
Pagi yang indah untuk kedua insan yang masih bermain di bawah selimut, Decitan tempat tidur terus terdengar apa lagi des_n kedua nya yang memenuhi kamar, Mereka Seperti tidak ada lelah nya " Aaaahhhhh...." Erangan kedua nya ketika mereka Samapi pada puncaknya
" Kamu memang hebat " Puji Rilis memeluk Richard dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Richard
" Untukmu apa yang tidak " Jawab Richard mengelus pipi Rilis dengan lembut
" Rasanya aku tidak ingin berakhir, Aku ingin terus seperti ini "
" Maka tinggallah di sini setiap hari agar Kita selalu dekat " Jawab Richard mencium kening Rilis
" Mana bisa seperti itu, aku memiliki suami " lirih Rilis
Richard masih ke pikiran dengan ucapan Rilis soal uang yang harus ia bayar jika Dirinya ingin lepas dari Suaminya " Semalam kamu bilang jika ingin lepas dari nya, kamu harus membayar uang, Uang apa.?" tanya Richard
Rilis merubah posisinya menjadi duduk wajah nya menunduk lalu membuang napas kasar " Karena kamu sudah mengetahui nya, maka aku akan cerita " Rilis menceritakan semua nya kepada Richard dari awal sampai akhir tidak ada yang di sembunyikan oleh Rilis karena menurut Rilis, Richard tempat dia bersandar saat ini. Dengan air mata yang membasahi wajah nya Rilis terus menceritakan masalah hidupnya kepada Richard
Richard menepuk bahu Rilis dengan pelan, rasa geram dan marah kepada suami Rilis membuat Richard ingin merebut Rilis sepenuhnya " Aku tidak akan membiarkan mu terus menderita, Aku tidak rela jika orang yang aku cintai harus menderita karena laki_laki gila itu " Batin Richard menahan amarah nya
" Jangan menangis Aku tidak Suka melihat mu menangis " Ucap Richard memeluk Rilis. Richard akan pastikan laki_laki tidak berguna itu melepaskan Rilis dengan suka rela tanpa harus membayar sepeserpun.
" Maaf aku menangis di hadapan Mu " Rilis menghapus air mata nya
" Ini air mata terakhir mu, ke depan nya jangan pernah kamu mengeluarkan air mata mu lagi " Kata Richard dengan penuh penekanan. Rilis menganggukkan kepala nya.
Setelah melihat Rilis tidur dengan pulas, Richard Langsung menghubungi anak buah nya untuk mencari kebusukan Laki_laki tidak guna itu.
Setelah menghubungi anak buah nya, Richard berjalan ke arah Rilis lalu membaringkan tubuhnya di samping Rilis karena Richard juga merasa ngantuk setelah semalaman Tidak tidur. Richard memeluk Rilis dan ikut menyusul Rilis ke alam mimpi.
~ Di Korea
Lintang baru saja menemani Mentari Di ruangan bersalin. Siang tadi Mentari telah melahirkan Seorang putra yang tampan dan Sekaligus pewaris tahta Lintang Grup.
Bayi tampan dan mungil itu di beri Nama Lintar Prayoga. Di ambil dari Nama Lintang dan juga Mentari " Nama yang bagus bukan.?" tanya Lintang
Mentari menganggukkan kepalanya " Aku suka dengan nama nya " Jawab Mentari. Lintang mencium kening Mentari namun tiba-tiba
owekkk...
Bayi Lintar menangis sangat kencang " Seperti nya anak kita haus, sini biar aku kasih susu " Kata Mentari kepada Lintang
Lintang memberikan Bayi Lintar kepada Mamah nya " Seperti dia akan menjadi pengganggu " Gerutu Lintang yang melihat anak nya sangat Posesif kepada ibu nya.
" Jangan ngomong begitu " Omel Mentari kepada Lintang yang sudan manyun dan duduk di sopa
Lintang dan mentari akan Pulang Ke Tanah air ketika Bayi Lintar sudah berumur satu bulan, karena Lintang tidak ingin mengambil Resiko nantinya.
Sedangkan Lintang ia sedang melakukan Vidio untuk rapat karena tidak bisa wakili oleh siapapun.
Mentari mengurus bayi Lintar sangat apik dan juga cekatan karena Selama Di Korea Mentari juga ikut les Mengurus bayi " Uh anak Mamah popok nya penuh ya " Mentari mengganti popok Lintar dengan telaten " Mamah ganti ya sayang "
Setelah mengganti Popok Bayi Lintar, Mentari langsung menyusi nya agar bayi Lintar tertidur kembali, dengan lembut Mentari mengayun_ayun Bayi Lintar sambil bersenandung pengantar Tidur
Lintang yang baru selesai Melakukan Vidio langsung menghampiri Menatri dan Putra nya " Sayang " Ucap Lintang mendekat dan mencium pipi sang istri
" Iyah, By " Jawab Mentari
" Besok aku harus pulang, di Perusahaan sedang ada masalah, Richard tidak bisa menangani nya sendirian " Kata Lintang yang sebenarnya ia tidak tega jika harus meninggalkan sang istri sendirian
Mentari berfikir sejenak " Iyah, By tidak apa-apa, Lagian Haby juga sudah lama sekali tidak masuk kantor gara-gara memenuhi ngidam aku,kerjaan Haby jadi terganggu "
Lintang mendekap Menatri " Dengar, Aku lakukan demi kamu Dan putra kita, Harta yang berharga itu adalah keluarga " Ucap Lintang
" Em, manis nya ucapan suamiku ini " Balas Mentari " Jika Haby ingin menyelesaikan pekerjaan nya, aku tidak apa-apa ko " lanjut Mentari yang membiarkan sang suami Untuk pergi ke tanah air
" Benar kamu tidak apa-apa, Aku janji tidak akan lama di sana, setelah beres aku akan langsung balik lagi ke sini " Ucap Lintang
" Iyah Haby " Jawab Mentari meyakinkan Lintang
Keesokan hari nya, Lintang langusung berpamitan kepada sang istri dan juga putra nya untuk pulang ke tanah air, Walau Mentari merasa tidak rela karena di tinggal namun apa daya Mentari juga tidak ingin egois apa lagi soal kerjaan.
~ Tanah air
Lintang langsung di Jemput oleh Richard di bandara, mereka langsung menaiki Mobil yang sudah di sediakan oleh Richard, di dalam Mobil Richard duduk didepan dan Lintang di belakang " Maaf aku memanggilmu untuk pulang, keadaan nya sangat genting membuat aku tidak bisa menghandle nya sendiri " Ucap Richard " dan Selamat ya atas kelahiran Putra mu " Ucap Richard tulus
" Terimakasih " Jawab Lintang " Apa Maslah ini sangat darurat membuat aku harus meninggalkan anak dan istriku di Korea .?" tanya Lintang
" Benar, ini sangat darurat, Jika aku bisa tangani sendiri mungkin Aku tidak akan meminta mu untuk pulang dan meninggalkan Anak dan istrimu " Jawab Richard
" Baik lah " Mobil langusung melaju ke perusahaan
Sesampai nya di perusahaan Lintang Dan Richard langsung menangani kekacawan Di Perusahaan " Kenapa bisa seperti ini.?" Tanya Lintang
" Ada Penyusup di perusahan kita sehingga, Data Perusahaan bocor dan satu lagi Kita sudah merugi, Orang itu telah memindahkan sejumlah Uang yang jumlahnya tidak sedikit " Ucap Richard
" Sial! " geram Lintang " Cari orang nya Sekarang juga, Aku tidak akan membiarkan orang itu hidup tenang dengan uang Ku " Wajah Lintang sudah memerah menahan amarah
Richard langsung Melakukan tugas untuk mencari orang yang sudah coba_coba bermain dengan Lintang Grup