Boss Love

Boss Love
Kegiatan di pagi hari



Pagi hari adalah pagi, untuk memulai aktivitas. namun bukan aktivitas luar ya, melainkan aktivitas di dalam kamar tepat nya di atas tempat tidur.


Sepasang suami istri yang sedang menyalurkan has_t nya. Kedua insan itu berolahraga dengan giat setiap hari setiap saat apa lagi di pagi hari itu menjadi ritual yang wajib untuk di lakukan.


" uuh..by.. "


" Yes sayang"


" Terus by.. Aahhh..."


" Bersama sayang "


" Aaahhhh... " Racau kedua nya


" kamu selalu hebat by " Puji sang istri


" aku tidak akan hebat kalo tidak ada lawan nya sayang " Mentari terkekeh


Lintang memeluk mentari dengan hangat, lalu mengecup kening sang istri " Di balik laki_laki hebat akan ada istri yang setia mendukung nya. "


Mentari dan lintang tidur kembali karena jam masih menunjukkan jam lima pagi.


~ Di rumah Yuli


Pagi ini Yuli bangun lebih awal, Yuli ingin membiasakan diri untuk bangun pagi agar Setelah menikah ia terbiasa bangun pagi, dan menyiapkan keperluan sang suami.


" Pagi Bu " sapa Yuli yang baru keluar kamar


" tumben kakak sudah bangun " Tanya ibu heran


" Hanya ingin saja " Ucap Yuli. ia langsung membantu sang ibu untuk menyiapkan bahan Yanga akan di masak nya.


Ting..


Pacar bule. : Selamat pagi calon istriku, bidadari ku 😘🥰


Yuli yang mendengar handphone nya bunyi ia langsung mengambil handphone nya dan duduk di sopa


Yuli. : pagi juga pangeran ku 😘


Pacar bule. : Sudah bangun ternyata, aku pikir masih tidur


Yuli. : Ya sudah lah, masa calon istri bule masih tidur jam segini


Pacar bule : Yasudah kalo begitu, mandi lalu sana lalu sarapan ya, aku mau mandi dulu habis itu ke rumah lintang.


Yuli : oke. kamu juga sarapan ya. terus hati_hati jika mau ke rumah babang bule. met aktivitas sayangku 🥰😘😍


Yuli menaruh handphone nya lalu ia melanjutkan aktivitas nya.


Setelah sarapan Yuli langsung bersiap untuk ke laundry, karena laundry sekarang tanggung jawab nya.


~ Rumah lintang


Mentari bangun agak kesiangan, ia bangun sudah tidak melihat sang suami di samping nya " by.." panggil Menteri sambil turun dari tempat tidur, Mentari mendengar ada percikan air di dalam kamar mandi


Mentari pun langsung melangkah ke arah lemari ia menyiapkan keperluan sang suami. walaupun lagi hamil, Mentari tidak melupakan kewajiban nya.


" Sayang, kamu sudah bangun.? " Tanya Lintang yang baru keluar dari kamar mandi


Mentari berjalan ke arah sang suami, Mentari mengecup bi_r sang suami " Jika Haby bangun lebih awal, bangunkan aku juga ya, aku tidak mau Haby menyiapkan semuanya sendiri "


" Tidak masalah by. kan ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang istri" Mentari cemberut


" Yasudah nanti tidak akan begitu lagi " ucap lintang mengelus kepala sang istri


" yasudah aku aku mandi dulu, soalnya aku ada jadwal Pagi " ucap mentari


Mentari masih melanjutkan kuliah nya, ia belum mengambil cuti karena menurut nya ia masih mampu untuk pergi ke kampus, walupun Lintang sudah menyuruh nya untuk diam saja di rumah selama hamil namun mentari menolak nya, dengan alasan ia tidak ingin bosan selalu diam di rumah, apalagi dia kuliah tinggal satu tahun lagi.


Dengan pasrah lintang pun mengijinkan sang istri untuk kuliah namun dengan sarat jika sudah tidak mampu harus langsung berhenti, Lintang pun sudah memindahkan Jadwal kuliah bintang Mejadi pagi.


Lintang turun ke bawah dengan merangkul sang istri, ternyata di bawah sudah ada Richard yang yang sedang duduk dengan memainkan Handphone nya " sudah lama .?" tanya Lintang


" Maaf ya kak. tadi aku bangun nya kesiangan makanya suamiku turun nya lama " Ucap mentari merasa tidak enak


" Iyah tidak apa-apa, aku sudah biasa menunggu kalian " Sindir Richard


" Yasudah ayo kita sarapan dulu. " ajak Mentari


Mereka pun sarapan bersama kebetulan Richard juga belum sarapan di rumah nya. Bukan rumah sih Tapi apartemen, selama ini Richard tinggal di apartemen yang di berikan oleh ayah lintang


Seusai sarapan Richard, lintang dan mentari langsung masuk kedalam mobil, sebelum Lintang pergi ke kantor, lintang akan mengantarkan Mentari dulu ke kampus nya.


" Bagai mana kak, persiapan nya sudah sampai mana.?" Tanya mentari


" Sudah hampir 80%, doain ya agar selalu di permudah " Ucap Richard


" tentu "


Sesampai nya di depan kampus, Mentari langsung pamit kepada lintang dan juga Richard, Setelah kepergian Mentari Richard tidak langsung menghidupkan Mesin mobil nya, Kedua laki_laki itu melihat kepergian Mentari " Lihat lah istri mu, dengan perut nya yang sudah mulai buncit ia malah terlihat sangat imutt dan menggemaskan "


Plak..


Lintang memukul Bahu Richard " Jangan memuji istriku seperti itu, akan ku potong gajih mu, Agar tidak jadi menikah " kesal Lintang, lintang sudah sudah payah menahan kekesalannya, karena Mata pria telah tertuju kepada sang istri, lintang cukup sadar jika sang istri memang tambah Hot dan cantik semenjak Hamil.


Richard terkekeh karena sudah memanas_manasi Lintang, ia tau kalo lintang bucin akut kepada Mentari apa lagi mentari bisa di bilang bintang nya di fakultas kedokteran " makan tuh cemburu. kebakaran, kebakaran deh, suruh siapa gue di cuekin selama satu jam di rumah nya, Mana di mobil sedari tadi kaya milik berdua lagi " Kesal Richard yang sedari tadi seperti tidak di anggap oleh pasutri itu.


Richard menghidupkan Mesin mobil nya lalu berangkat ke kantor, Di perjalanan Lintang hanya diam tidak banyak bicara, ia masih kepikiran dengan mentari, Istrinya yang semakin cantik dan imut dengan perutnya yang mulai buncit " Ah siall " kesal lintang


" Lo kenapa.?" tanya Richard ketika mereka sudah di lift


" Apa aku harus mengurung istriku di rumah.? Tapi itu tidak mungkin istriku tidak akan mau " keluh Lintang mengusap wajah nya


" Hahaha... " Tawa Richard pecah


" Ngapain Lo ketawa " Kesal Lintang


" Lucu liat Lo yang kebakaran jenggot "


" Diam Lo " Lintang langsung keluar dari life ia langsung berjalan ke arah Ruangan nya


Sedangkan Richard menggeleng kepalanya nya sambil menahan tawa " Mentari memang hebat bisa membuka balikan hati seorang Lintang, yang Tadi nya seperti kutub, sekarang jadi menghangatkan " ledek Richard


" Diam dan sekarang Lo keluar, kerjakan pekerjaan Lo, kalo gak. gue akan cuti " Ucap Lintang


Richard Langsung menghentikan tawa nya " Ngapain Lo cuti.? "


" Gue mau jagain Istriqu agar tidak di tatap oleh laki-laki lain "


Richard menepuk jidat nya " Gak gitu juga kali. istri lo itu bisa jaga diri, udah deh jangan aneh_aneh. Nih berkas yang harus Lo tandatangani " Ucap Richard memberikan berkas kepada Lintang " Tadi gue lupa memberikan nya ketika di rumah "