
Lintang mengambil tangan Mematri yang masih termenung " Aku serius dengan kata-kata ku bahwa aku menyukai mu. aku tidak ingin kamu di ambil orang karena aku memendam rasa ini " lintang sangat serius dengan ucapan nya
" Ta..tapi kak "
" Aku tidak akan memaksamu mu untuk menjawab nya sekarang. Aku akan menunggu mu sampai kamu membalas perasaan ku tapi... " ucap Lintang terjeda " tapi kamu harus tau bahwa Ada aku yang selalu menunggu balasan cinta dari mu " Ucap lintang menaruh tangan Mentari di dada nya dengan mata yang saling menatap
Pagi hari
Mentari tidak bisa tidur semalam ia masih teringat akan ucapan Lintang kepadanya. Lintang bukan laki-laki pertama yang mengatakan cinta kepada nya namun lintang bisa membuat mentari tidak bisa tidur memikirkan nya " Oh Tuhan kenapa wajah dan ucapan nya selalu teringat di kepala ku ini " gerutu mentari sambil memukul-mukul kepala nya pelan lalu memasukan roti yang berada di atas piring kedalam mulut nya
Sedangkan di rumah Lintang sedang bersitegang dengan Mamah nya
" Jangan pernah ngatur hidup ku karena kau bukan siapa-siapa bagi ku " Ucap lintang kesal
Bagai mana tidak kesal Lintang yang berniat sarapan tiba_tiba ada Mamah nya dengan seorang wanita dengan penampilan seksi dan memperkenalkan bawah wanita itu adalah calon istri lintang
" Kamu jangan durhaka lintang sama mamah " Bentak nya " lihat lah rumi Sampai ketakutan mendengar perkataan mu itu "
" Tante.." wanita itu mengelus lengan mamah lintang
" Masa bodoh. Keluar kalian saya tidak menerima mu dan juga wanita itu di rumah ini " Bentak lintang " Dan satu lagi jangan berani-berani mengatur hidup ku karena kau tidak pantas mengatur ku " lintang pun langsung pergi dengan membawa jas dan tas nya
" Tante sekarang kita harus bagai mana.? " rengek Rumi
" tenang saja sayang Tante akan pastikan kalo lintang akan menjadi milikmu dan kamu akan menjadi menantu satu_satu nya di rumah ini
Sebelum masuk kedalam mobil Lintang pun menyuruh sekuriti untuk mengusir dua wanita yang tidak di undang itu
" Heh siapa kamu berani sekali mengusir nyonya rumah ini " bentak mamah lintang
" Saya telah di perintahkan oleh den lintang untuk mengusir kalian " ucap sekuriti itu
" Kau...!!! "
" Keluar sendri atau mau saya seret .?" Tanya sekuriti itu dengan tatapan tajam nya
Karena takut akhirnya mereka pun keluar dari rumah lintang dengan wajah yang dongkol
Lintang yang sudah sampai di perusahaan ia berjalan dengan wajah garang nya " Hei bos ada apa dengan mu " Sapa Richard yang berpapasan dengan Lintang di depan life
" Wanita ular itu membuat ulah di rumah pagi ini " jawab lintang Kesal
" Wanita ular.? " Tanya Richard sambil mengerutkan alis nya
" SIapa lagi yang selalu membuat mood ku tidak baik selain Wanita ular itu. bahkan sekarang dia membawa calon ular ke rumah. Aaahhhh sialll!!!!"
Brakkkk...
Lintang membanting pas bunga ke dinding membuat Richard melotot baru kali ini Bos nya itu sangat murka " Tenang lah jaga emosi mu " ucap Richard lalu dapat tatapan tajam dari lintang " Kita bisa cari solusi nya agar kedua ular itu tidak mengganggumu. Maaf sebenarnya aku pun sedang menyelidiki mamah mu karena menurut ku ada yang janggal dengan nya "
Richard memang selalu mengambil langkah cepat jika ada yang membuat Lintang marah ataupun mengganggu lintang. Terlalu banyak jasa Lintang untuk Richard sehingga ia ingin selalu melindungi lintang