Boss Love

Boss Love
Menyebalkan



Benar saja saat ini kabar nya ujang sedang kelabakan karena perusahan miliknya telah di ambang kebangkrutan karena Perusahaan milik Lintang grup telah menarik saham nya.


" Sial siapa kenapa bisa seperti ini, dan siapa yang sudah mengusik Tuan Lintang bisa menarik Saham nya " Kesal Nya sambil menjambak rambut nya karena Frustasi. Perusahaan milik nya bukan lah apa-apa kalo Tidak ada campur tangan Lintang Grup " aku harus mencari tau apa penyebabnya Lintang Grup menarik saham nya "


~ Di rumah Ibu Rilis


Di kamar Lintang masih menatap Sang istri dengan lekat. Mentari hanya bisa menunduk takut " Lihat aku" ucap Lintang kepada sang istri


Mentari dengan ragu melihat sang suami " Apa ini cara kamu melawan, dan kenapa kamu harus lebih dulu di serang.? " Keluh Lintang " Kamu ini istri Lintang Grup, Seharusnya kamu sombong kan Aku untuk memberantas Kutu-kutu itu " Lintang langsung mendekat ke arah sang istri lalu memeluknya


" Aku tidak suka jika istriku di rendahkan atau di ganggu oleh kutu-kutu itu " Lanjut Lintang


" Maafkan Aku by " Ucap Mentri


Lintang mengelus kepala sang Istri " Sekarang mandi lah, tidak mungkin bukan istri Lintang Grup berpenampilan seperti ini "


Dengan patuh Mentari langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. sedangkan Lintang menatap Kepergian sang istri sambil menggelengkan kepalanya.


Di luar rumah Ibu Rilis, Ibu nya Ujang sedang membuat kerusuhan karena sang anak yang telah meninggalkan istrinya gara-gara bertengkar dengan Rilis " Dasar wanita gak tau di_i masih untung waktu itu anakku mau menikahi anak miskin " Ibu Ujang berteriak sangat kencang bahkan tetangga ikut nimbrung karena mendengar Suara Ibu Ujang


Rilis dan Ibu keluar rumah, Mereka heran kenapa Ibu Ujang yang tiba-tiba datang dan berteriak sesuka hatinya " Aya naon iye.?" Tanya Ibu


" Heh! Kau!!" Tunjuk Ibu Ujang kepada Ibu Rilis " Bejaken Ka anak kamu, Ntong Ka atellan jadi awe-awe, Ntong ngerasa cantik terus bisa nga deketan deui si Ujang anak saya "


( Heh! Kau!) ( Bilangin kepada anak kamu, jangan ke gatelan jadi wanita, Jangan merasa cantik terus bisa mendekati si ujang anak saya )


Rilis tersenyum getir, Namun Rilis tidak suka dengan cara Ibu Ujang yang menunjuk Ibu nya " Ceceu, Dengar ya, saya mah gak butuh anak ceceu, karena saya sudah mempunyai suami yang tajir melintir bahkan rumah ceceu saja bisa saya beli " Ucap Rilis sombong " Dan satu lagi saya tidak suka laki-laki lembek apa lagi yang suka sesama pisang " kesal Rilis


" Rilis, Ingat kamu sedang hamil " Ucap ibu mengingatkan Rilis. Rilis langsung mengelus perut nya.


" Apa maksud mu?" Ucap Ibu Ujang kesal " Jangan fitnah Anak saya ya " geram nya


" Kalo ceceu gak percaya Tanya saja sama anak Ceceu, Saya malah menyesal telah menerima nya menjadi suami, Bukan nya senang malah menjadi babu " lanjut Rilis


" Heh! dasar wanita gak tau di untung berani nya kamu menjelek-jelakkan anak saya " Ucap Ibu Ujang kesal " Kalo bukan karena si Ujang, kamu tidak mungkin akan tinggal di kota dan bisa kerja di tempat bagus "


Rilis tersenyum sini " Jika ceceu tidak percaya dengan ucapan saya ya sudah, Toh saja juga sudah tidak ada urusan lagi dengan keluarga Ceceu, Hidup saya sudah bahagia jadi jangan mengusik keluarga saya lagi " Ucap Rilis " Dan satu lagi, Saya bekerja atas kerja kerasa saya, karena sebelum saya menikah dengan si Ujang saja saya sudah menjadi sekertaris Di perusahaan Lintang Grup " Lanjut Rilis dan membawa Ibu untuk masuk kedalam rumah. Rilis memang sudah lama menjadi Sekertaris Lintang namun dulu Rilis di tempatkan di anak cabang, Setelah menikah baru lah Rilis di pindahkan ke perusahaan pusat karena di Pusat sekertaris Lintang mengundurkan diri karena hamil.


Ujang yang baru datang langsung membawa Ibu nya untuk pulang, Ujang sangat kaget ketika tau jika ibu nya sedang membuat keributan di rumah Rilis " Ayo Bu pulang " ajak Ujang


Banyak warga yang nimbrung dan membicarakan Ibu Ujang yang tiba-tiba marah dan teriak-teriak di depan Rumah Ibu rilis, Warga tidak ada yang berani melerai karena Ibu Ujang bisa di bilang orang kaya di kampung nya bahkan Ibu Ujang membuka usaha simpan pinjam, Jika mereka berani ikut campur atau melerai maka mereka akan memberikan akibatnya.


Ibu Ujang menatap Ujang dengan tatapan tajam nya, lalu menepis tangan ujang dan langsung pergi begitu saja.


Bagai mana Ibu Ujang tidak marah, Menantu kesayangan nya pulang dan mengadu kepada Ibu Ujang sambil menangis.


Ujang benar-benar kesal kepada Istrinya itu, Karena wanita itu Ujang dalam masalah " Ah sial, Dasar wanita gak tau di untung " kesal Ujang menjambak rambut nya sendiri, Belum beres urusan nya dengan Sang kekasih sekarang Malah Ibu Nya menyerang Rilis di rumah nya " Ini semau gara-gara wanita itu " Ujang langsung keluar dan mencari istrinya namun nihil Istrinya tidak ada di rumah.


~ Rumah Ibu Rilis


Richard yang baru datang dari Supermarket karena tadi Rilis meminta di belikan Es krim merasa heran melihat sang istri yang sedang kesal dan ada juga beberapa warga tadi yang membicarakan Ibu rilis dan juga ibu Ujang namun karena mereka bicara bahasa sunda Jadi Richard tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan " Ada apa sayang " Ucap Richard kepada sang istri


" Tidaka ada apa-apa " jawab Rilis " Mana es krim nya, sepetinya aku harus memakan nya sekarang biar otakku dingin "


Ibu yang melihat menantunya merasa Bingung akhirnya Ibu, menjelaskan nya kepada Richard soal Ibu Ujang yang datang kemari mengamuk ngamuk. Richard yang mendengar cerita Ibu merasa geram " Sepertinya Hukuman mu belom cukup jika hanya menghancurkan Perusahaan Kekasihnya itu, maka jangan salahkan saya jika kau juga hancur " batin Richard mengepalkan tangan nya


" Ibu tenang saja, aku akan atasi semua nya " Ucap Richard


" Mak kamu apakan dia yank.?" tanya Rilis yang tau betul bagai mana suaminya ini


Richard tersenyum penuh arti " Ini setimpal dengan apa yang sudah mereka lakukan kepada keluarga kita " ucap Richard


Lintang dan Mentari baru keluar kamar karena Lintar yang sedang rewel mungkin karena tidak biasa dengan Cuaca Dingin " Ada apa ko sudah pada kumpul saja " ucap Lintar yang sedang menggendong Lintar