Boss Love

Boss Love
kebenaran



pagi ini, Mentari sudah selesai membantu sang suami dan juga anak nya berapa karena hari ini Mentari ada jadwal kuliah Full sampai sore " Haby, maafkan aku ya, jika nanti aku pulang nya terlambat " ucap Mentari


" Iyah, sayang, selesaikan lah kuliahmu dengan cepat agar aku tidak selalu waa-was kepadamu " jawab Lintang


" Iyah, Haby, doain aja agar kuliah ku selalu lancar, agar aku memakai Ibu rumah tangga yang seutuhnya " Lintang menganggukkan kepalanya


Setelah sarapan Mentari pamit kepada sang suami dan juga putra nya, karena pagi ini Mentari berangkat dengan membawa mobil sendiri tanpa di Anatar oleh Lintang.


Tidak perlu membuang waktu lama, Tiga puluh menit Mentari sudah Samapi di kampus, ia langsung masuk selama kelas nya karena jam sudah jam masuk.


Di kelas Mentari seperti biasa melakukan masa belajar nya dengan lancar, setelah jam pelajaran usai Mentari ke Kantin untuk mengisi perut karena entah kenapa perut nya terasa lapar sekali padahal tadi pagi dirinya sudah makan, Mentari pesan makanan sesuai dengan yang ia inginkan


" Hai cantik " ucap Dion duduk di bangku sebelah Mentari


Namun mentari tidak bergeming, Mentari masih menikmati makan siang nya " Nyonya "


Mentari langsung melihat kerah suara " Mbak, mbak ngapain ke sini, Dan ini putra ku kenapa di bawa.?" tanya Mentari heran sambil mengambil Lintang dari gendongan Mbak nya


" Maaf, menganggu nyonya, tadi saya ke sini bareng Tuan, tapi tuan sedang ada urusan sebentar " jawab Mbak nya


" Oh gitu, kalo gitu mbak pesan lah makanan sambil menunggu suami ku " Kata Mentari " Wah anak mamah, main ke kampus ya " Ucap Mentari mencium pipi gembul Lintar


" Cantik, ini siapa, dan ini.?" tanya Dion Melongo melihat interaksi Mentari kepada Bayi yang di gendong nya


" Aku kan sudah pernah bilang, jika aku adalah nyonya lintang, Dan ini putramu nama nya Lintar " jawab Mentari dingin


" Terserah " Jawab Mentari


" Sayang, Ternyata kamu si sini " ucap Lintang yang berjalan dan mencium pipi sang istri


" Haby, dari mana.?" tanya Mentari. sedangkan Dion masih berdiam diri ia bisa silang shock melihat kenyataan


" Tadi ada urusan dulu " jawab Lintang " Kamu sedang makan apa.?" Mentari menyuapi sang suami


" Bagai mana, enak.?" tanya Mentari sambil tersenyum


" Tidak cocok di lidahku Sayang " jawab Lintang " Kamu siapa, apa akan terus berdiam diri di sana.?" tanya Lintang kepada Dion " apa dia teman sekampus mu.?"


Mentari menggelengkan kepalanya " Bukan,malah aku gak kenal " jawab Mentari yang langsung mengajak main sang putra


" Uh, anak mamah, semakin menggemaskan"


" Iyah dong, siapa dulu papah nya, Lintang Grup gitu " Sombong Lintang sengaja menekan kata Lintang Grup agar Dion tau siapa wanita yang sedang di kejar nya


Dion mundur satu langkah, Dion tidak menyangka jika saingan nya adalah Lintang grup, Perusahaan terbesar di Asia bahkan anak perusahaan nya sangat banyak, apa lagi Dion berencana akan magang di perusahaan Lintang grup, Bagai mana jadi nya jika Dion benar masuk ke sana. Perlahan tapi pasti, Dion langsung pergi begitu saja


Mentari malah mengulum senyum melihat kepergian Dion " dasar laki-laki sombong " ucap Mentari kepada sang suami


Sedangkan Lintang hanya membalas dengan senyuman " Untuk apa kita kaya tapi tidak bisa menggertak orang " Jawab Lintang