
Lintang menatap anak dan istrinya yang sedang tertidur lelap di atas tempat tidur, Lintang tidak menyangka jika dirinya saat ini telaah memiliki kelurga yang bahagia, memiliki Istri yang cantik anak yang tampan adalah sebuah Anugerah untuk Lintang.
Dulu hidup Lintang sangat tidak berwarna karena setiap hari Lintang akan di sibukkan dengan pekerjaan nya di kantor bahkan selalu menghabiskan keseharian nya di kantor, Untuk pulang ke rumah pun sangat lah malas karena selalu ada hal yang tidak Ingin Lintang lihat
Hidup hanya bersama seorang ayah,namun kemudian Ayah pun meninggalkan dirinya, Itu semua sangat tidak mudah untuk Lintang, Yang awalnya akan ada seseorang yang menjadi sandaran Tiba-tiba meninggalkan dirinya
Namun itu semua sudah berlalu karena sekarang Lintang sudah memiliki sandaran dan memiliki seseorang yang telah Mewarnai hari-hari nya.
Lintang berjalan ke atas tempat tidur, Dan Lintang membaringkan tubuhnya di samping sang istri, Lintang memeluk dengan erat seakan takut akan kehilangan sang istri " Eum, By" Mentari menyadari jika sang suami berada di belakang nya
" Tidurlah, Biarkan aku seperti ini " ucap Lintang yang masih memeluk Mentari
Tanpa menjawab, Mentari memejamkan mata nya dan memeluk sang putra untuk terlelap kembali. Untung di pinggir Lintar sudah di berikan Bantal untuk pembatas jadi akan aman.
~ Pagi hari
Pagi ini seperti Biasa, Mentari akan menyiapkan kebutuhan Sang suami dan juga putra nya " Mbok, tolong ini di iris tipis ya,. soalnya aku mau membuat bakwan " ucap Mentari
" Baik non " jawab Mbok
Mentari tersenyum, Lalu Mentari membersihkan Udang dari kulit nya karena Lintang tidak menyukai Udang yang berkulit. setelah selesai mentari langsung menggoreng bakwan dan menyelesaikan pekerjaan masak nya karena jam juga sudah mulai jam enam saat nya membangunkan Lintang
" Mbok, aku. tinggal ya, ini mbok tinggal tata di meja makan aja ya, aku mau membangunkan suami ku dulu " Ucap Mentari kepada Mbok
" Iyah non " jawab mbok
Mentari berjalan ke arah kamar sang suami, Ternyata sang suami sudah bangun bahkan habis memandikan Lintar " Wah ternyata kedua jagoan ku sudah pada bangun " ucap Mentari berjalan ke arah sang suami
" Oh, maaf ya by, tidur nya jadi ke ganggu karena harus mandiin Lintar " ucap mentari meminta maaf
" Kmu ini ngomong apa, Ini sudah sewajarnya aku lakukan Lintar bukan hanya anak mu, tapi anak kita juga, jadi wajar-wajar saja jika aku membantu mu untuk mengurus putra kita " balas Lintang kepada Mentari
" Iyah, by, Terimakasih ya sudah membantu pekerjaan ku "
" Iyah sayang " jawab Lintang mengecup kening sang istri
" Sekarang haby, mandi sana, biar Lintar bersama ku " ucap mentari
" Apa tidak akan ada acara mandi berdua.?" tanya Lintang sambil menggoda
" Nanti jika Lintar sudah bisa di titipkan kepada Orang lain, bukan hanya mandi yang bisa berdua tapi kita juga bisa membuat adik nya Lintar " jawab Mentari sambil terkekeh
" Baik lah, jika Usia Lintar sudah enam bulan maka siap-siap lah "
" Siap-siap apa.?" tanya Mentari heran
" Siap-siap kamu tidak akan bisa jalan sayang " bisik Lintang lalu pergi meninggalkan sang istri yang sudah melotot
" Habyyyy!!!!"
**TAMAT**