
Hari ini Mentari pulang telat karena ada kelas tambahan, Mentari pulang dengan rasa lelah, Mentari berjalan ke arah kamar untuk melihat sang suami yang sudah pulang.
Ceklek
Mentari tersenyum melihat pemandangan yang sungguh indah, Mentari berjalan ke arah sang suami yang sedang menyenderkan tubuhnya di kursi dengan kaki berada di atas Meja agar Sang anak nyaman ketika di taruh di dadanya " Haby" panggil mentari lembut
" Eum, Sayang kamu sudah pulang.?" Tanya Lintang
Mentri mengambil bayi Lintar dari dekapan sang suami " Biar aku tidur kan di box ya "
Setelah menidurkan Bayi Lintar di Box, Mentari beralih kepada sang suami yang terlihat lelah " Apa hari ini sangat melelahkan hm," Mentari mengusap rahang sang suami
" lumayan " jawab Lintang
" Maaf, Maaf karena aku pulang terlambat " ucap Mentari
" Kalo begitu, Kamu harus membayar nya sayang "
Mentari tau apa maksud ucapan sang suami, Mentari langsung membuka jas milik Lintang lalu membuka kancing kemeja milik sang suami " Jika harus di bayar nya dengan ini, Aku rela" bisik Mentari kepada sang suami
Lintang tersenyum nakal, Lintang langsung menahan tengkuk dan ******* bi_r sang istri dengan rakus " Ayo kita melanjutkan nya di atas tempat tidur " Lintang langsung menggendong Sang istri tanpa melepaskan Lume_n bi_r
" Aahhhhh..."
Permainan Lintang semakin Memabukkan Membuat Mentari semakin med_h
~ Di rumah Richard
Malam ini Ibu sudah Merapihkan pakaian nya ke dalam koper karena besok Ibu akan pulang ke kampung " Ibu yakin mau pulang besok.?" Tanya Rilis
" Iyah, Sayang ruang jika tidak di tempati apa lagi rumah baru " Ucap Ibu
" Hm, baik lah jika Ibu sudah yakin " Rilis pasrah
" Tenang saja sayang, Aku Sudah menyuruh salah satu pelayan kita untuk menemani Ibu di kampung " Ucap Richard
" Iyah, yank " jawab Rilis
Mana mungkin Richard tega membiarkan Ibu tinggal di rumah besar dengan seorang diri " Akan ada dua orang yang menemani Ibu, satu wanita dan satu nya lagi laki-laki, Yang wanita Untuk bantu itu beres-beres dan memasak dan yang laki-laki untuk menjaga Rumah "
" Nak Richard, Apa tidak sayang uang nya di pakai membayar orang.?" Ibu merasa Richard sudah menghambur-hamburkan Uang
" Ibu, Demi keselamatan Ibu dan demi kenyamanan Ibu, Uang itu tidak tidak berarti yang penting Ibu nyaman dan aman " Ucap Richard " dan aku belum memberitahu kan Ibu dan Rilis jika Aku akan menjadi CEO di salah satu perusahaan Bukan depan "
Rilis dan Ibu tersenyum bahagia " Benarkah itu Yank.?" tanya Rilis
Richard menganggukkan kepalanya " Iyah, Tuan Lintang telah menunjukku untuk menjadi CEO di salah satu perusahaan nya " Rilis memeluk sang suami dengan lekat
Ibu menangis haru, Melihat ke bagaian Anak dan membatu nya " Kita harus berterimakasih kepada Beliau karena telah mengangkat Mantu Ibu " Ucap Ibu " Ibu akan memasak masakan spesial Untuk Nak Lintang, Tanda terimakasih Ibu kepada Beliau " Ibu langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan Makanan spesial
" Amin, Ini berkat kamu dan juga Anak kita " Ucap Richard mengelus perut Rilis dan mengecup kening Rilis
Rasa bahagia yang selama ini Rilis inginkan akhirnya Terwujud, dulu di abaikan sekarang Malah di sayang. Benar kata orang jika kita sabar maka kita akan mendapat hasilnya.
Malam ini Richard,Rilis dan Juga Ibu datang ke rumah Lintang dan juga Mentari dengan membawa Rendang buatan Ibu
" Silahkan masuk, saya panggilkan dulu Tuan dan Nyonya " Ucap pelayan itu
Richard menganggukkan kepalanya, lalu mereka duduk di kursi ruang Tv " Semoga Nak Lintang dan juga Nak Mentari menyukai nya "
Tak lama kemudian Lintang dan Mentari turun ke bawah " Wah ada apa ini, Tumben sekali kamu dan keluarga main ke rumah ku.?" Tanya Lintang heran
Walaupun mereka bertetangga namun sangat jarang sekali, mereka ngumpul karena mereka masing-masing dengan aktivitas nya.
Ibu berdiri " Ini Ibu buatkan Rendang Untuk Nak Lintang dan juga istri " Ucap Ibu. Mentari langsung mengambil nya
" Terimakasih Bu " Ucap Mentari lembut
" istri Si lintang benar-benar ngeri, Dia bisa menyembunyikan keganasan nya di balik kelembutan " Batin Richard yang melihat mentari sangat lembut ketika ngobrol dengan ibu dan juga Rilis
" Ada acara apa ini, Ko tumben Ibu buatkan saya Rendang.?" tanya Lintang
" Ibu hanya ingin berterima kepada Nak Lintang karena sudah mengangkat Menantu Ibu sebagi CEO di perusahaan Nak Lintang, semoga Mantu Ibu Selalu amanah dan memegang kepercayaan Dari Nak Lintang " Ucap ini
" Ibu, Ibu tidak perlu berterimakasih begini, Aku mengangkat Richard itu karena Richard sudah waktunya memimpin perusahaan nya sendiri, Lagian Perusahaan ini Memang sudah di siapkan dari jauh hari Untuk Richard, kami ini saudara tidak mungkin Jika Richard terus bekerja menjadi bawahan aku terus "
Ibu menangis haru " Terimakasih sekali lagi Nak "
Mentari ikut bahagia karena sang suami yang tidak serakah dan ingin berbagi kepada saudara angkat nya, rasa bangga meliputi hati mentari kepada sang suami " sudah ayo kita makan malam, ini sudah waktunya untuk makan malam " Ajak Mentari kepada Ibu dan yang lain nya
Di meja makan, Mentari menaruh nasi dan juga rendang di atas piring sang suami, lalu beralih ke piring miliknya " Em, ini Rendangnya enak sekali Bu, Bisa dong Ibu berbagi Resep nya kepada Mentari.?" Ucap Mentari memuji Ibu
" Nak Mentari bisa saja, Nanti jika ibu ke sini lagi Ibu akan ajarkan ya " Ucap Ibu sambil memakan makanan nya
" Loh, memang nya Ibu mau kemana.?" Tanya Mentari heran
" Besok Ibu akan pulang ke kampung " jawab Richard " Kebetulan besok kan hari libur, jadi aku dan Rilis akan mengantar ibu ke desa " Lanjut nya
Mentari terdiam " kalo begitu apa boleh aku ikut mengantar ibu.?" Ucap Mentari " Haby, ayo kita Anatar Ibu ke kampung, sekalian kita liburan di sana " ajak Mentari kepada sang suami
Lintang yang awal nya terkejut tiba-tiba tersenyum " Jika kamu mau, maka aku bisa apa " Ucap Lintang Pasrah
Richard mengulum senyum melihat Lintang yang pasrah dengan keinginan istri nya " Boleh kan Bu, Jika kita ikut mengantarkan Ibu .?" Tanya Mentari kepada Ibu
" Tentu boleh, kenapa tidak " ucap Ibu senang
" asik, besok Kita liburan ke kampung Ibu " seru Mentari seperti Anak kecil yang tidak pernah di ajak berlibur
Setelah makan malam selesai, Mentari langsung masuk kedalam kamar untuk menyiapkan keperluan Mereka selama di kampung Ibu, Mentari juga mengajak si Mbok biar sekalian si mbok pulang kampung.