Boss Love

Boss Love
Makan malam



Sesampai nya di rumah, Mentari dan Lintang langsung di sambut oleh para pelayan " Selamat datang kembali Tuan, Nyonya dan Tuan muda " Ucap pelayan itu


" terimakasih ya mbak " Ucap Mentari ramah


Lintar yang bangun dari tidur nya merasa asing di rumah, mungkin karena belum terbiasa " Wah Tuan muda sangat tampan " seru para pelayan


Mentari menaruh Lintar di kursi panjang agar para pelayan bisa melihat bayi Lintar dengan jelas " Wah lihat tampan sekali, wajah nya yang perpaduan Dari Tuan dan nyonya "


" Anak sultan mah memang beda ya " ucap nya


Bayi Lintar walaupun usai nya baru sebulan, tapi karena tubuhnya yang subur pipi nya yang cabi dan mata nya yang sangat cantik membuat orang yang melihat nya akan terpana dan terpesona


" kalian ini ada-ada saja " Ucap Mentari


" Sayang ayo kita istirahat dulu, Nanti malam akan aku mengundang Richard untuk malam malam di sini, jadi kita harus istirahat dulu " ucap Lintang


Mentari mengangguk mengerti " Baik by " jawab nya " Maaf ya mbak, Nanti lagi liat tuan muda nya karena kita harus istirahat dulu "


" Iyah nyonya silahkan " Jawab para pelayan


" Da dah tuan muda." .


Mentari menggendong Lintar Dan Lintang merangkul pinggang sang istri.


Sesampai nya di kamar Mentari menaruh bayi Lintar di atas tempat tidur karena mereka akan menjadi bergantian " Haby, haby saja dulu yang mandi nanti baru aku " ucap Mentari


" Baik lah, aku mandi lebih dulu ya, Atau kita mandi bareng saja " goda Lintang


Plak..


" ingat kita sudah punya anak mana mungkin bisa mandi bersama " balas Mentari


" kata siapa, Kita bisa menitipkan Bayi Lintar ke pelayan " jawab Lintang


" jangan aneh-aneh by, sudah sana mandi " Lintang langsung masuk kedalam kamar mandi


Mentari Menyiapkan keperluan sang suami lalu ia mengganti pakaian nya dengan kimono mandi. Mentari membawa Bayi lintar ke gendongan nya dan memberikan susu agar nanti ketika dirinya sedang mandi bayi Lintar tidak akan menangis karena kehausan " Anaknya mamah yang pintar ya sayang, Mamah nya mau mandi dulu, kamu harus anteng bersama papah " Mentari membiasakan dirinya untuk selalu mengajak sang anak ngobrol jika sedang memberi Asi


Ceklek


Lintar keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.


Mentari langsung menoleh ke arah sang suami " Sudah beres by, aku sudah siapkan pakaian haby "


" Terimakasih sayang, Aku pakai baju dulu " ucap Lintang yang langsung memaki pakaian nya


Tak lama kemudian Lintang berjalan ke arah Mentari " Lintar sedang tidur by " ucap Mentari


" Mungkin dia lelah karena habis perjalanan jauh " balas Lintang


" Iyah by, Kalo begitu aku mandi dulu karena sudah tidak tahan badanku lengket "


" Iyah sayang " setelah menidurkan bayi Lintar, Mentari langsung masuk ke dalam kamar mandi


Para pelayan di buat sibuk oleh Lintang untuk membuatkan jamuan makan malam


Tidak ada yang tau jika mentari dan Lintang sudah pulang termasuk Richard ia pun tidak mengetahui nya. Richard sangat kaget ketika Lintang mengirim pesan kepada dirinya yang mengundang keluarga Richard untuk datang ke jamuan makan malam " Kebiasaan mereka jika pulang tidak pernah memberi tau " gerutu Richard setelah membaca pesan dari Lintang


Richard langsung pulang ke rumah nya " Bu, Rilis dimana.?" Tanya Richard kepada Ibu yang sedang mengobrol dengan pelayan


" Baru saja naik ke kamar nya " jawab Ibu " Ada apa.?"


" Tidak, Ada Bu, Oh iya Bu terimakasih " Ucap Richard " oh iya, buat malam ini tidak perlu memasak karena kita akan makan malam di rumah sebelah " ucap Richard kepada Ibu lalu ia pergi ke kamar nya


Selama Ibu ada di ruang Richard, Ibulah yang mengambil alih dapur, Karena Ibu merasa gak enak jika hanya duduk manis. Sebenarnya rumah Ibu sudah beres namun Riris menahan Ibu untuk tidak pulang dulu dengan alasan Rilis sedang ngidam yang tidak bisa jauh dari Ibu nya


Richard masuk kamar melihat sang istri yang sedang menonton drama kesukaan nya " Yank " Panggil Richard kepada Rilis


" Iyah yank" jawab Rilis melihat ke arah Richard


Richard berjalan kearah Rilis dan mencium kening nya " Kenapa mata mu sembab.?" tanya Richard


" Ini gara-gara Drama Yang aku tonton, Endingnya sedih banget" Jawab Rilis. Richard hanya menggeleng kan kepalanya. Ini bukan kali pertama Richard melihat Rilis menangis gara-gara Drama


" Kamu ini, Oh iya nanti malam kita di undang makan malam di sebelah " Ucap Richard


" Rumah sebelah.?" Tanya Rilis " Bukan nya rumah sebelah.." Rilis menutup mulut nya


" Iya, Mereka baru pulang, Kebiasaan mereka jika pulang tidak pernah memberi tau " kesal Richard. padahal kan kalo mereka memberitahu Richard bisa saja untuk menjemput mereka, Namun entah lah mereka malah lebih seneng pulang sendiri.


" Ya ampun bagai mana ini ?" Tanya Rilis


" Memang nya kenapa.?" Tanya balik Richard


" Istri Tuan Lintang kan baru saja melahirkan setidak nya kita memberikan Kado Untuk Tuan Munda " ucap Rilis


Richard terdiam " kalo begitu, Ayo bersiap kita cari kado buat Tuan muda " Ajak Richard kepada Sang istri


" Iyah Yang sebentar aku ganti baju dulu " Rilis segera ke ruang ganti pakaian karena tidak mungkin bukan keluar rumah dengan menggunakan Daster rumahan


Setelah usai mereka pun langsung pamit kepada Ibu untuk pergi ke Mol. Di sini lah sekarang mereka berada Di sebuah mol besar, Rilis dan Richard berjalan sambil Bergandengan tangan, Setiap toko Bayi mereka datangi dan mencari barang apa yang pas untuk di berikan kepada Tuan mudah mereka


" Kita ke sana Yank " Ajak Rilis ke Toko perlengkapan bayi


Setelah keliling- Keliling akhirnya mereka menemukan Kado apa yang pantas untuk mereka Berikan kepada Tuan muda nya. Karena sudah mendapatkan apa yang mereka cari, mereka pun langsung pulang walupun di perjalanan Rilis sering kali meminta berhenti Untuk membeli jajanan Di kaki Lima, dengan sabar Richard mengikuti apa yang di inginkan sang istri.


Sesampai nya di rumah, Richard dan Rilis segera masuk kedalam kamar untuk bersiap ke rumah Lintang karena jam juga sudah menunjukkan jam enam sore


Rilis menggunakan Gaun yang cukup cantik di tubuhnya, sehingga Richard tidak rela membawa Rilis ke rumah Lintang " Bagi mana jika kita main Dulu.?" Ajak Richard


" Tapi jam nya mepet " jawab Rilis


" Sebentar saja yank " Akhirnya nya Rilis pun menuruti apa yang di inginkan sang suami, Mereka bermain dengan lincah nya sesekali Richard mengelus dan mengajak ngobrol sang anak di sela-sela kenikmatan nya, Agar sang anak tidak merasa Kaget ketika Richard memuntahkan si Joni.