Boss Love

Boss Love
Draft



Pagi ini rilis bangun lebih awal rilis ingin berangkat kerja lebih awal sebelum ibu mertua nya itu bangun dari tidur nya. Rilis sudah siap dengan penampilannya ia bahkan sudah siap untuk berangkat " Mau kemana kamu.?" tanya suami rilis yang baru bangun karena kebelet ingin pipis


" Kelihatan nya aku mau kemana jika sudah rapih Seperti ini " Tanya balik rilis


" Kamu mau berangkat kerja di pagi buta.?" Tanya nya


" Iya, dari pada aku harus mendengarkan Omelan ibu mu lagi mending aku pergi di pagi buta " Ucap rilis. rilis masih sakit hati dengan ucapan ibu mertua nya jika dirinya mandul


" Lalu siapa yang akan menyiapkan aku sarapan, jika kamu pergi di pagi buta seperti ini.?"


" Kan ada ibu mu, jadi minta lah kepada ibumu " Jawab rilis yang langsung meninggalkan sang suami di kamar


Rilis berangkat kerja dengan menggunakan Ojeg Online, ia sampai di tempat kerja masih pagi sekali. Rilis melewati ruangan Richard, karena melihat lampunya yang masih menyala Rilis pun memberanikan diri untuk masuk kedalam ruangan Richard " kenapa dia tidur di sini " gumam rilis yang melihat Richard tidur di atas sopa, Rilis mengambil selimut lalu menyelimuti Richard namun pandangan Rilis beralih kepada di jono yang berdiri tegak di bawah sana, rilis ingin membelainya namun ia takut Richard bangun, sekuat tenaga rilis tahan nap_su nya lalu ia menyelimuti Richard


Ketika rilis mau meninggalkan Richard, tiba_tiba tangan nya di cekal lalu di tarik sehingga tubuh rilis terhiung jatuh ke pelukan Richard " Sedang apa sepagi ini kamu sudah ada di sini.?" tanya Richard dengan suara paruh nya


" A..aku sengaja pergi lebih awal, untuk menghindari Ibu mertua ku " jawab jujur Rilis


Richard yang masih memejamkan mata, ia tidak sengaja menyenggol bok_g milik rilis sehingga si Jono semakin keras, Richard menggesek_gesekkan si jono dan rilis pun telah terbuai dengan Si Jono sehingga si Jono pun menerobos masuk untuk bertemu si jini " Aaahhh " Lenguhan liris mulai terdengar


Karena rilis tidak menolak maka Richard pun membiarkan si Jono untuk memperdalam gerakan nya " Aaahhh.. ric...hard " lirih Rilis yang mulai menggila. kini Rilis berada di bawah Kungkungan Richard entah bagai mana cara nya Richard telah membuka pak_n milik rilis yang tidak tersisa


Liris melihat wajah Richard di hadapan nya, rilis membeli wajah Richard " Aku sangat merindukanmu " ucap rilis dengan nada lirih karena si Jono menekan si jin sangat dalam


Richard melihat wajah Rilis di sudut bibirnya ada luka sobek " Apa ini ulah suamimu.?" Rilis menggelengkan kepalanya


" Bukan. tapi ibu mertua ku " Mereka mengobrol dengan si Joni dan si siji masih bermain di bawah sana bahkan hentakan demi hentakan si Jono lakukan Samapi Akhirnya mereka Samapi di ujung acara dengan menge_rang bersama


" aahahhhhhh..." karena kantor masih sepi jadi mereka berdua bebas mau melakukan apa saja.


Setelah aksi pagi panas nya, mereka pun mandi bersama di kamar mandi ruangan Richard mereka mandi tidak sebentar karena si Jono yang meminta di belai kembali


Kini mereka sudah rapih kembali bahkan Richard juga sudah memesan Sarapan di salah satu restoran yang biasa ia pesan " Kenapa kamu tidur di sini.?"


" Aku tidak ada teman di rumah makanya aku tidur di sini " Jawab Richard


" istrimu kemana.?"


Richard tersenyum kecut " Aku dan dia surah resmi bercerai " jawab Richard


" Maaf " ucap rilis, ia sungguh tidak mengetahui jika Richard telah bercerai dengan istrinya


" Tidak masalah " jawab Richard sambil membuka bungkusan yang baru saja di bawa oleh OB " Makan lah "


Rilis pun memakan makanan nya dengan tenang, banyak pertanyaan di benak rilis namun ia tidak berani untuk Bertanya karena itu bukan ranah nya


" kenapa ibu mertua mu memilikimu.?" tanya Richard tiba-tiba


" benar kah.?" tanya Richard yang sedang memakan makanan nya


" Iyah "


" Baik lah aku anggap jawaban mu jujur " mereka melanjutkan sarpan nya kembali bahkan mereka tidak berbicara kembali


Rilis dan Richard melakukan aktivitas nya seperti biasa, namun Rilis di kaget kan Dengan teriakan seorang ibu_ibu, rilis mendengar dan memperjelas " Ibu " rilis segera keluar dari ruangan nya, benar saja yang sedang membuat rusuh itu adalah ibu mertua nya " ibu sedang apa di sini.?" tanya rilis


" Nah ini dia, menantu kurang ajar! Sudah mandul, kurang ajar lagi " Ucap ibu mertua rilis sambil membentak rilis


" Bu.." lirih rilis yang sudah mulai malu dengan ucapan ibu mertua nya


" Dengar ya, dia ini menantu kurang ajar, ibu mertua sedang singgah di rumah suaminya dia malah pergi tanpa memberikanku sarapan" ucap ibu kepada orang_orang yang nimbrung di sana


Wajah rilis sudah merah padam, rasa malu yang amat sangat tidak bisa ia sembunyikan lagi " Dengar ya. ini perusahaan bukan taman panti jompo, saya minta anda keluar dari sini!" bentak Richard yang tiba-tiba datang


" Kau! "


" Rilis urus ibu mertua mu, dan jangan buat keributan di perusahaan ku " Ucap Richard lalu pergi meninggalkan kerumunan


" Kita pulang buk " Ajak rilis yang sudah tanggung malu


Sesampai nya di rumah, rilis melihat suaminya yang sedang makan dengan nasi Padang " Ko kamu sudah pulang dan ini ibu kenapa bareng sama rilis.?" tanyanya heran


" Menantu tidak punya otak !" bentak Ibu mertua


" Mas. tolong kamu jelaskan kepada ibu, di sini siapa yang salah, aku atau kamu "


plak..


Ibu mertua rilis telah menampar Rilis dengan kencang " berani nya kau meninggikan suara mu di hadapan anakku!!"


" jelaskan mas " Rilis menatap sang suami dengan tatapan tajam


" Apa yang harus aku jelaskan, menang kamu yang mandul jadi apa yang harus aku jelaskan kembali " elak Suami rilis yang melihat ke arah sang ibu.


Bugh


Ibu mertua rilis memukul rilis dengan tas kulit miliknya, ia sudah tidak tahan lagi melihat anak nya di pojokan oleh Rilis " Dasar wanita tidak tau diri, sudah salah masih tidak mau ngaku!"


Rilis terjatuh ke lantai, Air mata nya sudah tidak bisa ia bendung kembali, rasanya sangat sakit hatinya terasa Teriris mendengar ucapan ibu mertua nya. namun rilis tidak memiliki bukti untuk menjatuhkan Suaminya itu.


Sedangkan suami rilis memandang rilis dengan iba namun ia juga tidak ingin bernasib sama dengan rilis. Ini lah alasan nya kepada Suami rilis tidak ingin ibu nya mengetahui kelakuan dirinya karena jika sang ibu sudah marah maka jangan harap ia akan baik_baik saja.