
Karena hari sudah mulai larut, mentari dan lintang pulang ke rumah dengan perut kenyang dan Hati bahagia karena sudah merayakan Hari ulang tahun Sang istri
Bayi Lintar sudah Mentari simpan di Box bayi dan kini saat nya Lintang Dan Mentari Untuk ikut beristirahat " mimpi indah Istriku " Bisik Lintang di telinga sang istri
~ Pagi hari
Sesuatu yang istimewa menantimu setiap hari. Yang kamu butuhkan hanyalah mengenalinya dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Miliki sikap positif sepanjang hari dan kemudian hari ini akan menjadi hari terbaik dalam hidupmu.
Pagi ini Mentari sudah siap untuk berangkat ke kampus dengan rambut yang ia gerai dan menggunakan dress selutut membuat Mentari seperti anak gadis yang imut " Pagi putra mamah " sapa Mentari kepada sang anak yang sedang di gendong oleh pelayan " Anak mamah yang pintar ya, jangan merepotkan mbak nya " Lanjut Mentari mengelus kening Lintar
Hari ini adalah, hari pertama Mentari masuk kampus, Mentari sengaja mengambil jam pagi agar bisa berangkat bareng dengan sang suami. Wajah Lintang sudah mulai kusut melihat Penampilan Mentari yang begitu cantik " Sayang "
" Iyah by" jawab Mentari menoleh kearah sang suami
" Eum, Tidak " Balas Lintang yang masih fokus dengan Setir nya
Mentari tersenyum ia tau apa yang di khawatir oleh sang suami, Apa lagi setelah melahirkan Lintang semakin posesif kepada dirinya " Haby, haby tenang saja, Aku tidak Akan pindah ke lain hati, di hatiku hanya ada Haby dan juga putra kita, Aku janji jika aku sudah lulus kuliah, aku akan selalu ada untuk haby dan menjadi Ibu rumah tangga yang akan selalu menyambut dan menemani Haby ketika ada di rumah" ucap Mentari
" Tapi.."
" Cup " Mentari mengecup bi_r sang suami " Haby, percaya kan sama aku.? " Tanya Mentari dengan lekat. Lintang mengangguk percaya " kalo begitu baurkan aku masuk kuliah sekarang, karena jam kelas sudah mau di mulai "
Dengan hati yang berat Lintang harus merelakan sang istri " Baiklah sayang, Aku percaya padamu, Tetap jaga hati mu untukku dan putra kita " Sebelum turun dari Mobil Mentari mengecup dan melu_t bi_r sang suami
Mentari masuk kedalam kelas, Di sana sudah banyak mahasiswa yang duduk di bangku nya, Mentari duduk di dekat kaca karena di sana ada angin dan juga pemandangan nya lumayan bagus " hai cewek kenalan dong " Sapa seorang laki-laki
Namun mentari bukan nya menjawab ia hanya tersenyum ramah " Boleh tau gak nama nya siapa.?" Tanya laki-laki itu sambil mengulurkan tangan nya " Aku Dion "
Mentari menatap lekat laki-laki yang ada di hadapan nya ini, Mentari membalas uluran tangan si lelaki " Nama saya, Nyonya Lintang, dan saya Ibu dari bayi Lintar yang baru Dua bulan " jawab Mentari tutup poin Karena tidak ingin orang lain berfikiran bahwa dirinya masih gadis
Laki-laki yang ada di hadapan Mentari menahan tawa " huhahaha, Candaan mu sangat Lucu " Kata laki-laki itu
" Terserah" jawab Mentari mengambil Buku
Dion merasa Tertang-tang melihat sikap Mentari yang cuek dan tidak mengejarnya, Biasanya Wanita akan sangat senang jika dirinya yang menggoda dan akan tergila-gila kepada Dion, Namun ini, Dion tersenyum penuh Arti " Baik Nyonya Lintang, Aku pasti akan mendapatkan mu " Ucap Dion langsung Pergi meninggalkan kelas
Sedangkan Mentari ia tidak menanggapi sedikitpun ucapan Dion, Merasa bodo Amat aja.
Tak terasa jam pelajaran Telah usai kini Mentari sedang bersiap untuk pulang, Di Lorong Mentari telah di hadang oleh kaum wanita yang merasa dirinya berkuasa " Heh, Lo berani sekali ganggu pacar gue!" Kata wanita itu sambil menunjuk kearah wajah Mentari
Mentari Masih diam karena Mentari tidak merasa Telah merebut laki-lakinya " Apa Lo bisu Hah!!" Bentak Dia dengan mencengkram erat Bahu Mentari
Mentari menepis tangan wanita itu lalu menatap nya dengan Lekat " Pertama Jangan pernah Lo menunjuk gue, ke dua, Gue gak tau siapa laki-laki yang Lo maksud, Jika Lo merasa laki-laki Lo telah di goda oleh Gue, Mana buktinya.?" Ucap Mentari tidak kalah sewot
" Berani Lo!" Wanita itu sudah melayangkan tangan nya ke udara namun
" Jangan pernah Lo sentuh Gue " Ucap Mentari Sambil melotot lalu Meninggalkan segerombolan Wanita itu.
Anya. Anya adalah Wanita paling popular di kampus, Bukan populer karena dia pintar atau pun berprestasi melainkan Populer dalam Mendekati laki-laki bahkan Anya dan Dion mereka Sebelas dua belas sama-sama belang nya, namun Anya terlalu memakai hati beda hal nya dengan Dion, Jika Dion sudah mendapatkan apa yang dia mau, Dion akan dengan mudah nya meninggalkan orang tersebut.
Para mahasiswa Menatap Mentari dengan Lekat, baru kali ini ada yang berani melawan Anya padahal selama ini Mereka akan diam saja jika Anya mengganggu, secara Anya anak Dosen membuat Orang-orang takut.
Mentari sudah masuk kedalam Mobil nya namun lagi-lagi ada yang mengganggu nya " Nyonya " Kata supir itu
Mentari membuang napas berat nya " Jalan aja pak, saya sudah lelah, lagian putra saya sudah menunggu di rumah " Ucap Mentari sedikit kesal karena hari pertama ke kampus sudah ada yang berani mengganggu nya
" Tapi nyonya dia.."
dor..dor.. dor..
Dion mengetuk kaca mobil dengan cukup keras " Jalankan saja pak " Mentari menyenderkan Tubuhnya di jok belakang dan menutup mata nya
" Baik nyonya "
Sedangkan Dion merasa kesal karena Mentari yang tidak menggubrisnya sama sekali " sial, Baru kali ini ada wanita yang berani sekali mengabaikan ku " Gerutu Dion
" Hai sayang" sapa Anya memeluk dion
" Lepas!" Ucap Dion agak meninggi
Bukan nya di lepas Anya malah semakin bergelayut manja di lengan Dion " Sayang, rumah aku sepi, Papi akan lama di kampus, Apa kamu tidak merindukan ku " Ucapan Anya dengan suara menggoda
Dion yang merasa dapat santapan makan siang pun langsung Meluncur ke rumah Anya, Mana ada buaya yang akan melepaskan mangsa nya apa lagi Dion sedang di landa kesal oleh Mentari
~ Di rumah
Mentari Keluar dari Mobil, Mentari langsung mencari keberadaan Putra nya yang di titipkan sama pelayan " Mbak, Anak saya dimana ya.?" tanya Mentari
" Tuan muda sedang tidur siang Nyonya " Jawab si mbak
" Oh baik lah, Terimakasih " Jawab Mentari, Mentari langsung ke kamar sang anak Untuk melihat kondisi putra nya yang seharian Mentari tinggal di rumah
Ceklek..
Mentari membuka kamar Lintar, di sana ada mbak yang menjaga " Nyonya " ucap mbak itu langsung berdiri
" Apa putra ku sudah lama tidur nya.?" Tanya Mentari sambil berjalan ke ranjang Lintar
" Sudah nyonya "
" Apa Putra ku Rewel.?"
" Tidak, justru Tuan muda sangat anteng " Jawab nya
" Baik lah kalo gitu, Saya mau mandi dulu setelah itu baru kamu bisa langsung istirahat " ucap Mentari meninggalkan kamar putra nya Lalu masuk kedalam kamar nya.