
Keesokan hari nya Mentari membawa lintang ke rumah sakit karena keadaan nya tidak membaik Apa lagi tadi pagi Lintang muntah_muntah membuat mentari tambah khawatir
Di sinilah sekarang di sebuah rumah sakit menunggu antrian " Sabar ya by "
" Iyah sayang " Lintang sangat tidak berdaya pagi ini padahal bisa saja Mereka di periksa lewat jalur VVIP tapi karena ia tidak berdaya maka tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa nurut kepada sang istri
" Tuan Lintang " Panggil suster itu
" Iya " Mentari langsung mendorong kursi roda kedalam ruangan dokter
" Selamat pagi dok "
" Selamat pagi nyonya. silahkan duduk " Ucap dokter wanita itu
Mentari duduk di kursi " Sayang apa tidak ada dokter laki_laki.?" bisik Lintang Namun masih terdengar oleh dokter perempuan itu
" Saya tidak ingin tubuh saya di pegang oleh wanita. yang boleh memegang tubuh saya hanya istri saya " ucap lintang tegas. Mentari melongo mendengar jawaban sang suami.
Dokter itu menggelengkan kepala nya " Baik lah saya mengerti "
" Sus tolong panggilkan dokter Evan " pinta sang dokter
Tak lama kemudian dokter Evan pun datang " Selamat pagi tuan dan nyonya " sapa tuan Evan ramah
" Tidak perlu senyum_senyum begitu kepada istri saya " ucap lintang
" By.."
Karena tidak ingin membuat riweh lagi Dokter Evan mengalah saja " Jadi keluhan nya apa ya tuan " tanya dokter Evan
" kamu itu dokter masa tidak tau penyakit apa yang sedang saya derita " kesal lintang
Dokter Evan menggaruk alis yang tidak gatal " Begini dok. suami saya sedari kemarin sakit setelah kami pulang bulan madu sebulan yang lalu, terus pagi ini suami saya muntah_muntah " ucap Mentari " Apa suami saya terkena penyakit.?"
" Sayang " Mentari menatap sang suami lalu ke dokter Evan
Plak..
Lengan Dokter itu di pukul oleh Lintang " Sudah ku katakan jangan senyum_ senyum kepada istri saya " protes lintang
" By..."
" Maaf tuan bukan saya tuan. saya tersenyum karena saat ini anda tidak sakit hanya saja.. "
" Hanya saja apa dok.?"
" Yang harus di periksa saat ini istri anda "
plak..
" Berani nya kau mau megang_megang istri saya dengan alibi harus di periksa " kesal Lintang
Wajah Mentari sudah merah ia sangat Melu pada dokter Evan karena sang suami sudah dua kali memukul lengan Dokter Evan " Bukan saya yang akan memeriksa nya tapi dokter kandungan " jawab Evan
" Hah!! untuk apa saya ke dokter kandungan dok.?" Tanta Mentari
" Agar lebih jelas Nyonya di periksa oleh dokter kandungan saja dulu nanti akan tau hasil nya " Ucap dokter Evan cepat karena ia tidak ingin dapat pukulan lagi dari pasien nya ini
" Baik lah kalo begitu saya akan ke dokter kandungan sekarang " Ucap mentari lalu permisi
Di sini lah sekarang mentari dan juga Lintang " Dokter ko tidak bisa memeriksa yang sakit kan aneh " gerutu lintang
" By.. jangan begitu "
" Memang benar. kata nya dokter tapi tidak bisa memeriksa yang sakit, buat apa dia kuliah tinggi_tinggi tapi hasil nol " Mentari menggelengkan kepala nya.
Mereka pun masuk kedalam ruangan dokter kandungan. Mentari langsung di periksa oleh dokter itu dan mengoleskan jel di perut Mentari, walaupun lintang terus menggerutu karena ia tidak terima perut istri nya di pegang_pegang oleh dokter padahal dokter nya itu wanita...
" Tuan nyonya "