
Jam sudah menunjukan jam 5 Sore Mentari yang sedang terlelap tidur ia harus bangun karena Ada gedoran di luar kamar " Eum... " Mentari melihat ke samping. ia melihat Lintang yang masih terlelap
Mentari pun dengan perlahan turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah pintu
Ceklek...
" Tari apa yang kau lakukan.?" teriak Yuli. Yuli baru Samapi di villa milik Lintang ia di beritahukan oleh pelayan dimana kamar mentari
" Yuli. kamu sudah Samapi.?" tanya mentari
Plak..
" Sakit dodol "
Yuli menepuk tangan Mentari " Kamu habis ngapain di dalam, dan ini... " tunjuk Yuli ke kemeja yang di gunakan oleh mentari " Ini kemeja siapa.? jangan bilang kamu sudah merasakan si Joni " tuduh Yuli
" Apa_apan sih kamu. main nuduh aj.." Ucapan mentari terhenti ketika ia baru sadar bahwa dirinya hanya menggunakan Kemeja milik lintang
Brak..
Mentari langsung menutup pintu kamar ia berlari ke atas tempat tidur lalu menutupi wajah nya dengan bantal ia merasa malu " Bego bego bego.. kenapa Aku samapi lupa, kalo aku hanya menggunakan Kemeja milik Kak lintang " Grutunya " Ah malu banget. pasti Yuli berpikir yang aneh_aneh tentang ku "
Lintang yang merasa terusik ia pun bangun " Sayang kamu kenapa.?" Tanta Lintang yang melihat Mentari memasukan kepala nya di bawah bantal
" Hiks.. "
" Ko nangis.? apa yang sakit.?" Lintang buru_buru merubah posisi nya menjadi duduk
" malu sama siapa.?" Tanta Lintang bingung " Kan kita di kamar hanya berdua "
Mentari langsung duduk dia pun menceritakan apa yang terjadi barusan. Sedangkan Yuli ia sudah duduk di kursi depan kamar Mentari
" Apa salah ku dan apa dosa ku. Kemarin aku melihat jelas si Joni milik babang bule terus sekarang malah melihat Tari dengan pakaian nya yang hanya menutupi Samapi bok_g nya saja " gerutu Yuli kesal sambil melipatkan kedua tangan nya di dada
" Yuli. itukan Yuli " Gumam Richard. Richard yang awal nya haus ingin minum yang segar_segar tiba-tiba pandangan nya tertuju kepada gadis yang sedang duduk di kursi " Ia benar itu Yuli " Richard pun menghampiri Yuli di kursi
" Sudah datang kamu .?"
Yuli langsung melirik ke arah suara " Eh. ia aku baru sampai "
Richard duduk di samping Yuli dengan senyum yang mengambang di pipi nya " kenapa duduk di sini.? kenapa tidak langsung ke kamar .?"
Yuli membuang napas kasar " Bagai mana mau masuk kamar. jika di kamar sedang ada dua insan yang baik ber madu kasih "
Richard tertawa " Ha ha ha... kalo gitu kamu istirahat di kamar lintang saja "
" Mana mungkin sepeti itu. bisa_bisa aku di gorok " Ucap Yuli " Apa lagi pasti kamar nya. kamar khusus. tambah gak mau aku "
" Bukan. seharusnya itu bukan jadi kamar lintang tapi kamar kamu dan juga Mentari tapi karena ke cintaan nya kepada mentari Lintang memberikan kamar milik nya kepada Mentari " Jelas Richard " Malah Lintang akan berterima kasih kepadamu karena ia ada alasan bisa tidur dengan Mentari "
Tadi ketika Mentari sedang tidur di mobil. Lintang menyuruh Richard untuk menukar kamar nya dengan kamar lintang karena ia tidak ingin Mentari kekurangan pasilitas. apa lagi di kamar khusu Lintang sudah di sediakan kolam berendam yang pemandangan nya tidak akan di dapatkan di kamar yang lain