ke sini " Ini bu, Di terima ya " Richard menaruh barang-barang nya di dekat Ibu
" Terimakasih Nak, padahal jangan repot-repot " Ucap ibu merasa tidak enak
" Tidak repot ko bu " Jawab Richard
Rilis membawa dua gelas air minum hangat " Ni di minum dulu " Ucap Rilis menaruh gelas berisi air hangat
Richard dan ibu berbicara serius bahkan Richard mengutarakan maksud dan niat nya untuk mendatangi Ibu ke sini, Tidak lupa Richard juga berkata jujur dengan status nya saat ini karena Richard tidak ingin ada yang di tutup-tutupi " Bagai mana Bu, apa Ibu menerima saya sebagi menantu ibu.?"
" Rilis hamil bu "