Boss Love

Boss Love
Pulang



Pagi ini sesuai rencana Lintang akan mengajak istri dan anak nya untuk pulang ke tanah air karena bayi Lintar yang sudah berusia satu bulan lebih. Ketika Lintar memberitahu sang istri, Mentari sangat senang dan antusias karena akan pulang ke tanah Air.


Mentari langsung menyiapkan keperluan Bayi Lintar agar tidak rewel ketika di jalan, bahkan Mentari langsung memandikan Lintar saking antusiasnya Mentri yang akan pulang.


Rasanya Mentari sangat sudah tidak betah tinggal di Apartemen karena suasana nya yang tidak bertetangga membuat Mentari tidak betah dan menginginkan segera pulang ke tanah air


" Let's go Haby " ucap Mentari yang sudah menggendong Bayi Lintar dan masuk kedalam pesawat pribadi milik Lintang



" Selamat datang Tuan, Nyonya " sapa pramugari satu


" Hm." jawab Lintang dingin


Beda hal nya dengan Mentari yang bersikap ramah kepada pramugari itu " Terimakasih " jawab Mentari yang langsung ikut duduk di kursi


Ini kedua kali nya Mentari menaiki Pesawat pribadi milik sang suami, Tidak ada yang berbuah " masih sama by " ucap Mentari yang sudah duduk


Lintang tersenyum " Menahannya mau di rubah seperti apa.? " Tanya Lintang terkekeh


" ya kali aja gitu jadi ada Box bayi nya kan sekarang sudah punya anak jadi harus ada tempat yang aman untuk anak " ucap Mentari nyeplos


Lintang baru kepikiran kalo dirinya tidak menyiapkan tempat untuk sang anak, Tidak mungkin bukan Anaknya di tidurkan di atas sopa, Merasa di beri ide " Kemarin aku belum kepikiran tapi sekarang sudah jadi tunggu lah ,"


" Hm.. orang kaya mah bebas sesuka hatimu Weh " Jawab Mentari


Mentari masuk kedalam kamar karena mau menidurkan Lintar yang sudah tertidur lelap " Bobo ya sayang " Ucap Mentari mengelus kepala sang anak dengan lembut


Pramugari yang Melihat Lintang sedang sendirian ia mencoba menawarkan minuman kepada Lintang " Tuan, apa tuan butuh segelas anggur.?" tanya nya sambil mengangkat rok dan membuka kancing atas nya


Tanpa melirik Lintang mengusir pramugari itu dengan tangan nya " Jika kau masih betah bekerja dengan saya makan perbaiki Etika mu, Karena saya tidak akan segan mendorongmu ke bawah sekarang juga " Ucap Lintang yang masih Fokus ke laptop nya.


Kaki wanita itu Tiba-tiba merasa lemas bahkan Untuk melangkah juga harus di bantu oleh teman nya karena takut akan ucapan Lintang " makanya jangan merasa cantik akan mendapatkan hati Tuan Lintang, Tidak lihat bagai mana cantik nya istri Tuan Lintang " ucap teman wanita itu yang langsung mendorongnya.


Wanita itu tidak bergeming bahkan ia tidak bisa berkata-kata, Ia menyesali kelakuannya yang kurang sopan kepada Luntang.


Lintang yang baru saja selesai dengan pekerjaan nya, ia langsung menyusul sang istri kedalam kamar " Sayang " ucap Lintang yang melihat sang istri sedang tertidur memeluk Putra nya, Lintang ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri dan memeluk nya dari belakang ." Aku tidak akan membiarkan hama masuk kedalam istana kita " Gumam Lintang pekan namun masih bisa di dengar oleh Mentari


Mentari yang awal nya tertidur namun ia bangun karena Ada pergerakan dari Lintang, Mentari tersenyum mendengar ucapan Lintang " Terimakasih karena haby sudah mau mempererat benteng Istana kita denah memusnahkan hama " batin Mentari kembali tertidur


Dua jam kemudian Mentari terbangun dari tidur nya namun Mentari tidak melihat keberadaan sang anak atau pun sang suami " Sepertinya di bawa sama Haby " gumam Mentari keluar dari kamar


Mentri keluar dari kamar ia melihat Lintang yang sedang menggendong dan menenangkan Lintar yang sedang menangis " Sayang, Cup cup cup sudah ya jangan menangis lagi, nanti mamah bangun " Lintang mengelus punggung Lintang


" By " Panggil Mentari berjalan ke arah Sang suami


" Aku ke bangun karena kalian pergi " jawab Mentari


Luntang tersenyum " Iyah tadi putra ku bangun, karena takut kamu ikut bangun makanya aku bawa keluar saja " jawab Lintang


" Sini, seperti nya putra kita sedang kehausan" pinta Mentari mengambil Lintar dari dekapan sang suami


Lintang memberikan Lintar kepada sang istri. Mentari duduk di sopa dan memberikan Asi kepada sang putra, Untung di sana tidak ada siapa-siapa selain Pramugari yang tadi kecentilan " By. "


" Iyah sayang "


" Boleh minta tolong, Tolong ambilkan Air meneral, Seperti ASI-nya kurang gara-gara aku belom minum air putih " Pinta Mentari kepada sang suami


" Biar saya saja nyonya " Kata pramugari Cantik itu


" Aku hanya ingin di ambilkan oleh suamiku " Kata Mentari tanpa menatap


" Kalo begitu aku ambil dulu ya " Lintang mencium kening Mentari


Setelah kepergian Lintang, Mentari masih mengelus kepala putra nya agar tenang dan terlelap Tidur " Berapa gajih mu si sini, apa Keluarga mu kekurangan.?" tanya Mentari tanpa basa basi


" Tidak Nyonya, sangat lumayan Cukup Nyonya " jawab nya menunduk


Mentari senyum getir " Kalo begitu, jangan membiasakan Mendekati suami orang jika masih ingin memberi nafkah kepada keluarga mu " ucap Mentari


Pramugari itu langsung menatap Mentari " Dari awal aku sudah tau jika kamu menyukai suamiku, dari gerak gerik mu dan.. lihatlah penampilan mu " Ucap Mentari " Tidak sesuai dengan seragam yang telah di berikan, bahkan itu terlihat kekurangan bahan, Tidak mungkin Suamiku memberikan pakaian yang seperti itu "


pramugari itu meremas roknya, dia tidak menyangka jika Mentari mengetahui geram gerik nya " dan satu lagi, Jadilah wanita yang memiliki harga diri tinggi jangan menjadi Wanita yang tidak memiliki harga diri, karena pasangan kita adalah cerminan diri kita sendiri " ucap Mentari masih tanpa menatap


" Sayang, ini minum nya "


Mentari mengambil air mineral dan meminum nya " Terimakasih, Haby " kata Mentari tulus


" Iyah sayang " jawab Lintang yang duduk di samping Mentari dan menatap pramugari yang sedang berdiri di dekat Mentari " Pergilah dari hadapan kami " Ucap dingin Lintang. Lintang awal nya heran kenapa istrinya menyuruh dirinya untuk mengambil air mineral Namun tidak mungkin Mentari menyuruh nya jika tidak ada maksud, Kini Lintang mendengar semu ucapan Mentari dengan pramugari ini, Lintang cukup terkesan kepada Mentari yang melawan musuh nya dengan tenang tanpa menaikan nada suara nya


" Love you sayang " Bisik Lintang


" Love you to Haby " Balas Mentari. Tanpa mentari memberi tau sang suami, pasti sang suami sudah tau dengan apa yang sudah ia bicarakan dengan pramugari itu.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mereka sampai juga di tanah air, Mentari menghirup udara ia sangat menikmati angin yang menghembus kearah nya " Ini nyata kan by " tanya Mentari


" Iyah sayang, ayo, kita sudah di tungguin oleh supir " ucap Lintang yang sudah menggendong Lintar.