
" Apa itu akan berhasil.? "
" Kita lihat saja nanti " jawab Mentari sambil tersenyum " Sudah ah ayo kita kerja. Jangan sedih lagi ya "
Kedatangan Mentari di sambut hangat oleh pegawai nya yang sedari kemarin ikut cemas " mbak bagi mana keadaan nya.? " Tanya pegawai mentari " Kami kemarin sangat khawatir ketika mbak jatuh pingsan "
" Aku sudah sehat ko. Terimakasih ya kalian sudah menghawatirkan mbak " jawab Mentari
" Shukur lah kalo sudah sembuh kita pun ikut lega mendengar nya " ucap nya " kalo begitu kami permisi untuk melanjutkan pekerjaan kami "
" Iyah silahkan "
Mentari hari ini tidak melakukan aktivitas terlebih dahulu karena Yuli yang melarangnya. Yuli hanya takut jika sahabat nya itu jatuh pingsan lagi. Sudah cukup kemarin yang membuat nya ikut jantungan
Dengan pasrah Mentari pun mengikuti saran sahabat nya itu walaupun dengan bibir yang cemberut " Sampai kapan kamu tidak akan membiarkan aku melakukan aktivitas .? " Rengek nya
" Sampai kamu benar-benar sembuh. Apa lagi dua hari lagi kita akan ikut liburan dengan babang bule " jawab cepat Yuli. Yuli langsung menyumpal telinga nya dengan Hapsari agar tidak mendengarkan rengekan Mentari lagi
DI KANTOR
Lintang yank awalnya sedang fokus dengan kerjaan nya karena ia ingin pulang lebih awal. Tiba-tiba di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang berpakaian cukup minim
" Halo sayang " sapa nya sambil berjalan ke arah Lintang lalu ingin menaruh Boko** nya di atas pangkuan lintang. Namun sayang lintang langsung memundurkan kursi kebesaran nya membuat wanita itu jatuh
" Aw... Sayang... " Rengek nya " bantuin "
" Tuan maafkan kami telah Lalay. Wanita itu memaksa untuk masuk bahkan dia menendang burung sekuriti kita " ucap sekertaris itu sambil menunduk
Lintang Langsung menatap Rumi dengan tajam " apa sayang.. itu salah nya sendiri menghalangi ku untuk bertemu dengan mu " ucap rumi tidak mau di salahkan
" Kau tidak ada urusan di sini jadi untuk apa kau ingin bertemu dengan ku "
" Kan aku ingin bertemu dengan mu sayang " Rumi ingin meraih tangan lintang tapi dengan kasar lintang menepis tangan rumi
" Sudah ku katakan. Tanganku tidak untuk kuman seperti mu " ucapan lintang membuat orang yang berada di sana mengulum senyum
" Sayang ko kamu ngomong seperti itu sih. Lihat tuh mereka menertawai ku " keluh Rumi
" Karena kau pantas di tertawaan. Orang yang tidak punya urat malu seperti mu itu tidak pantas untuk di bela. Apa lagi kau dengan beraninya memanggilku dengan panggilan menjijikan seperti itu " bentak lintang " Sekarang kau pergi dari sini karena kuman seperti mu tidak pantas berada di sini "
" Tapi sayang. Kenapa aku tidak boleh ke sini.? Aku ini calon istri mu "
Plak...
Dengan refleks lintang menampar pipi mulus Rumi itu semua masih di saksikan oleh anak buah lintang " Apa kau tuli.? Ku bilang keluar dari ruangan ku dan jangan harap kau menjadi istri ku karena kuman sepertimu tidak layak untuk menjadi istri ku " bentak Lintang
" sekuriti usir kuman ini. Jangan Samapi ia datang lagi kemari. Kalo dia datang lagi dan memaksa untuk masuk siram saja pakai Air sabun agar kuman itu pergi " Ucap tegas lintang
Rumi pun di seret oleh dua sekuriti karena ia terus memberontak tidak ingin pergi dan mengaku_ngaku sebagai calon istri dari lintang